Surga Itu Memang Ada

heaven

BAIK surga maupun neraka adalah dua kata yang sudah tidak asing bagi kita orang beriman. Baik pastor atau pendeta juga orang tua mengajarkan pada kita bahwa surga itu tempat Tuhan Allah berada dan neraka tempatnya setan dihukum.

Sampai sekarang, pembicaraan tentang bagaimana suasana dua tempat ini selalu tidak membawa kepuasan. Tidak ada yang bisa memastikan dengan yakin seyakin-yakinnya dan komplit bahwa surga atau neraka itu seperti apa.

Tak heran perdebatan mengenai keberadaan surga atau neraka selalu kita dapati dalam masyarakat kita.

Film berjudul “Heaven Is for Real” menggambarkan kondisi ini. Ini adalah film yang diangkat dari sebuah buku best seller dengan judul yang sama karya Todd Burpo dan Lynn Vincent. Film yang disutradarai Randall Wallace ini menceritakan kisah nyata dari seorang anak berusia empat tahun bernama Colton Burpo, yang merupakan anak seorang pendeta di kota kecil Nebraska, Amerika Serikat.

Awalnya Colton adalah anak biasa yang penakut dan selalu ingin ditemani sang ayah bahkan ketika hendak memagang tarantula pun dia tidak berani. Namun si kecil mengalami perubahan luar biasa setelah memasuki pengalaman ‘near death experience’ dan pergi ke surga serta melihat Yesus.

Pengalaman itu terjadi kala ia menjalani operasi usus buntu yang tiba-tiba pecah sepulang berwisata bersama Ayah (Todd Burpo), ibu (Sonja Burpo), dan Kakak perempuannya (Cassie).

Todd (Greg Kinnear) dan Sonja (Kelly Reilly) terpukul atas kejadian yang menimpa buah hatinya yang tiba-tiba sakit kritis dan harus operasi. Pergulatan batin dialami oleh kedua orang ini.

Sonja segera menelpon teman gerejanya Nancy Rawling (Margo Martindale) memintanya untuk memberitahu semua jemaatnya untuk mendoakan putranya yang sedang kritis. Sementara Todd sang ayah, yang adalah pastor (pendeta) di wilayah mereka tinggal, justru berteriak protes kepada Tuhan, karena tidak ingin Tuhan mengambil nyawa putra bungsunya.

Namun, operasi Colton berjalan lancar dan Colton selamat. Sepulang dari rumah sakit tak ada yang aneh dari diri Colton. Namun tiba-tiba Colton bercerita kepada Todd tentang seorang malaikat yang bernyanyi saat dia dioperasi. Calton juga bercerita bahwa di bisa melihat dokter yang sedang mengoperasinya, tentang ayahnya yang protes dan marah pada Tuhan.

Colton juga berbicara tentang pengalamannya saat pergi ke surge dan melihat Yesus. Di Surga dia melihat banyak warna, banyak orang, dan banyak binatang. Sosok Yesus yang memiliki mata berwarna biru kehijauan dan Yesus yang memiliki kuda juga dikenalinya.

Sebagai seorang pendeta yang berbicara ribuan kali tentang surga, Todd rupanya tidak begitu saja mempercayai ucapan putranya. Dia bahkan datang ke psikiater untuk menyakinkan bahwa anaknya hanyalah mengalami halusinasi. Namun usaha tersebut gagal.

Pertentangan batin terus dialami Todd. Sampai-sampai dia tak bisa berkotbah karena di satu sisi dia tidak percaya akan surga yang diceritakan anaknya, sementara dia sendiri adalah pewarta kabar surgawi.

Tidak hanya Todd, Sonja dan semua jemaat bahkan dewan gereja tempat Todd melayani juga tak percaya. Dan mengancam untuk mencari pendeta pengganti Todd. Karena bagi dewan gereja kisah yang dialami putra Todd sebagai sebuah ancaman terhadap iman jemaat di situ.

Namun semuanya berubah tatkala Colton menghadiri acara pemakaman salah satu jemaat Todd yang meninggal. Colton tiba-tiba bercerita tentang kakek Todd yang telah meninggal 30 tahun sebelum Todd lahir. Colton mengatakan kepada Todd bahwa Pop (panggilan kakek Todd) baik-baik saja di surga.

Todd terhenyak. Todd sangat mencintai kakek yang tidak pernah ia kenal. Alasan mengapa dia menjadi seorang pendeta adalah karena ia ingin supaya kakeknya yang tak pernah mengenal Yesus bisa masuk surga.

Setibanya di rumah Todd menunjukkan foto kakek dan bertanya kepada Colton, apakah wajahnya seperti yang dilihatnya. Namun Colton menggeleng dan mengatakan di surga tidak ada yang memakai kaca mata, di surga tidak ada orang tua. Lalu Todd menunjukkan foto kedua dan Colton pun mengangguk. Foto sang kakek yang dilihatnya persis dengan muka kakek buyut Colton saat masih kanak-kanak.”Di surga tidak ada orang tua,” katanya.

Sejak saat itu Todd mulai percaya dengan apa yang diceritakan putra bungsunya. Tapi berbeda dengan Sonja yang tetap menganggap apa yang diceritakan putranya itu adalah karena bentuk kekaguman kepada Todd dan tokoh-tokoh hero lainnya. Dan suatu ketika saat Sonja sedang merapikan pakaian bersama Colton, bocah kecil ini tiba menanyakan apakah dia memiliki kakak perempuan.

Sonja menjawab yau, Cassie adalah kakak perempuan Calton. Namun, sambil melipat pakaian Colton pun berkata bahwa bukan Cassie yang dia maksudkan, tapi kakak perempuan yang telah meninggal saat di kandungan mamanya. Colton bercerita bahwa Yesus mengajaknya untuk bertemu dengan seseorang perempuan berambut persis mamanya dan berwajah mirip Cassie.

Sonja sontak terkejut dan menangis. Ia langsung memeluk putra bungsunya. Todd yang sejak tadi berada di belakang Calton menghampiri, memeluk keduanya dan makin percaya dengan kisah surga putra kecilnya itu.

Di hari Minggu, Todd akhirnya diperbolehkan berkotbah lagi oleh dewan gereja. ia pun bersaksi di depan jemaatnya. Gereja penuh oleh umat dan wartawan yang sejak lama menunggu ingin menulis pengalamana Colton pergi ke surga.

Todd dengan lantang mengakui bahwa ia percaya surga itu ada seperti yang digambarkan anaknya, Colton. Surga, juga bisa kita rasakan saat hadir bayi dalam keluarga kita atau kawan yang menemani di kala kita sedang dirundung duka. Sungguh itu memang sungguh nyata adanya.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.