Tamak (1)

Ayat bacaan: Lukas 12:15
===============
“Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

Mahatma Gandhi, seorang tokoh yang sangat berpengaruh dalam sejarah dunia dan sangat terkenal dengan gerakan anti kekerasannya dalam memperjuangkan kemerdekaan di India pada suatu kali menulis sebuah kalimat yang bunyinya “Earth provides enough to satisfy every man’s need, but not every man’s greed”. Bumi menyediakan segala sesuatu yang cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia, tapi itu tidak akan pernah cukup untuk memenuhi ketamakan. Kalimat ini sudah lama ia sampaikan tapi masih sangat relevan hari ini, terlebih ketika kita berada dalam sebuah dunia yang konsumtif, gaya hidup konsumerisme, hedonisme dimana orang tidak lagi hanya membeli barang-barang karena membutuhkan tetapi lebih kepada pemuasan diri sendiri. Kemampuan berbelanja menjadi landasan eksistensi seseorang. Dunia terus menggering orang untuk terus mengejar kepemilikian barang-barang yang dipercaya bisa mendatangkan kepenuhan dan kebahagiaan. Tidaklah heran apabila hari ini manusia semakin individualis, berpusat pada diri sendiri dan tidak lagi mempedulikan orang lain. Mereka mugnkin berpikir bahwa nanti pada saat semuanya tercukupi barulah mereka punya sesuatu yang lebih untuk dibagikan, tapi pada kenyataannya mengejar harta benda sebagai wujud eksistensi diri tidak akan pernah ada habisnya. Hari ini sudah punya semuanya, besok akan ada lagi barang baru yang harus dikejar untuk dimiliki. Ketamakan menjadi sesuatu yang biasa kita temui. Tidak pernah ada kata cukup, ingin lebih dan lebih lagi. Masih mending kalau harta itu hasil usaha sendiri, tapi ketamakan biasanya akan membuat orang terus mencari celah untuk bisa memperoleh lebih dari seharusnya. Berbagai bentuk penipuan, pengemplangan uang alias korupsi, sogok menyogok dan sejenisnya menjadi buah-buah yang lahir dari sebuah sikap tamak alias tak pernah puas ini.

Lukas menulis sebuah kisah perjumpaan Yesus dengan seorang kaya yang bodoh. Si orang kaya itu mendatangi Yesus dan meminta Yesus menyuruh saudaranya membagi warisan. Yesus pun kemudian menegur orang ini dan mengatakan: “Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” (Lukas 12:15). Sebuah sikap tamak bisa datang menggoda kapan saja apalagi kalau kita lemah menjaga hati. Itulah sebabnya Yesus menyerukan kita agar berjaga-jaga dan waspada. Ketamakan sesungguhnya tidak ada gunanya, sebab tak peduli seberapa berlimpah harta yang kita miliki, hidup tidak akan pernah tergantung dari kekayaan kita.

Yesus kemudian memberi sebuah perumpamaan mengenai hal ini.

“Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.” (ay 16-21).

Harta bisa membeli segala harta benda dan itu dianggap bisa membuat jiwa bersenang-senang, tapi jangan lupa bahwa tidak akan ada harta yang bisa dibawa mati, tidak pula bisa menyelamatkan kita dari penghakiman Tuhan.

(bersambung)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.