Tempat Tinggal Tak Terbatas di Rumah Bapa

Ayat bacaan: Yohanes 14:2
=========================
“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.”

Berbagai iklan perumahan menawarkan kelebihannya masing-masing agar orang tertarik untuk berinvestasi atau memiliki rumah di lokasi yang diiklankan. Menariknya, selain mempromokan harga yang seolah lebih murah dan fasilitas yang ada, banyak yang memakai strategi seolah perumahan mereka sangat banyak peminatnya sehingga kalau berlama-lama maka seluruh kapling sudah keburu dibeli orang. Segera pesan, tempat terbatas! Atau, hanya tinggal dua lagi, segera beli sekarang! Agak aneh kalau masih mengeluarkan biaya tinggi beriklan jika rumah tinggal satu atau dua, tapi seperti itulah bentuk strateginya. Terlepas dari strategi iklan, di Indonesia yang jumlah penduduknya terbanyak ke-empat di dunia memang semakin sempit saja, terutama di kota-kota besar. Di kota saya saja, ukuran per kapling sekarang menyusut sepertiga dari empat tahun lalu dengan harga yang meroketnya tidak sebanding dengan pendapatan dan daya beli penduduk. Orang yang mau beli rumah semakin terdesak kepinggiran dengan ukuran rumah sangat minimalis. Jumlah rumah di dunia memang terbatas. Pada suatu ketika nanti bisa jadi tidak ada tempat lagi untuk manusia. Di beberapa negara berukuran kecil, alternatif yang ada saat ini tinggal ke atas di apartemen-apartemen dan tidak lagi bisa kesamping karena sudah terlalu padat.

Sulit mencari tempat hunian yang layak mungkin sudah mulai menjadi masalah besar hari ini. Tapi biar bagaimanapun kita harus ingat bahwa segala kesulitan yang kita alami di dunia ini hanyalah sementara saja. Petrus mengingatkan bahwa di dunia ini kita hanyalah pendatang atau perantau. Dan ia pun mengingatkan apa yang harus kita lakukan sesuai dengan stauts kita sebagai pendatang atau perantau ini. “Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.” (1 Petrus 2:11). Kita harus menjauhkan diri dari keinginan daging, itu kalau kita mau selamat pulang ke tempat dimana kita seharusnya kembali. Dimana kewargaan kita yang sesungguhnya? Bagi orang percaya yang menerima Yesus sebagai juru selamat, kita adalah warga dari Kerajaan Surga, dan itu tertulis dalam Alkitab. “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat” (Filipi 3:20).

Selanjutnya mari lihat fakta ini. Di dunia rumah semakin terbatas, tapi tidak akan pernah seperti itu di Surga. Dari Yesus langsung kita bisa mengetahui bahwa di surga tidak ada pembatasan dan keterbatasan. The more the merrier, dan tempat akan selalu lebih dari cukup. “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” (Yohanes 14:2-4). Rumah di Surga tidak akan pernah habis. Akan selalu ada lebih dari cukup tempat bagi semua orang yang menjalankan hidup sesuai kebenaran dalam Kristus. Lebih lanjut, Yesus juga mengingatkan bagi setiap kita yang memegang perintahNya dan melakukannya, maka mereka akan dikasihi Tuhan dan juga oleh Kristus sendiri. “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” (Yohanes 14:21).

Dari kata-kata Yesus ini kita bisa melihat dengan jelas bahwa bahwa di rumah Bapa ada banyak tempat tinggal yang sudah disediakan bagi orang percaya. Sebuah tempat indah dimana tidak lagi ada air mata. Sebuah tempat penuh damai sukacita. Sebuah tempat nyata dimana Yesus kini berada. “Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga” (Ibrani 8:1). Disana Yesus telah menyediakan tempat bagi siapapun yang percaya padaNya, yang memegang teguh dan melakukan semua yang Dia firmankan. Tidak ada kuota maksimum, tidak ada pembatasan jumlah, tidak ada biaya selangit yang terus meningkat. Siapapun diundang untuk masuk ke dalam rumah Bapa. Bahkan Yesus pun terus mengetuk pintu hati manusia untuk diselamatkan, agar manusia pun bisa diselamatkan dan masuk ke dalam tempat yang telah Dia sediakan. Bukankah hal ini sangat indah?

Jika saat ini pergumulan, permasalahan dan kesulitan masih mengelilingi kita, jangan bersusah hati dan gelisah. Betapa indahnya ketika Yesus memulai firmanNya tentang Rumah Bapa dengan perkataan: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” (Yohanes 14:1). Di dalam “tempat perantauan” kita ini kita telah dijanjikan penyertaan Tuhan, dan ada tempat sebenarnya bagi kita yang telah disediakan Kristus sendiri. Surga, Rumah Bapa, adalah sebuah tempat yang nyata, bukan halusinasi atau fatamorgana, yang akan menjadi tempat kekal bagi setiap orang percaya yang hidup sungguh-sungguh menjaga kehidupannya sesuai firman Tuhan. Mari kita terus bertekun agar tempat yang Dia sediakan itu bisa menjadi milik kita.

Selalu ada tempat yang lebih dari cukup bagi yang menerima Yesus sebagai Juru Selamat

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.