maundyKamis, 2 April 2015: Kamis Putih Kel 12:1-8.11-14; Mzm 116:12-13.15-18; 1Kor 11:23-26; Yoh 13:1-15 … Yesus senantiasa mengasihi murid-murid-Nya, … sampai saat terakhir… DARI Injil hari ini kita belajar tentang dua hal pokok. Pertama, tentang kasih Yesus. Ia mengasihi para murid-Nya hingga kesudahannya. Bahkan meski mereka tidak memahami kasih-Nya. Bahkan ada yang tega mengkhianati-Nya. Kedua, kasih Yesus tanpa syarat, juga bagi kita semua. Yesus menyatakan kepada para murid-Nya kerendahan hati yang luar biasa dan kasih yang istimewa kepada para murid-Nya. Ia membasuh kaki mereka, bagian tubuh yang bau dan kotor. Ia melakukan pekerjaan hamba meski kepada orang yang bahkan mengkhianati-Nya. Itu tidak membuat Dia benci atau getir. Ia tetaplah Cinta. Yesus tetap memberi kesempatan untuk berubah dan bertobat. Pengkhianatan dan ketidaktaatan dihadapi dengan kasih dan kerendahan hati. Kasih-Nya membebaskan kita dan mendorong kita untuk serupa Dia dalam melayani sesama dengan cinta dan belas kasih. Atas Injil hari ini St. Agustinus menulis: Yesus menyerahkan hidup-Nya. Ia, dengan mati, menghancurkan kuasa maut. Kita dibebaskan dari maut hanya oleh kematian-Nya. Tubuh-Nya tidak hancur. Tubuh kita akan hancur dan akan dibungkus dalam ketidakhancuran tubuh-Nya pada akhir zaman. Ia memberikan diri-Nya kepada kita sebagai pokok anggur kepada ranting-ranting-Nya. Terpisah dari-Nya kita binasa.” Dalam Adoeasi Ekaristi Abadi, kita menyembah Yesus Kristus yang menumpahkan darah-Nya dan nemberi pengampunan dosa kita. Inilah alasan kita memuliakan dan menyembah Dia. Mari kita saling mengasihi dan melayani. Tuhan Yesus Kristus, kasih-Mu selalu menang dan tak pernah gagal. Bantulah kami mengasihi sesama dengan merdeka dwngan hati penuh belas kasih, kebaikan dan kelembutan. Bila ada luka, semoga kami menjadi pembawa damai selamanya. Amin.