Talenta dan Cakap (2)

(sambungan)

Melanjutkan apa yang telah dibahas kemarin, ingatlah bahwa Tuhan memandang penting akan keseriusan kita dalam mengasah bakat atau talenta yang telah dipercayakan kepada kita. Tuhan menghargai usaha keras yang dilakukan secara serius dan sungguh-sungguh dan siap memberkati kita yang selalu berupaya memberikan yang terbaik. “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia.” (Ulangan 28:13). Lihatlah bahwa Tuhan menjanjikan keberhasilan, bukan kegagalan. Tuhan menjanjikan masa depan yang gemilang bukan yang amburadul. Kita didesain sejak semula sebagai kepala dan bukan ekor, dimaksudkan untuk terus naik dan bukan turun. Semua ini akan kita peroleh apabila kita mau mendengarkan perintah Tuhan dan melakukannya dengan setia. Mencari tahu apa yang ada pada diri kita, bekerja secara serius dan sungguh-sungguh, itu pun merupakan cerminan dari melakukan perintah Tuhan dengan setia, dan itu akan membuat kita memperoleh keberhasilan demi keberhasilan dalam karir, keluarga, pelayanan atau dalam apapun yang sedang kita lakukan.

Perumpamaan tentang talenta  dalam Matius 25:14-30 dengan jelas menggambarkan bahwa Tuhan telah memberikan kita keistimewaan-keistimewaan tersendiri. Berapapun jumlahnya, semua itu ia titipkan kepada kita untuk dilipatgandakan. Semua itu merupakan bekal yang sangat besar gunanya bagi kita untuk dipergunakan demi kebaikan kita dan kemuliaan Tuhan. Dari ayat ini juga kita diingatkan bahwa semua itu harus siap kita pertanggungjawabkan kelak.

Perhatikan rangkaian berikut ini: Tuhan ingin kita sukses, untuk itu Tuhan memberikan bekal buat kita  lalu siap memberkati pekerjaan kita. Bukankah itu merupakan sebuah kesatuan yang luar biasa indahnya? Dengan bekerja serius maka berarti kita menghargai Tuhan, sebaliknya bagaimana mungkin kita mengaku sebagai orang yang bersyukur kalau kita tidak serius dalam bekerja? Menjadi cakap itu artinya kita memuliakanNya, tetapi bagaimana kita berani mengaku mengasihi Tuhan kalau kita masih malas untuk mengasah dan mengolah potensi diri kita, apalagi jika tidak mengetahui potensi diri sama sekali?

Kemudian lihatlah bahwa Tuhan pun sudah menegaskan kita agar bekerja serius seperti melakukan itu untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23). Tuhan sangat peduli akan keseriusan kita. Jika kita memberi yang terbaik seperti untuk Tuhan, tentu Tuhan pun tidak akan sungkan-sungkan untuk memberkati kita. Jika anda sangat bangga punya anak yang berprestasi baik dalam pendidikan maupun pekerjaan, seperti itu pula senangnya Tuhan ketika melihat anak-anakNya menjadi orang-orang yang cakap: berpengaruh dalam bidangnya masing-masing, menjadi teladan bagi orang lain serta rajin, jujur dan setia dalam setiap yang dikerjakan.

Temukan potensi apa yang kita miliki, lalu mengasah dan mengolahnya, dan pergunakan dengan baik, untuk tujuan baik. Cari tahu apa rencana Tuhan sesungguhnya atas diri kita masing-masing dan doakan terus setiap langkah yang diambil agar seturut kehendak Tuhan. Ini akan membuat anda tampil sebagai orang yang dikatakan cakap, dan disanalah anda akan menggenapi posisi anda yang sesungguhnya seperti yang diinginkan Tuhan.

Mari kita renungkan hari ini, sudahkah kita memberikan yang terbaik baik dalam pekerjaan, karir, pelayanan atau pendidikan? Sudahkah kita memberikan yang terbaik bagi keluarga? Sudahkah kita peduli akan tingkat kecakapan yang mampu kita capai?  Siapkah kita untuk terus melatih dan mengasah diri agar menjadi orang-orang cakap yang menduduki posisi-posisi terhormat? Ketahuilah bahwa Tuhan akan selalu dengan senang hati memperbesar kapasitas dari orang-orang yang cakap di bidangnya masing-masing. Keberhasilan merupakan bagian dari kehidupan anak-anakNya, dan itu akan bisa dicapai apabila kita mau menghargai segala talenta yang diberikan Tuhan dengan sungguh-sungguh dan mempergunakannya dengan baik dalam pekerjaan kita.

Talenta-talenta dari Tuhan yang sudah terasah dengan baik akan menjadikan kita orang-orang cakap yang sukses

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.