Tahune Forest Airwalk: Jalan di Antara Pucuk Pepohonan di Tasmania (21)

< ![endif]-->

MAU mencari lokasi jalan-jalan menyusuri jalan setapak di tengah hutan? Coba saja datang ke Tahune Forest di luar kota Geeveston. Maka di kawasan hutan lindung ini yang didapatkan tidak hanya lintasan jalan kaki menembus hutan eucalyptus. Tapi juga jalur track khusus untuk kaki manusia yang dirancangbangun di atas ketinggian.

Namanya Tahune Forest Airwalk. Kawasan ini mulai resmi dibuka sebagai lokasi wisata alam pegunungan di Geeveston sejak 1 Juli 2001. Saat pertama kali dibuka, proyeksi jumlah pengunjung diperkirakan hanya akan mencapai angka 50 ribu wisatawan. Ternyata hitung-hitungan akhir tahun malah melonjak sampai tembus angka 153 ribu orang.

Lokasi wisata alam ini terletak sekitar 29 km menjorok turun ke arah lembah Huon Valley yang merupakan dataran tinggi paling terkenal di bagian tengah selatan Pulau Tasmania. Dari pusat kota Geeveston yang sangat indah dan bersih ini, para wisatawan akan digiring oleh jalanan beraspal alus menyusuri tekstur tanah khas perbukitan dan lembah yang dalam hingga akhirnya bisa mendarat sampai di sebuah lokasi dimana Tahune Forest Airwalk berada.

Tahune Forest AirWalk ujung jembatan ok

Lokasi damai dekat aliran sungai

Tahune aslinya berasal dari kosa kata Aborigin. Artinya merujuk pada sebuah lokasi dimana ada ketenangan dan kedamaian di sekitar aliran air/sungai. Tahune Forest Airwalk memanglah tak jauh dari sisi bantaran Huon River.

Lantaran lokasi jauh menjorok ke hutan dan berada di titik rendah sebuah lembah di daratan tinggi Huon Valley tak jauh dari Geeveston, Tahune Forest AirWalk lebih mengesankan diri sebagai lokasi yang ‘udik’, jauh dari kota dan ‘terpencil’ dari kehidupan umum. Ini sangat terasakan, karena sepanjang menyisir jalanan beraspal menuju lembah paling ‘dalam’ itu, nyaris tidak ditemukan permukiman penduduk di sisi kanan-kiri jalan.

Kalau akhirnya ketemu manusia, maka itu adalah rombongan para wisatawan yang datang menyusuri lembah Huon Valley ini dengan kendaraan roda empat. Tidak ada sepeda motor terlihat ‘nyasar’ di tempat ini. Barangkali karena lokasinya ada di lembah daratan tinggi dan hawanya super dingin sekalipun pada musim panas.Tahune Forest AirWalk papan plang ok

Di atas ketinggian

Menu istimewa Tahune Forrest AirWalk tentu saja adalah bangunan konstruksi jembatan wot ogal-agil yang sekali terayun oleh deru hembusan angin pegunungan maka jalur setapak berbahan baku besi ini akan bergoyang-goyang. Sensasi lainnya adalah jalan track khusus pejalan kaki manusia ini dibangun di atas ketinggian.

Tahune Forrest Airwalk berdiri di atas lahan hutan eucalyptus dengan catatan ketinggian bervariasi pada setiap titik pijak kami manusia ketika menyusuri jembatan wot ogal-agil yang suka ‘menari kencang’ diterpa angin kencang ini. Catatan ketinggian Tahune Forrest AirWalk secara umum adalah 20 meter dari permukaan tanah.

Namun pada titik pijak yang lain, jembatan besi wot ogal-agil ini malah mencatat ketinggian pada angka 37,5 meter dari permukaan tanah lahan hutan Tahune. Pada titik esktrim lainnya, ketinggian pijak mencapai angka 48 meter dari atas permukaan Huon River yang mengalir kencang di bawah jembatan.

Rekam jejak kekuatan

Menyusuri jalanan khusus pejalan kaki mirip jembatan wot ogal-agil ini sungguh membuat hati terkagum-kagum. Bukan hanya lantaran pemandangan di bawah pijakan kaki ini sangat indah karena ada manusia bisa dibuat ‘terbang’ berjalan di atas ketinggian pepohonan. Melainkan juga karena melihat kokohnya konstruksi besi yang berhasil dibangun oleh tenaga teknisi Australia ini.

Tahune Forest AirWalk ujung jembatan 3 okSebenarnya, kalau mau hitung-hitungan kasar, para insinyur Indonesia juga mampu membangun konstruksi jembatan di atas ketinggian ini. Namun jangan tanya, bagaimana kondisi bangunan setelah beberapa tahun selesai dibangun atau mekanisme maintenance-nya dari sudut keamanan dan kekuatan jembatan. Itulah poin penting yang sering dilupakan orang di Indonesia: suka dan memang pinter membangun konstruksi gedung dan jembatan, namun kemudian lupa atau malah tidak acuh lagi dengan faktor kondisi keamanannya.

Di Tahune Forrest AirWalk justru muncul nilai sosial Australia yang perlu diwarisi oleh para insinyur Indonesia: ketelitian dan kecermatan dalam me-maintain faktor keamanan jembatan di atas ketinggian pepohonan ini.

Nah, untuk kepentingan itu misalnya, pihak otoritas Tahune Forrest AirWalk dengan sangat gamblang memberikan SOP warning kepada para khalayak. Ini menyangkut soal keamanan dan daya tahan jembatan gantung di atas ketinggian pepohonan ini.

Tahune Forest AirWalk ujung jembatan 2 ok

Di situ tertulis misalnya daya tahan jembatan ini hanya bisa menampung sampai batas berat beban tak lebih dari 10 ton saja. Kalau harus dibuatkan jumlah manusia, maka jangan sampai menahan beban berat manusia sebanyak 120 orang pada saat bersamaan pada titik pijak yang sama. 

Itu sama artinya beban berat yang hanya bisa dipikul jembatan gantung pada ketinggian pohon ini adalah sejumlah 12 anak gajah. Kalau titik pijak ini ‘diisi’ 12 gajah gede, maka konstruksi akan mengalami titik jenuh alias bahaya.

Kekuatan jembatan gantung untuk menahan laju angin tercatat sebesar 180 km/h. Jadi kalau pas di atas ada angin kencang hingga jembatan itu terasa bergoyang dan menari-nari, maka tidak perlu takut. Alasannya, di situ sudah ada petugas yang senantiasa ‘mengontrol’ jumlah manusia agar jangan sampai melebihi kapasitas daya beban dan kekuatan jembatan dikala digempur oleh hembusan angin kencang dari arah dataran tinggi.

Tahune Forest AirWalk 4 ok

Kalau pun harus menyebut satu hal tidak enak selama menikmati track jalan menyusuri jembatan di ketinggian ini adalah tingginya harga tiket masuk ke Tahune Forrest AirWalk yang dipatok seharga AUD26 per kepala. Untuk orangtua dan pensiunan dipatok harga lebih murah AUD 3 dolar dan harga khusus untuk anak-anak. Tapi karena namanya saja tetap dolar, maka kantong turis Indonesia dalam sekejap akan tongpes karena sekali masuk membayar untuk tiga orang, tak kurang duit senilai Rp 850 ribu dalam sekejap hilang dan hanya diijoli (diganti) dengan kertas print-out berjudul “tiket masuk” ke Tahune Forrest AirWalk.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.