Tanpa Pamrih Persembahkan Diri

Pengantar redaksi:
Inilah ‘oleh-oleh’ kursus jurnalistik yang diampu oleh Komisi Komsos Keuskupan Agung Palembang saat menggelar Pekan Komsos di Provinsi Bengkulu. Berikut ini adalah artikel pendek yang ditulis oleh Suis Maria Clarita Sihotang, murid SMP Negeri Penarik.

——————

SETIAP pagi, pukul 04.00, perempuan berusia 49 tahun itu meninggalkan peraduannya. Sang anak telah siap dengan motornya di halaman rumah untuk mengantarnya ke Pasar Baru Penarik. Sambil membawa sayuran yang hendak dijualnya, ia menaiki motor itu menuju pasar.

Setelah sayurannya ludes terjual, sang anak mengantarnya ke Pastoran St Yohanes Maria Vianney Penarik, Muko-muko, Bengkulu, untuk memasak dan membersihkan pastoran. Perempuan bernama Rita Dwitriati yang asal Lampung ini mengaku, sejak Februari lalu ia membantu di pastoran.

Perempuan bertubuh pendek ini dikaruniai seorang anak, hasil perkawinannya dengan Agustinus Tukirin yang telah mendahuluinya ke rumah Bapa di surga.

“Saya ingin bekerja di ladang Tuhan. Saya tidak mengharapkan imbalan apa-apa. Saya tidak meminta upah,” kata ibunda dari Hendrikus Hery Juliansyah ini.

Perempuan kelahiran Ambarawa, Pringsewu, Lampung, 25 Mei 1965 ini, mengatakan bahwa ia ingin tulus membantu dan tanpa pamrih. Putri dari Ignasia Sumirah dan Martinus Suswito ini sehari-harinya berjualan sayur-sayuran di pasar Baru Penarik. Ia juga berjualan di pasar-pasar yang lain. Meski sibuk mengurus keluarganya, ia selalu menyediakan waktu untuk mengurus pastoran dan menyediakan sarapan bagi pastor.

Mbak Dwi, begitu ia biasa disapa, merasa bahwa dengan membantu pastor, ia lebih dekat dengan Tuhan. Ia berharap, pastor memberikan pelayanan yang terbaik bagi umatnya.

“Kadang-kadang saya sulit ke pastoran, karena motor dibawa anak saya. Saya hanya bersabar saja,” kata Mbak Dwi.

Ia kemudian berjalan kaki menuju pastoran. Setelah memasak dan bersih-bersih, ia mengikuti Perayaan Ekaristi di ruang doa pastoran.

“Saya berharap, Gereja semakin berkembang dan umat bahu-membahu,” kata Mbak Dwi yang aktif sebagai anggota Wanita Katolik ini.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.