Tantangan Pendidikan Calon Presiden (2)

Romo Mangun dan pendidikan ank miskin

Keragaman di Sekolah Negeri

BANGSA Indonesia yang bhineka ini akan menuai persoalan dan konflik sosial bila keragaman tidak disemai melalui sekolah-sekolah kita, terutama di sekolah-sekolah Negeri. Sekarang ini, keragaman di sekolah negeri mulai hilang.

Kita melihat gejala sekolah-sekolah negeri kita telah berubah menjadi sekolah dengan ciri agama tertentu, terutama agama mayoritas yang ada di Indonesia. Situasi mengakibatkan maraknya perilaku diskriminatif, melalui pengutamaan, pengabaian dan pengingkaran keberadaan kelompok minoritas.

Pemerintahan yang baru harus mengembalikan fungsi Sekolah Negeri sebagai sumber dan tempat utama bagi tumbuhnya keragaman yang merepresentasikan semangat kebangsaan dan keindonesiaan.

Untuk itu, pemerintah baru harus berani menghapuskan berbagai macam aturan dan kebijakan pendidikan yang menyuburkan sektarianisme, perilaku diskriminatif dan anti-keragaman di sekolah-sekolah negeri. Pemerintah baru juga perlu mengembalikan fungsi sekolah-sekolah negeri sebagai sumber pemersatu, penyemai keragaman dan penguat rasa kebangsaan.

Tiga hal di atas merupakan hal-hal penting dalam bidang pendidikan yang perlu ditanggapi dan dijawab oleh para calon presiden. Revolusi mental yang sudah dilontarkan oleh capres Jokowidodo dan program aksi yang dideklarasikan oleh Prabowo Subianto belum menjawab secara eskplisit apa strategi dan kebijakan yang mereka usung terkait tiga persoalan fundamental pendidikan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.