Syukur Atas Allah Yang Hidup

Rabu, 1 Juni 2016
Pekan Biasa IX
PW S. Yustinus, Martir
2Tim 1:1-3.6-12;Mzm 123:1-2a.2bcd; Mrk 12:18-27

Yesus bersabda, “Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat.”

MARI dengan rendah hati kita sadari betapa sering kita seperti orang-orang Saduki. Ini bukan soal tak mengakui adanya kebangkitan orang mati tetapi kita hidup seakan-akan tanpa iman pada Allah yang memiliki daya kasih dan kerahiman.

Sejumlah kabar buruk membuat kita frustasi. Dalam hidup harian kita mengalami kejahatan seakan menang di segala sisi. Semangat materalisme menguasai. Keluarga kita terpuruk. Pornografi kian marak, bahkan kejahatan seksual pada anak-anak.

Dalam situasi demikian, kita dipanggil untuk tetap percaya bahwa Allah adalah Allah orang hidup, bukan Allah orang mati. Kita mengandalkan Dia. Kita dipanggil menjadi saksi-saksi pengharapan dan kegembiraan. Tugas kita adalah memancarkan sukacita Injil melalui hidup kita.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi sementara kita bersembah sujud di hadirat Yesus Kristus kita mohon pada-Nya untuk mengenal pesan belas kasih-Nya tentang Allah yang hidup dan penuh kerahiman. Dalam kerahiman-Nya Ia memanggil kita untuk membangun dalam nama Allah kehidupan bukan untuk menghancurkan.

Tuhan Yesus Kristus bantulah kami menghabiskan energi kami dari hari ke hari untuk membangun Gereja dan komunitas. Bantulah kami untuk melihat keagungan dalam diri setiap orang, kualitas-kualitas mereka yang baik, dan potensi mereka menjadi utusan-Mu. Semoga kami menghayati hidup kami menuju kekudusan kini dan selamanya. Amin.

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.