Tamasya dengan KA Supermini di Diamond Valley Railway, Eltham Lower Park, Melbourne (5)

NAIK kereta api itu pengalaman biasa. Namun, tamasya naik kereta api (KA) supermini itu baru luar biasa. Ini bukan saja lokonya supermini, tapi juga semua gerbong yang ditarik loko supermini itu juga memiliki bentuk kecil.

Diamond Valley Railway adalah nama sebuah lembaga non profit di sebuah kawasan wisata tak jauh dari Eltham di Melbourne yang melayani jasa wisata tamasya dengan naik KA supermini. Pada hari-hari libur –terutama di akhir pekan—kawasan wisata ini selalu kebanjiran para pengunjung. Dalam setahun, tak kurang 100 ribu wisatawan datang membanjiri kawasan wisata ini.

Para wisatawan lokal suka menikmati kawasan ini, bukan saja karena di situ ada peluang bertamasya dengan KA supermini yang disediakan oleh Diamond Valley Railway. Tapi juga karena kawasan ini juga menyediakan berbagai fasilitas umum dimana orang melukan jogging, bermain cricket, atau sekedar jalan-jalan santai menikmati kawasan hijau nan luas ini.

Serba mini

Eksistensi jawatan kereta api Diamond Valley Miniature Railway Club  sudah menorehkan catatan angka pada usia 52 tahun. Jasa layanan tamasya naik KA supermini ini tersedia berkat kerja keras dan komitmen para penggemar tamasya KA di Melbourne, hingga pada akhirnya salah satu dari kelompok ini mencungulkan ide ‘gila’ yakni membangun jaringan rel, stasiun, dan ‘hanggar’ KA namun dengan satu criteria jelas: serba mini.

mini trains loko penumpang belok kiri

Lokomotif KA supermini ini punya  ketinggian tidak lebih dari ½ meter. Demikian pula gerbong-gerbongnya. Lebar loko dan gerbongnya barang kali tidak melebihi 1 meter saja. Yang penting, barisan tempat duduk yang dikemas dalam format bangku memblujur memanjang dari arah depan ke belakang bisa ‘memuat’ bokong manusia. Tentu saja, harus bisa menampung pantat dari mulai ukuran besar lazimnya orang-orang lokal di Australia yang berukuran besar sampai ‘bokong’ orang-orang Asia seperti saya yang postur tubuhnya jauh lebih ‘mini’ dibanding warga Australia lokal.

Jaringan rel juga dibuat supermini, termasuk semua alat komunikasi dan ‘navigasi’ khusus jaringan KA seperti sinyal, train dispatcher, dan masih banyak lagi lainnya. Untuk keperluan bongkar-pasang gerbong atau lokomotif yang perlu mendapatkan perawatan service dan maintainance, sebuah ‘hanggar’ mini juga disiapkan di ujung stasiun.

Namanya juga mini, maka stasiunnya pun juga dibuat ‘mini’ alias platform-nya juga sederhana dan tidak terlalu mencolok mata. Meski semuanya dibuat mini, namun jangan tanya dengan system elektrikal dan jaringan transportasi untuk loko dan gerbong-gerbong mini ini. Semua terkesan dibuat dengan sangat rapi dan professional.

Sayang, pengunjung tidak boleh bebas mengunjungi ‘dapur’ jaringan KA supermini ini karena alasan keamanan.

Untuk bisa bertamasya naik KA supermini ini, tiket seharga 3 dolar tersedia di peron stasiun.

Diamond Valley Mini trains 1 loko

Meski labelnya supermini, namun jangan tanya siapa yang suka naik kereta api mini ini? Ternyata, semua orang suka: tua-muda, sepuh, dan tentu saja anak-anak.

52 tahun

Sebuah plakat tembaga di depan ‘stasiun’ Diamond Valley Railways memperlihatkan dengan jelas, Diamond Valley Railways ini sudah eksis selama 52 tahun. Keberadaan jasa layanan bertamasya naik KA supermini ini tetap bisa berlangsung, karena di sini yang hidup adalah komitmen dan kerja keras para penyelenggaranya.

Kata Sandra, warga Australia lokal di Eltham, mereka bekerja dengan hati dan bukan karena uang. “Bahkan para volunteers ini sama sekali tidak dibayar. Mereka bekerja karena senang dengan dunia kereta api,” katanya.

Dan memanglah begitu. Paravolunteers yang bekerja di balik layar maupun di baris terdepan sebagai masinis, mekanik, dan dinas lalu lintas jawatan KA di Diamond Valley Railways ini memang rata-rata sudah sepuh semua. Namun meski usia rata-rata sudah di atas 65 tahun, mereka tetap sigap mengoperasikan system tamasya KA supermini dengan satu-dua kata: cermat dan teliti.

Mini trains gerbong 1

Meminimalisir risiko kecelakaan adalah motto kerja para sukarelawan ini. Karena itu, begitu bokong kita duduk manis di bangku gerbong, janganlah sesekali nekad berdiri hanya untuk memfoto atau melambaikan tangan berhalo ria dengan orang. Salah-salah, leher kita bisa disambar oleh terowongan kecil yang ada di depan mata.

Naik kereta api, tut…tut…tut….

Siapa hendak turut ….

Kali ini bukan ke Bandung ata Surabaya seperti bunyi lantunan lagu anak-anak tempo dulu. Tapi berkeliling melewati jaringan rel KA supermini Diamond Valley Railways di luar Eltham Lower Park, Melbourne, Australia.

Photo credit: Diamond Valley Railway di Eltham Lower Park, Melbourne. (Mathias Hariyadi)

Tautan: 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.