Taste and See (1)

Ayat bacaan: Mazmur 34:9a
=====================
“O, taste and see that Lord is good!”

taste and see

Pernahkah anda mampir ke sebuah rumah makan karena tertarik akan bau harum masakan yang keluar dari sana? Hari ini saya mengalaminya. Wangi masakan di tengah saya sedang lapar membuat saya tertarik untuk masuk ke sebuah rumah makan. Ketika dihidangkan makanan itu pun terlihat begitu menarik. Sajiannya ditata sedemikian rupa sehingga bisa menggoda selera makan siapapun yang melihatnya. Tapi seharum atau seindah apapun sajian itu terlihat, semua itu tidak akan sempurna apabila anda belum mencobanya, merasakan langsung dengan lidah anda apakah makanan itu benar enak atau tidak. Bisa saja makanan itu harum dan ditata dengan menarik, tetapi rasanya hambar karena kurang garam misalnya, atau terlalu banyak bumbu sehingga rasanya menjadi terlalu tajam. Sebaliknya, mungkin juga rasanya enak, tetapi sajiannya tidak terlihat menarik sehingga orang tidak tergoda untuk mencobanya. Sebuah restoran yang baik akan memperhatikan kualitas rasa dan sajian. Meski masakan itu memang untuk dimakan, tetapi ternyata untuk menikmati sebuah masakan secara maksimal kita harus melibatkan beberapa indra. Lidah untuk merasa, hidung untuk mencium dan tentu saja mata untuk melihat. Orang lain boleh saja mengatakan bahwa masakan di sebuah restoran itu enak, tetapi kita tidak akan pernah mengetahuinya dengan pasti apabila kita belum mencobanya sendiri.

Semua ini membawa saya kedalam sebuah perenungan hari ini akan kebaikan Tuhan. Anda mungkin sudah sering mendengar Pendeta mengatakan bahwa Tuhan itu baik. Lewat renungan-renungan yang saya tulis pun tentu anda sudah sering membacanya. Tetapi kebaikan Tuhan itu tidak akan pernah anda ketahui dengan pasti apabila anda sendiri belum mengalami atau merasakan sendiri secara nyata dalam kehidupan anda. Kabar baiknya, Tuhan tidak menyatakan bahwa Dia hanya berbuat baik kepada sebagian orang tertentu saja, tetapi Tuhan mengundang siapapun untuk mengalami sendiri kebaikanNya yang begitu luar biasa.

Mari kita lihat apa kata Daud berikut ini:Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!” (Mazmur 34:9). Dalam versi bahasa Inggrisnya dikatakan: “O taste and see that the Lord is good!” Oh, rasakan dan lihatlah betapa baiknya Tuhan! Seruan seperti ini tentu keluar dari orang yang bukan saja sudah banyak menyaksikan kebaikan Tuhan tetapi juga telah mengalami sendiri hal itu berulang-ulang. Dari apa kata Daud ini, saya menangkap rasa gemas yang berasal dari sebuah kerinduan besar agar orang lain pun bisa merasakan dan melihat langsung kebaikan Tuhan itu. Perhatikan bahwa Daud mengatakan kecaplah dan lihatlah, taste and see. Ini melibatkan lebih dari satu indera sekaligus. Dan seperti ilustrasi masakan di atas, untuk bisa menikmati masakan itu kita membutuhkan lebih dari satu indera saja dan harus mencoba atau merasakannya sendiri, bukan hanya dari kata orang saja. Seperti itu pula kebaikan Tuhan bisa kita rasakan. Bukan hanya dari kata Pendeta, bukan hanya dari tulisan-tulisan atau bahkan dari Alkitab saja, tetapi kita pun diundang untuk merasakan langsung kebaikan Tuhan secara nyata.

Perhatikanlah ayat berikut ini:“TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya” (Nahum 1:7). Lihatlah besarnya kuasa Tuhan yang mampu melebihi akal mengatasi segala kemustahilan akan selalu membuat kita aman ketika berlindung di dalamnya. Ayat dalam Nahum ini paralel dengan seruan Daud lainnya. “TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.” (Mazmur 145:9). Sepanjang pasal 145 kita bisa menemukan banyak hal akan kemurahan dan kebaikan Tuhan yang ditulis oleh Daud. Lihatlah beberapa poin tentang kebaikan Tuhan yang ia nyatakan.
– “TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk.”(ay 14)
– “..Engkaupun memberi mereka makanan pada waktunya” (ay 15)
– “Engkau yang membuka tangan-Mu dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup.” (ay 16)
– “TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.” (ay 17)
– “TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.” (ay 18)
– “Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.” (ay 19)
Ini baru beberapa contoh saja, karena sesungguhnya Alkitab berbicara sangat banyak mengenai kebaikan Tuhan disetiap lembarnya.

(bersambung)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.