Tak Seorang pun Makan Tubuh Itu Tanpa Menyembah

HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS
Ul. 8:2-3,14b-16a; Mzm. 147:12-15,19-20; 1Kor. 10:16-17; Yoh. 6:51-58

“Yesus bersabda: Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.” Yohanes 6:54

Kemarin saya diminta memberi rekoleksi oleh Rm. Suka, Romo Paroki St. Yusuf Pekerja, Gondangwinangnun, Klaten. Yang ikut rekolek sekurang-kurang 243 orang yang siap menjadi adorator tetap dalam rangka gerakan Adorasi Ekaristi Abadi. Sebelum rekoleksi, bersama Rm. Santo saya merayakan Ekaristi di gereja, pukul 16.00 dengan umat.

Setelah Misa, acara dilanjutkan dengan rekoleksi bagi para adorator tetap, 17.30-21.00, diselingi jeda makan malam. Pukul 21.00 kami mengadakan Adorasi dan Prosese Agung Sakramen Mahakudus dari gereja menuju ruang Adorasi Ekaristi Abadi. Setelah pentahtaan Sakramen Mahakudus, saya diminta memberi ruang Adorasi Ekaristi Abadi itu.

Dengan demikian, sejak itu, Paroki Gondang memulia gerakan Adorasi Ekaristi Abadi. Ada yang bertanya kepada saya. “Bukankah Yesus memberikan Tubuh dan Darah-Nya untuk disantap, bukan untuk disembah?”

Untuk menjawab pertanyaan itu, saya meminjam ungkapan St. Agustinus. “Nemo autem illam carnem manducat, nisi prius adorarevit, peccemus non adorando!” Ungkapan dalam bahasa Latin ini disampaikan oleh St. Agustinus. Dalam bahasa Indonesia, terjemahannya sebagai berikut: Tidak seorang pun makan tubuh itu tanpa terlebih dahulu menyembahnya, kita berdosa kalau kita tidak menyembahnya!

Ungkapan itu disampaikan kepada kita untuk meyakinkan kebenaran sabda Yesus yang memberikan Tubuh dan Darah Suci-Nya sebagai santapan kita. Kita hanya layak meenyambut Tubuj Kristus bila kita menyembahnya dengan penuh cinta.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita sambut dan sembah Tubuh dan Darah Kristus. Meski yang ditampakkan adalah Tubuh Kristus, namun kita percaya bahwa di dalam Tubuh-Nya juga mengalir Darah-Nya yang kudus yang memurnikan kita. Tuhan Yesus telah menyerahkan Tubuh dan Darah-Nya bagi kita, sudah layak dan pantas kalau kita juga menyemnbah-Nya dengan setia  melalui Adorasi Ekaristi Abadi.

Pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ini, baiklah kita daraskan doa bagi tersebarnya Adorasi Ekaristi Abadi yang diwariskan St. Yohan Paulus II. “Allah Bapa di Surga, tambahkanlah iman kami kepada kehadiran sungguh-sungguh
Putra-Mu Yesus Kristus dalam Ekaristi Mahakudus.

Kami merasa harus menyembah-Nya, memberikan pujian syukur kepada-Nya dan mengadakan silih bagi dosa-dosa kami. Kami mendambakan kedamaian dalam hati kami dan bangsa-bangsa.

Kami merindukan pertobatan dari dosa-dosa kami dan belas kasih pengampunan-Mu. Semoga kami memeliharanya
melalui doa-doa dan kesatuan kami dengan Tuhan yang hadir dalam Ekaristi.
Utuslah Roh Kudus-Mu kepada semua orang untuk mengaruniakan kepada mereka kasih, keberanian, ketaatan dan kerelaan untuk menanggapi undangan Adorasi Ekaristi Abadi. Kami mohon kepada-Mu, sebarkanlah Adorasi Ekaristi Abadi di paroki-paroki di seluruh dunia.

Semua ini kami mohon dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Santa Maria Bunda Sakramen Mahakudus, bantulah kami untuk menyebarkan kemuliaan Putramu melalui Adorasi Ekaristi Abadi, kini dan selamanya. Amin.

5 pencarian oleh pembaca:

  1. sabda hidup: yohanes 6 51-58 24hours
Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.