Tempat di Rumah Bapa (2)

(sambungan)

Selanjutnya mari kita lihat siapa kita sebenarnya di dunia ini lewat Petrus. Petrus mengingatkan bahwa di dunia ini kita hanyalah pendatang atau perantau. Lalu Petrus menyampaikan apa yang harus kita lakukan sesuai dengan status kita sebagai pendatang atau perantau ini. “Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.” (1 Petrus 2:11). Kebenaran firman Tuhan mengatakan bahwa kita bukanlah berasal dari dunia. Kita hanyalah pendatang atau perantau yang hanya akan tinggal sementara saja. Sebagai warga Kerajaan surga, sudah seharusnya kita hidup dengan cara hidup disana, dan bukan mengikuti arus-arus penyesatan di dunia. Kita harus menjauhkan diri dari keinginan daging, itu kalau kita mau selamat pulang ke tempat dimana kita seharusnya kembali, tempat dimana kewargaan kita yang sesungguhnya. Bagi orang percaya yang menerima Yesus sebagai juru selamat, kita adalah warga dari Kerajaan Surga. “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat” (Filipi 3:20).

Bagi setiap kita yang memegang perintah Kristus dan melakukannya, maka mereka akan dikasihi Tuhan dan juga oleh Kristus sendiri. “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” (Yohanes 14:21). Seperti yang sudah kita bahas dalam renungan bagian pertama kemarin, Yesus sudah menyediakan tempat tinggal bagi kita di rumah Bapa di surga dan kelak Dia sendiri pula yang akan menjemput kita untuk pergi dan tinggal bersama-sama denganNya. “Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” (Yohanes 14:3-4).

Penulis Ibrani juga mengatakan seperti ini: “Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga” (Ibrani 8:1). Di dalam Kerajaan dimana Yesus duduk disamping tahta Allah, Dia telah menyediakan tempat bagi siapapun yang percaya padaNya, yang tidak menolakNya, tidak menentang tapi memegang teguh dan melakukan semua yang Dia firmankan. Tidak ada kuota maksimum, tidak ada pembatasan jumlah, tidak ada biaya selangit yang terus meningkat. Siapapun diundang untuk masuk ke dalam rumah Bapa. Bahkan Yesus pun terus mengetuk pintu hati manusia untuk diselamatkan, agar manusia pun bisa diselamatkan dan masuk ke dalam tempat yang telah Dia sediakan.

Jika saat ini pergumulan, permasalahan dan kesulitan masih mengganggu kita, janganlah gelisah. Betapa indahnya ketika Yesus menyampaikan firmanNya tentang Rumah Bapa, Dia memulai itu dengan perkataan: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” (Yohanes 14:1). Di dalam “tempat perantauan” kita ini kita telah dijanjikan penyertaan Tuhan, dan ada tempat sebenarnya bagi kita yang telah disediakan Kristus sendiri yaitu di Rumah Bapa. Itu adalah sebuah tempat yang nyata, bukan ilusi atau fatamorgana, yang akan menjadi tempat kekal bagi setiap orang percaya yang hidup sungguh-sungguh menjaga kehidupannya sesuai firman Tuhan. Mari kita terus bertekun agar tempat yang Dia sediakan itu juga tersedia bagi kita.

Jangan biarkan kesempatan untuk beroleh tempat di rumah Bapa melayang akibat kegagalan kita dalammenjalani hidup

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. 1 Petrus 2 : 11 - 12 sebagai pendatang dan perantau
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: