Tarik Alat Berat dari Tapak Kec. Gunem dan Bulu, Rembang!

HARI Selasa (17/6), polisi mengembuskan isu bahwa para peserta aksi demonstrasi di Gunem dan Bulu, Rembang, Jawa Tengah bukanlah warga asli sekitar. Padahal, fakta di lapangan semua peserta aksi yang bertahan di tapak pabrik berasal dari daerah ring 1 (desa sekitar).

Selain itu, kemungkinan isu ini diembuskan aparat untuk memecah solidaritas dari rakyat lain yang terus mengalir ke lokasi tapak pabrik.

Bahkan, penyisiran-penyisiran KTP pun dilakukan. Warga juga sempat mendengar pembicaraan aparat yang mengatakan “Jika ada penyusup, tembak saja!”.

Rabu (18/6), alat berat yang berada di Gunem & Bulu, Rembang, belum mau angkat kaki. Ibu-ibu warga Gunem akan bertahan hingga semua alat berat proyek tambang karst dan pabrik semen enyah dari tanah mereka.

Ibu-ibu Warga Gunem demonstrasi menolak pendirian pabrik semen di Gunem, Rembang / Foto : dok. Fajar Kelana Post

Menolah pabrik semen: Ibu-ibu Warga Gunem demonstrasi menolak pendirian pabrik semen di Gunem, Rembang  (Dok.  Fajar Kelana Post)

Kaum laki-laki mengambil peran sebagai pendistribusi logistik aksi & juga peserta aksi. Ibu-ibu warga Gunem yang masih bertahan membutuhkan bahan pendukung aksi pendudukan, di antaranya makanan seperti roti, biskuit dan air mineral serta perlengkapan lain seperti selimut dan obat-obatan.

Dari lapangan, ada kabar bahwa aksi-aksi solidaritas akan digalang di tiap-tiap kota lain di Indonesia untuk menaikkan isu secara nasional. Karena, kabarnya, PT. Semen Indonesia telah ‘membeli’ beberapa wartawan nasional dan daerah untuk tidak mengekspos aksi tolak semen di Rembang yang sekarang masih dipertahankan warga.

Banyak media menutup-nutupi kabar bentrok yang memang terjadi di 16 Juni kemarin. Rombongan warga terus berdatangan untuk ikut bersolidaritas. Sms-sms terus dikirimkan dari jauh. Wartawan-wartawan terus melakukan peliputan dan menerbitkan berita. Menolak tambang semen di Rembang berarti Anda membantu melestarikan bumi dan juga kehidupan petani di sana.

“Yang ga bisa ikut ke lapangan untuk blokade & ngusir alat berat tambang, ayo galang aksi-aksi solidaritas di tempatmu sendiri & dengan caramu sendiri. Sambil mempersiapkan aksi-aksi solidaritas, silakan bom-kan SMSmu ke:

  • Menteri Kehutanan 0816759371 (Zulkifli Hasan);
  • Menteri BUMN 0811308660 (Dahlan iskan)
  • Gubernur Jateng 0811990931 (Ganjar Pranowo)
  • Komisaris utama PT. Semen Indonesia 0811911462 (Mahendra siregar)
  • Pejabat Bupati Rembang 081326693499 (Abdul Chafidz),” ujar Romo Benediktus Hari Juliawan SJ.

SMS: “Tarik alat berat dari kawasan tapak Kec. Gunem dan Bulu, Rembang! Batalkan

Ibu-ibu Warga Gunem demonstrasi menolak pendirian pabrik semen di Gunem, Rembang / Foto : dok. Fajar Kelana Post

Tolak pabrik semen: Ibu-ibu Warga Gunem demonstrasi menolak pendirian pabrik semen di Gunem, Rembang (Dok. Fajar Kelana Post)

tambang semen di Pegunungan Kendeng termasuk Rembang!”

Bila dianalisa, mengapa investasi pertambangan semen ini begitu dipaksakan? Ini sangat terkait dengan meningkatnya kepentingan ekspansi industri ekstraksi dalam MP3EI yang banyak membutuhkan semen untuk pembangunan infrastruktur.

Situasi yang serupa ini tentu tidak hanya terjadi di Rembang, namun juga Pati, Blora, Wonogiri dan daerah-daerah karst/kapur lainnya, ujar Pastor yang kerap disapa Beni.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.