Tangan yang Lamban vs Tangan yang Cekatan

Ayat bacaan: Amsal 10:4
====================
“Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.”

Jika anda suka menonton film-film bertemakan koboi, anda tentu sering melihat duel satu lawan satu menggunakan pistol. Dua koboi berdiri berlawanan kemudian maju mengambil sekian langkah. Mereka pun berhadapan dalam sebuah jarak tertentu setelah membalik badan. Siapa yang tercepat mencabut pistol dari sarangnya dan menarik pelatuk akan keluar sebagai pemenang. Dalam sejarah ada beberapa nama yang dikenal sebagai the fastest gun in the wild, wild west seperti Wild Bill Hickok, John Wesley Hardin dan sebagainya. Pada masa yang keras dan liar itu para petarung tidak punya pilihan lain selain memiliki tangan dengan kecepatan dan akurasi yang baik kalau mau bertahan hidup.

Hari ini koboi petarung sudah tidak ada lagi. Tapi kecepatan tangan masih sangat menentukan seperti apa suksesnya seseorang. Kalau anda main-main ke pabrik pembuat obat nyamuk bakar terutama di bagian packing atau pengemasan, anda akan melihat sekumpulan buruh yang tangannya sangat cepat, sedemikian cepat sehingga mata anda sudah sulit menangkap geraknya. Mengapa mereka seperti itu? Mereka di bayar per bungkus yang mereka buat. Artinya, semakin cepat mereka bekerja, semakin banyak kotak yang mereka hasilkan, dan dengan sendirinya pendapatan mereka akan semakin banyak. Pendapatan buruh pembungkus yang lamban dengan yang cepat akan sangat banyak bedanya.

Lamban lawannya cepat atau cekatan. Lamban adalah buah kemalasan, sedang cekatan berkaitan erat dengan rajin. Kemarin kita sudah melihat sebuah Firman yang berbunyi “Oleh karena kemalasan runtuhlah atap, dan oleh karena kelambanan tangan bocorlah rumah.” (Pengkotbah 10:18). Kelambanan tangan bisa membuat rumah bocor, yang salah satu aplikasinya kepada pendapatan atau kecukupan finansial. Hikmat Salomo menjelaskan bahwa salah satu hal yang membuat miskin adalah tangan yang lamban. Tangan yang lamban adalah tangan yang tidak cekatan, tangan yang malas, tangan yang jarang digunakan dengan berbagai alasan.

Dalam Amsal 10:4 dikatakan “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.” Dalam bahasa Inggrisnya dikatakan “Lazy hands make for poverty, but diligent hands bring wealth.” Dari ayat ini terlihat jelas bahwa kemalasan atau tangan yang lamban merupakan salah satu penyebab datangnya kuasa kemiskinan untuk bertahta diatas manusia. Selain daripada itu dikatakan pula bahwa “Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak, dan orang yang lamban akan menderita lapar” (Amsal 19:15). Alkitab sudah mengingatkan apa yang akan datang apabila hidup disikapi dengan kemalasan. Sebaliknya kerajinan, ketekunan, tangan yang cekatan dalam bekerja akan mendatangkan banyak berkat kepada kita.

Seorang pemimpin yang baik pasti akan menuntut pegawai-pegawainya untuk rajin dan cekatan. Itu akan menjadi bahan pertimbangan penting ketika mereka menentukan promosi kenaikan jabatan atau kenaikan gaji. Di mata Tuhan kerajinan dan sikap cekatan dalam bekerja pun sangat penting. Anda bisa lihat bahwa tidak satupun tokoh di dalam Alkitab yang kerjanya malas-malasan, bahkan tidak satupun dari mereka yang kedapatan sedang malas-malasan saat mendapat mandat dari Tuhan. Bukan lamban tapi cekatan. Bukan malas tapi rajin. Itulah yang sebaiknya menjadi etos kerja kita. Kemalasan mendatangkan jerat kemiskinan, kerajinan akan menjadi ladang menuai berkat Tuhan. Dia akan dengan senang hati memberkati setiap pekerjaan yang kita lakukan dengan kerajinan tinggi dengan mengikuti segala ketetapanNya.

“How much more than necessary do we spend in sleep, forgetting that the sleeping fox catches no poultry, and that there will be sleeping enough in the grave” – Benjamin Franklin

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.