Sydney Berbalut Kerlap-kerlip Malam Hari (2)

SYDNEY adalah magnit penting di jantung Australia, selain tentu saja Melbourne.

Konon, kata seorang teman yang telah tinggal puluhan tahun di Sydney, sudah sejak lama Sydney dan Melbourne –dua kota besar di Benua Kangguru ini—saling bersaing guna memperebutkan predikat ‘kota satelit’ paling seksi dan terkenal di seluruh penjuru Australia.

Sydney memanglah kota penuh pesona. Bagi turis asing yang suka kelayapan malam, sudah barang tentu kawasan King Cross yang sejak lama kondang sebagai “red district area” menjadi daya tarik tersendiri. Berbagai hiburan khusus untuk orang dewasa tersedia di kawasan ini, termasuk alat-alat bantu seks yang tidak mungkin dijual di tempat umum di Indonesia.

Jalan King Cross di ujung jalan menanjak dengan ikon besar papan reklame Coca Cola sekilas pintas merupakan kawasan malam yang tak pernah tidur. Di sepanjang jalan yang tidak terlalu panjang ini, berbagai hiburan malam lengkap dengan resto dan café berjejeran memanjakan mata-mata nakal dan lidah yang ingin bergoyang menyantap menu makan malam berbagai ragam.

Harbor Bridge Sydney with huge passenger voyage ship

Ikon Sydney

Namun, Sydney tanpa Opera House dan Darling Harbor jelas seperti kota yang kehilangan ‘mahkota’ pesonanya. Melihat Opera House pada siang hari menakjubkan, karena konstruksi bangunan mirip siput-siput raksasa ini terlihat sangar sekaligus eksotik. Apalagi kalau disaksikan dari sudut seberang semenanjung hingga konstruksi bangunan berbentuk siput berjejeran itu menjadi menarik.

Opera House adalah ikon penting di Sydney. Pada siang hari, kawasan ini menjadi ramai oleh lalu lalang kapal-kapal pesiar berbagai jenis dan ukuran melintasi semenanjung ini. Pada malam hari, Opera House menjadi berkilau oleh ‘hujan’ cahaya.

Di seberang sana, Harbor Bridge juga berkilau dengan cahaya. Sedikit agak jauh di seberang sudut lainnya juga berkilau Darling Harbor, sebuah kawasan duduk-duduk santai sembari menikmati pemandangan gedung-gedung pencakar langit yang ‘mandi’ dengan berbagai cahaya malam. Di kawasan tepi pantai namun dibangun dengan dermaga berbahan dasar kayu ini, ratusan café dan resto siap memanjakan lidah para wisatawan.

Menikmati malam di Sydney pada musim panas di penghujung bulan Desember 2013 adalah sebuah pengalaman mengasyikkan. Duduk manis dan ngobrol ngalor-ngidul bersama Olyvia dan Ayen  –dua WNI yang sudah mendapatkan status permanent resident di Australia—sembari menikmati dinner dengan menu utama ribs panggang di sebuah resto sungguh menjadi sebuah kenikmatan tersendiri.

Sydney Opera House 1

Lidah dimanjakan oleh enaknya ribs panggang khas resto ini. Mata dibuat terbuai oleh pemandangan di balik kaca dimana cahaya berkilauan menjadikan gedung-gedung pencakar langit di sisi Darling Harbor seperti mandi cahaya malam.

Sydney yang sedemikian sejuk ini terasa menjadi lebih hangat oleh karena suasana makan malam yang bermandikan cahaya. Sydney –terutama di seputaran Opera House, Darling Harbor dan Harbor Bridge—malan itu sungguh bermurah hati mengobral cahaya malam.

Belum lagi ada rentetan panjang tawa renyah Olyvia yang cantik dan Ayen yang simpati. Lengkap sudah, Sidney di malam hari yang indah.

Photo credit: Sydney Opera House & Harbor Bridge (Mathias Hariyadi)

Tautan:

 

 

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.