Sydney Menyambut Natal 2013 dan Tahun Baru 2014 (1)

HARI-hari akhir menjelang Natal dan tutup tahun 2013, Sydney makin giat bersolek. Di sepanjang George Avenue –jalan utama di pusat distrik bisnis dan keuangan di jantung kota  Sydney—pernak-pernik dekorasi Natal terlihat dimana-mana. Tidak hanya di pusat-pusat perbelanjaan dimana para petugas took menghias diri dengan pakaian Santa Klaus dengan dominasi warna merah yang mencolok dan topi memanjang juga warna merah.  Melainkan juga di galeri pedestrian yang memisahkan distrik satu ke distrik lainnya, sejumlah pohon Natal berdiri megah di tengah jalur khusus untuk para pejalan kaki.

Di Darling Harbor yang menawan dengan pemandangan indahnya, boneka-boneka Santa Klaus ukuran raksasa dibiarkan tertambat di semacam anjungan apung. Di Gereja Katedral Saint Mary dihias dengan cahaya lampu berkilauan pada malam hari.

Natal 2013 dan Tahun Baru 2014 di Sydney sepertinya dua paket suasana yang saling sambung-menyambung. Di jalur pedestrian di muka Sheraton Hotel yang berdiri megah persis di depan Hyde Park, bendera-bendera dengan tulisan mencolok berbunyi “SHINE” tampil mencolok mata.

Sidney Convention Center Natal tahun 2013

Shine di Sydney

Rupanya, SHINE menjadi tema besar bagi Sydney yang sebentar lagi akan menutup hari-hari akhir tahun 2013 dengan sebuah hajatan besar di tepi Sydney’s Opera House. Sebuah konstruksi raksasa sudah dipasang di Harbor Bridge dimana tulisan “SHINE” akan dibiarkan menyala megah sepanjang hari-hari akhir menjelang datangnya Tahun Baru 2014.

Pemandangan itu terlihat gagah, terutama kalau disaksikan pada malam hari dari perspektif penghilatan di balik botanical garden Sydney, tak jauh dari New South Wales Arts Gallery.

Menurut Hans dan Jesslyn, dua permanent resident Australia di Sydney yang berdarah asli Indonesia, pesta kembang api akan menjadi pemandangan menakjubkan di seputaran Opera House dan Harbor Brigde pada hari terakhir sebelum tutup tahun 2013. Namun, keduanya mengaku tidak terlalu tertarik lagi untuk duduk dan berdiam berlama-lama di tengah hembusan angin lumayan dingin untuk kulit orang Indonesia pada hari menjelang berakhirnya tahun 2013 itu.Sidney Shine Tahun Baru 2014

“Semua akses menuju Opera House dan Harbor Brigde sudah akan penuh dengan kerumunan manusia mulai pukul 16.00,” kata Hans. “Saya lebih suka melihat pesta kembang api dari layar TV di rumah,” tambah Jesslyn, istrinya.

Memanglah. Meskipun, bulan Desember resminya sudah masuk musim panas, namun pada malam hari semilir angin dingin tetap bisa menusuk tulang dan membuat kulit orang Indonesia terasa kurang enak terkena hembusan hawa dingin ini.

Photo  credit: Suasana jelang Natal 2013 dan Tahun Baru 2014 di Sydney.

Tautan: Sydney Berbalut Kerlap-kerlip Cahaya Malam Hari

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.