Tahun Keluarga: Masih Keluarga Muda, tapi Sudah Punya Delapan Anak

Italia kisah keluarga

PASANGAN suami istri asal Italia, Davide dan Marta Bertani, berusia 30-an dengan delapan anak. Davide dan Marta lahir masing-masing pada tahun 1977 dan 1978, selesai kuliah pada tahun 2001 dan menikah pada tahun 2002.

Sejak bertahun-tahun menjadi anggota Gerakan awam Katolik “Communion and Liberation/CL”, dan di dalamnya membangun jaringan tali persahabatan yang menjadi dukungan sejati setiap harinya.
Ini adalah kisah sebuah keluarga dari kota Buccinasco, Milan, yang “amat normal” (yaitu bahagia). Padahal, seperti yang dikemukakan “Avvenire” (surat kabar Katolik), di Italia kenyataannya ada krisis keluarga, yang membawa kepada rasa takut akan pernikahan dan menutup riwayat masyarakat Italia.

Banyak yang bicara tentang semua krisis yang ada di Italia, baik krisis ekonomi, politik, moral, namun hanya sedikit saja di luar media Katolik, yang mengakui bahwa salah satu akar dari krisis ini justru terletak pada UU tentang Perceraian dan selanjutnya UU tentang Aborsi.

Italia kekurangan anak-anak: setiap tahun sekitar 120.000 angka kematian akibat pengguguran bayi; dan tahun lalu, untuk pertama kalinya, ada kenaikan angka kelahiran bayi dari kaum imigran yang menetap di Italia.

Namun, hanya dengan memandang foto dari kedua orangtua ini dengan 7 puteri dan 1 putera mereka, sungguh membuka dengan lapang dan amat menyentuh hati kita. Kedelapan anak mereka adalah: Benedetta (2003), Giuditta (2004), Maria Chiara (2006), Maddalena (2007), Miriam (2010), Cecilia (2011), Riccardo (2012) dan Carolina Maria (2 bulan lahir tanggal 9 Mei 2014).

Mama Marta berkata:

“Dapat kukatakan bahwa anak-anak kami lebih mandiri dibandingkan anak-anak seusia mereka. Mereka telah belajar mandiri dengan cepat. Tentu saja mereka terkadang juga bersikap nakal (kadang saat mereka semua menangis bersamaan aku ingin lari). Tapi mereka telah belajar untuk membantu sesama, lalu di rumah mereka membantu kami orangtua seperti: membereskan tempat tidur, menyiapkan meja makan, membuang sampah dan membantu adik-adik paling kecil untuk mandi dan berpakaian. Yang paling besar terkadang ingin sesuatu yang khusus, dan jika mampu kami berusaha memberikan. Hal-hal baru biasanya kami beli terutama jika ada diskon dan baju-baju dipakai bergantian antara kakak dan adik. Kami tidak merasa berbeda dengan yang lainnya. Di sekeliling kami ada keluarga-keluarga yang memiliki banyak anak. Salah satunya memiliki 10 anak (dan 1 anak asuh) lebih banyak daripada kami dan anak-anak mereka juga lebih riang dan dewasa dibandingkan anak-anak lain seusia mereka.”

Ini berarti, masih memungkinkan untuk menjalani Injil, menempuh jalan yang berlawanan arus jaman dan memiliki banyak keturunan dengan mempercayakan segalanya kepada Penyelenggaraan Ilahi.

Papa Davide berkata:

“Kami adalah keluarga yang amat normal. Mungkin yang membedakan yaitu kami memiliki iman yang besar dan kasih yang mendalam satu sama lain. Dan terutama kami mengetahui betul bahwa kami tiada lain adalah alat dari kehendak Allah. Cara terbaik untuk mendidik anak-anak adalah dengan menghasilkannya lebih dari satu atau dua, paling tidak tiga atau empat. Di dalam keluarga kami, semua orang berkata, ada sukacita yang mendidik karakter. Kami selalu berdoa bersama. Jika kita tidak mencari kesatuan dengan Tuhan, maka kita tidak akan mungkin menghadapi hidup dan tetap tenang dan penuh pengharapan di dalam kesulitan-kesulitan besar dan penderitaan-penderitaan saat ini”.

Veni Sancte Spiritus, Veni per Mariam.

Sumber: Catatan P. Piero Gheddo 7 Juli 2014/TEMPI)

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.