Tanda Kasih yang Luar Biasa Istimewa

St.-Jonah-the-Prophet

Senin, 21 Juli 2014 . Hari Biasa Pekan XVI
Mikha 6:1-4.6-8; Mazmur 50:5-6.8-9.16bc-17.21.23; Matius 12:38-42

“Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” (Matius 12:40)

YESUS berbicara tentang tand Yunus. Bahkan tanda Yunus disebut sebagai paralel untuk menyatakan Diri-Nya sebagai Sang Anak Manusia. Setiap kali kita berjumpa dengan gelar Yesus sebagai Sang Anak Manusia, selalu harus kita ingat pada konteks penderitaan dan wafay-Nya.

Peristiwa Nabi Yunus yang berada dalam perut ikan sebelum dimuntahkan di Ninive dipakai oleh Yesus untuk berbicara tentang cara kematian-Nya. Ia wafat dan dimakamkan, namun pada hari ketiga Yesus bangkit dari alam maut!

Kehadiran Yunus di Ninive setelah berada selama tiga hari tiga malam dalam perut ikan berbuah pertobatan dan keselamatan seluruh warga Ninive. Lebih dari peristiwa Yunus dan Ninive, begitulah peristiwa Yesus. Wafat, pemakaman dan kebangkitan-Nya menjadi tanda berkat dan keselamatan bagi seluruh muka bumi dan seisinya.

Sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya menjadi tanda dan sarana keselamatan kita semua dan seluruh umat manusia. Umat Katolik mengenang dan merayakan tanda itu dalam Ekaristi Suci dan bahkan melanjutkannya dalam Adorasi Ekaristi Abadi. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita secara intensif merasakan tanda dan sarana keselamatan itu.

Tuhan Yesus Kristus, syukur bagi-Mu sebab Engkau berkenan menyatakan tanda kasih-Mu yang paling agung melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Mu sebagaimana kami kenang dan rayakan dalam Ekaristi dan kami teruskan dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Nabi Yunus (OMHKSEA)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.