Syalom (2)

(sambungan)

Agar sebuah syalom dapat berfungsi baik, syalom harus dimulai dari orang percaya. Yesus mengatakan “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:9-10). Lihatlah bahwa Tuhan mau datang ke dunia bukan cuma sekedar supaya kita selamat tapi agar kita memiliki hidup yang penuh dengan segala kelimpahan, being able to have and enjoy life, and have it in abundance. Kata kelimpahan atau abundance ini berarti to the full, until it overflows, alias hingga mencapai kepenuhan hingga melimpah keluar.

Dari orang percaya, syalom kemudian harus menyebar ke komunitas orang percaya lainnya. Dari Mazmur 122:1-9 yang kita baca kemarin jelas terlihat bahwa doa sejahtera harus saling disampaikan/dibagikan satu sama lain. “Berdoalah bagi kesejahteraan Yerusalem,” kata Daud dalam ayat 6, “Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa.”  Yerusalem hari ini mengacu kepada komunitas orang percaya, Israel-israel secara rohani. Jadi biasakanlah mengucap syalom secara tulus dan serius kepada sesama orang percaya. Saling memberkati, saling mendoakan, saling meminta kiranya Tuhan memberkati secara berkepenuhan dan melimpah atas kehidupan satu sama lain.

Dari sebaran di komunitas orang percaya, selanjutnya syalom harus menyebar ke luar orang percaya hingga ke seluruh ujung bumi. Agar ini bisa kita lakukan dan punya makna, kita harus tahu betul tentang maksud dan tujuan ketika syalom kita ucapkan. Ingatlah bahwa dengan mengucapkan syalom, itu pun menggambarkan kesepakatan atau setuju dengan Tuhan. Ketika kita sepakat dengan Tuhan, maka yang keluar adalah ucapan syukur, sukacita dan memberi rasa damai, tentram dalam hati kita. Disamping itu kita perlu pula membangun pola pikir dan tindakan dalam Firman Tuhan karena mustahil bagi kita untuk bisa menjadi berkat dan memberkati apabila kita sendiri masih belum beres dalam memahami kebenaran dan ketetapanNya.

Jadi secara ringkas kita bisa melihat bahwa syalom dari Tuhan merupakan sebuah ucapan doa agar kiranya Tuhan memberkati orang yang kita ucapkan dengan segala kebaikan dalam aspek kehidupannya, baik kesejahteraan, sentosa, keamanan, proteksi atau perlindungan, kesehatan, kemakmuran, ketentraman dan lain-lain yang harus dimulai dari kehidupan orang percaya, kemudian menyebar kepada komunitas orang percaya dan akhirnya harus bisa menjangkau orang-orang diluar hingga mencapai ujung bumi. Seperti itulah syalom seharusnya yang diinginkan Tuhan.
(bersambung)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.