Tenang Menghadapi Ketidakpastian

Ayat bacaan: Mazmur 62:2
======================
“Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.”

Hidup bagi banyak orang penuh dengan ketidakpastian. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi nanti, bahkan semenit kemudian pun kita tidak akan pernah tahu. Ada yang sudah berjerih payah mati-matian, tetapi hasil yang diperoleh sangatlah tidak sebanding dengan usaha yang dilakukan. Ada yang sudah 99% yakin sukses, ternyata yang 1% lah yang terjadi. Semua sudah direncanakan sejak jauh hari, tetapi justru pada hari H terjadi sesuatu yang membuat semua rencana menjadi hancur berantakan. Seringkali salahnya bukan di kita tapi karena faktor-faktor di luar kita. Ada banyak lagi contoh yang menggambarkan betapa sulitnya untuk menjalani kehidupan yang baik dan adil di dunia ini.

Kita baru memasuki tahun yang baru, yang akan sangat baik jika diisi dengan sebentuk semangat baru dengan harapan baru. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi esok hari. Tetapi haruskah itu membuat kita hidup dengan ketidakpastian? Haruskah kita ragu dalam melangkah dan kehilangan sukacita? Apakah ketidakpastian harus merampas rasa damai dan bahagia dan menggantikannya dengan rasa gelisah? Kenyataannya ada banyak orang yang pesimis memasuki tahun 2014. Jika kita melihat peta politik dan keadaan sosial maka mudah bagi kita untuk memiliki perasaan seperti itu. Tapi jangan pernah lupa bahwa ada Tuhan yang selalu berada bersama kita. Dengan mengingat hal ini kita seharusnya bisa menyingkirkan kegelisahan akan hari esok atau masa depan. Sebuah ayat yang terbukti mampu menyingkirkan awan kelabu dari dalam pikiran kita yang selalu membuat kita sulit berpikir jernih apalagi tenang disampaikan dalam kitab Mazmur, bunyinya: “Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.” (Mazmur 62:2).

Buat saya pribadi, ayat ini merupakan ayat yang sangat menguatkan dan mampu memberi ketenangan. Ketenangan sejati sesungguhnya berasal dari Allah, bukan dari situasi dan kondisi kita di dunia, bukan dari limpahan uang, status, tingkat pekerjaan dan sebagainya, bukan pula dari orang lain. Kondisi boleh tidak pasti atau tidak jelas. Bisa jadi ada diantara anda yang tengah berada dalam titik rendah saat ini. Tapi dengan menyadari bahwa kehadiran Tuhan akan selalu ada bersama kita seharusnya mampu membuat kita tetap tenang. Keselamatan kita ada dalam tanganNya, pertolongan atas hal sesulit apapun ada padaNya, jaminan akan hari depan disediakan Tuhan.

Jika kita melanjutkan pada ayat berikutnya, peneguhan akan terasa semakin kuat. “Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.” (ay 3). Teruskan membaca pasal ini,  maka kita akan menemukan kembali ayat yang berbunyi mirip: “Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.” (ay 6).  Mau segelap apapun tahun ini menurut orang, mau segoncang apapun kondisi menurut prediksi, kita punya gunung batu dan kota benteng yang kokoh. Berpeganglah disana maka kita tidak akan bisa digoyahkan. Kita bisa tetap tenang fokus untuk memberi atau melakukan yang terbaik jika kita mau menyadari bahwa Allah selalu berada dekat dengan kita.

Berjalan bersama Tuhan bukanlah berarti bahwa kita akan selalu 100% hidup tanpa masalah. Tetapi Yesus berkata: “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6:34). Ayat ini hadir didahului oleh sebuah ayat yang juga sudah kita kenal baik “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (ay 33). Gabungkan kedua ayat ini, maka kita akan tahu bahwa meski di delam kesusahan yang bisa saja hadir esok hari, Tuhan akan tetap berada disana. Hari esok akan punya kesusahannya sendiri. Kekhawatiran yang mengeruhkan pikiran kita hari ini akan hari esok tidak akan merubah apapun. Tidak ada hasil yang bisa diperoleh dengan kekhawatiran, malah kita akan menambah masalah baru. Mau gelisah atau cemas seperti apapun, hari esok akan tetap hadir dengan kesusahannya sendiri. Tapi jika kita mengimani benar bahwa selalu ada Tuhan yang siap menambahkan semuanya dalam situasi demikian, mengapa kita harus khawatir?

Hari esok akan datang dengan kesusahannya sendiri. Akan tetapi ingatlah bahwa kesusahan bukan satu-satunya yang akan hadir esok hari. Sebab Firman Tuhan berkata, “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:22-23). His compassion, mercy and loving-kindness yang selalu baru setiap pagi pun akan menghampiri kita. Semua itu akan lebih dari cukup untuk menguatkan kita melewati hari-hari yang sulit dan mampu membuat kita hidup dengan sukacita yang bukan berasal dari dunia tetapi dari Tuhan.

Adakah di antara anda yang sedang merasa takut menghadapi ketidakpastian dalam memasuki tahun yang baru ini? Jika ada, mendekatlah kepada Tuhan, dan perolehlah ketenangan serta kekuatan. Jangan biarkan keraguan memenuhi pikiran anda. “Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.” (Mazmur 62:9). Kita tidak perlu khawatir karena kita punya Tuhan yang sangat peduli. Berada di dekatNya akan mampu membuat kiat tenang. KekokohanNya akan mampu membuat kita tidak mudah goyah. Dunia boleh saja terus menawarkan ketidakpastian, tetapi ada kepastian dan jaminan dalam Tuhan. Sebentar lagi kita tidur, lantas hari esok akan datang membawa kesusahannya sendiri. Tetapi di samping itu rahmat Tuhan yang baru, yang tidak ada habis-habisnya pun akan hadir pula menyapa anda ketika anda bangun di pagi hari. Itu adalah sebuah rahmat yang selalu baru setiap pagi, always fresh every morning. Kita tidak perlu takut menghadapi hari esok karena saya tahu Tuhan ada bersama kita. Jika Tuhan sudah memberikan janji-janjiNya seperti ini, mengapa kita harus takut? Mari masuki tahun yang baru dengan penuh sukacita, mari kita isi tahun ini dengan yang terbaik, dan mari kita beri pujian dan ucapan syukur kepada Tuhan yang telah berjanji akan menyertai kita mulai dari awal hingga akhir tahun. Mari kita pakai tahun ini sebagai momen untuk meningkatkan hubungan kita dengan Tuhan, melatih iman kita agar terus bertumbuh semakin baik dan memperbesar kapasitas kita dalam menerima curahan anggurNya dari Surga. Tahun 2014 bagi dunia merupakan tahun yang harus diwaspadai, tapi bagi kita orang percaya tahun ini seharusnya tetap menjadi tahun penuh sukacita yang penuh harapan. Mengapa? Karena Tuhan akan selalu ada dekat dengan kita.

Kesusahan bisa hadir esok hari, tetapi rahmat Tuhan yang tak habis-habis pun akan hadir dalam kondisi serba baru setiap pagi

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. renungan alkitab mazmur 62:1 - 9
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: