Tenang dan Diam

Ayat bacaan: Ratapan 3:26
================
“Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.”

“Sebentar ya…saya layani satu-satu.” Itu saya dengar lewat ucapan seorang penjual donat yang sedang ramai diserbu pengunjung. Ia kelabakan melayani banyak orang sendirian. Mending kalau semuanya mengantri dengan sabar. Ini semuanya ingin cepat tanpa memandang orang-orang yang sudah datang lebih dulu kesana. Saya bisa membayangkan kerepotannya, tapi pikiran saya kemudian membayangkan bentuk-bentuk masalah yang menerpa kita. Seringkali masalah datang bertubi-tubi, saling ingin mendahului bagaikan tidak mau kalah untuk menyusahkan kita. Belum beres satu, sudah datang dua masalah baru. Bukankah masalah sering datang dengan cara seperti ini? Kita jadi bingung harus menyelesaikan yang mana dulu, mulai dari mana, bingung bagaimana bisa keluar dari tumpukan masalah ini, apalagi kalau masalah-masalah ini enggan meninggalkan kita. Kita dicekam rasa panik menghadapi serangan masalah seperti ini. Berdoa meminta pertolongan Tuhan tapi merasa seolah Tuhan sedang terlalu sibuk untuk mengurus kita. Ditengah terpaan bertubi-tubi seperti itu kita bisa cepat kehilangan kesabaran lalu bergegas mencari alternatif-alternatif lainnya. Disana ada banyak jebakan yang bisa membuat segalanya menjadi lebih runyam, membuat kita semakin menjauh dari Tuhan dan akhirnya menjerumuskan diri sendiri ke dalam jurang kesesatan. Kalau tidak separah itu, kita bisa bermasalah dengan kesehatan seperti terkena stres, depresi, kehilangan kontrol diri, darah tinggi dan lain-lain apabila membiarkan kepanikan melanda kita.

Sebelum ini semua terjadi, ada baiknya kita mengetahui sebuah tindakan penting yang dianjurkan beberapa kali di dalam Alkitab sebelum terlambat. Dari pada terus berteriak, mengeluh, mengaduh, menangis atau malah melakukan tindakan-tindakan yang didasari emosi hinga merugikan diri sendiri dan orang lain, ada baiknya kita turuti apa yang diajarkan menurut Tuhan, yaitu memilih untuk melakukan sebaliknya, yaitu mengambil waktu untuk diam.

Di dalam Ratapan ada sebuah ayat yang mengingatkan hal ini. “Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.” (Ratapan 3:26) Mengapa baik bagi kita untuk diam dalam menanti pertolongan Tuhan? Karena dengan diam kita bisa terhindar dari berbagai godaan yang menyesatkan. Dengan diam kita bisa fokus mengambil momen perenungan, introspeksi ke dalam diri kita, mencari tahu kalau-kalau ada yang masih belum kita bereskan. Dengan diam kita bisa terhindar dari mengambil langkah-langkah yang hanya didasarkan kepada perasaan emosional, tidak rasional dalam memutuskan. Dengan diam itu bisa mencegah kita melakukan kesalahan-kesalahan yang hanya akan menambah masalah.

Jika dalam Ratapan kita diingatkan oleh Yeremia, dalam Mazmur kita bisa mendengar langsung lewat suara Tuhan langsung. “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” (Mazmur 46:11). Dalam bahasa Inggris tertulis seperti ini: “Let be and be still, and know that I am God.” Bukankah kita sering lupa kepada Tuhan ketika kepanikan sedang berkecamuk menguasai kita? Ambil jeda sejenak, diam dan berhentilah. Lalu ajak pikiran dan hati anda kembali mengingat bahwa ada Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu, mampu melakukan sesuatu bahkan hal yang paling mustahil sekalipun. Kembali mengingat janji-janji Tuhan yang begitu mengasihi kita, kuasaNya yang ajaib yang mengatasi bumi.

Masalah mungkin tidak langsung selesai, pergumulan masih akan terus berlangsung, tapi ada saatnya kita harus mengambil langkah tersebut sebelum kita mengambil langkah yang keliru. Disamping itu, adalah jauh lebih baik bagi kita untuk diam ketimbang terus mengisi hidup dengan keluhan dan kata-kata lain yang negatif, yang bukan saja merugikan kita sendiri tapi juga akan menambah lebih banyak lagi masalah.
Dalam menghadapi serangan masalah beruntun kita akan terpancing untuk sibuk melakukan segala sesuatu tanpa pikir panjang dan akan terus kecewa apabila situasi tidak kunjung menjadi baik meski kita sudah mati-matian berusaha mengatasinya. Waktu itu terjadi, kita seringkali lupa bahwa sebenarnya kita harus mengambil waktu untuk diam lalu mendatangi Tuhan. Duduk diam di hadiratNya untuk mendengar suaraNya, menikmati kedekatan terhadap Tuhan yang sangat mengasihi kita, menyerahkan segala permasalahan kita ke dalam tanganNya dan mengijinkan kehendak dan rencanaNya turun atas kita, karena itulah yang terbaik. Jangan pernah lupa bahwa Tuhan sanggup menghadirkan kelegaan (Matius 11:28), bahkan menggendong, menanggung dan memikul dan menyelamatkan kita sampai kapanpun. “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” (Yesaya 46:4). Kita bisa lupa akan semua ini apabila kita terlalu sibuk dalam kepanikan. Kita lupa bahwa di atas segalanya, ada Tuhan yang berkuasa lebih dari apapun di dunia ini. Kita lupa bahwa ada Tuhan yang kuasanya tak terbatas melebihi kemampuan kita yang terbatas.

Sekali lagi mari kita lihat lagi suara Tuhan: “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” (Mazmur 46:11) dan resapi dalam-dalam kata Yeremia “Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.” (Yeremia 3:26). Diamlah dan arahkan pandangan kepada Tuhan. Dalam menghadapi serangan masalah, ketika badai menghantam, mudah bagi pikiran kita untuk merasa seolah-olah semua janji Tuhan seperti terasa sangat jauh dari jangkauan kita, atau sangat lambat datangnya. Tapi ingatlah bahwa meski saat ini kita mengalami kekecewaan dari harapan yang belum juga kunjung tercapai, ada saat dimana kita harus menunggu disertai harapan yang tetap menyala. Terus menanti-nantikan Tuhan tidaklah pernah sia-sia. Ada banyak kuasa luar biasa yang disediakan Tuhan kepada anak-anakNya yang terus tekun menanti-nantikanNya, seperti yang sudah kita bahas dalam renungan kemarin.

Sementara menantikan pertolongan Tuhan, jangan panik. Tetaplah pegang janji Tuhan, luangkan waktu lebih banyak bukan untuk terus berkeluh kesah dan menangis dalam doa-doa kita, tapi untuk diam, menghampiri hadiratNya, memandang wajahNya dan mendengarkan suara Tuhan lebih lagi. Ingatlah bahwa sesungguhnya “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita..” (Ibrani 6:19) Percayalah dengan iman yang teguh hanya kepadaNya, maka pertolongan Tuhan pun akan datang yang akan datang bagai fajar menyingsing atau hujan yang menyejukkan.  “Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.” (Hosea 6:3). Mungkin jawaban Tuhan belum datang hari ini, mungkin anda masih bergumul, tapi pada waktunya, sesuai waktu Tuhan, segala yang terbaik akan menjadi milik anda, dan Tuhan akan segera mengangkat anda, tepat seperti janji Tuhan yang tertulis dalam Mazmur: “Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong. Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku.” (Mazmur 40:2-3) After all, remember that “Salvation belongs to the Lord.” “Dari TUHAN datang pertolongan. Berkat-Mu atas umat-Mu!”(Mazmur 3:9). Dari Tuhanlah datangnya segala pertolongan, bukan dari yang lain. Jadi, mengapa tidak mengarahkan pandangan kepadaNya? Anda tentu boleh terus berusaha, tapi doakan terus langkah-langkah yang anda ambil. Bawa kepada Tuhan, dengar suaraNya dan lakukan tepat seperti apa yang Dia katakan. Itu hanya bisa kita lakukan apabila kita tetap tenang dan mengambil waktu untuk diam. You can’t handle it anymore? do you feel being pushed to the edge? God can! Percayalah, Tuhan tidak pernah kekurangan cara untuk melepaskan anda.

“Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!” (Yesaya 30:18)

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.