tomas aquinasPeringatan Wajib St. Tomas Aquino warna liturgi Putih Bacaan: Ibr. 10:11-18; Mzm. 110:1,2,3,4; Mrk. 4:1-20 BcO Rm. 9:19-33 Bacaan Injil Mrk. 4:1-20 Renungan: Suatu malam, dalam acara sebuah retret para peserta tampak sangat terpukau dengan apa yang dikatakan pendamping. Tidak sedikit yang menangis histeris kala sisi kehidupannya tersentuh, bahkan sampai pingsan. Kondisi saat itu terasa mencekam dan tegang selama session tersebut. Namun kondisi berubah kala session itu berakhir. Mereka yang tadinya menangis jadi tertawa-tawa. Yang tadinya pingsan bisa ngakak-ngakak. Ternyata kegembiraan belumlah cukup untuk mengakarkan sabda Tuhan (bdk. Mrk 4:16-17). Hati yang meluap gembira ketika menerima sabda Tuhan belum menjamin sabda itu bertumbuh dengan baik. Untuk mengakarkannya dibutuhkan kerelaan untuk mendengar dan menyambutnya, “Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat” (Mrk 4; 20). Kontemplasi: Pejamkan sejenak matamu. Dengarkan dengan penuh ketekunan sabda Tuhan. Sambutlah itu dalam hatimu dan tindakanmu. Refleksi: Apa yang perlu kaulakukan agar benih Tuhan tumbuh subur dalam hidupmu? Doa: Tuhan mampukanlah aku mendengar dan menyambut sabdaMu agar segala firmanMu tumbuh dengan baik dalam hidupku. Amin. Perutusan: Aku akan mendengar dan menyambut sabda Tuhan