Surat Cinta dari Tuhan (2)

(sambungan)

Hal tersebut disinggung Paulus pada suatu kali. “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.” (Roma 1:20). Daud begitu mengagumi apa yang ia lihat, sehingga ia pun berkata “Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya!” (Mazmur 104:31).

“Biarlah Tuhan bersukacita karena perbuatan-perbuatanNya, lewat ciptaan-ciptaanNya..” kata Daud. Seharusnya surat cinta dari Tuhan membuat kita merasa berharga dan dicintai, dan itu seharusnya membuat Tuhan pun bersukacita. Tapi melihat apa yang terjadi hari-hari ini rasanya tidak akan bisa membuat Tuhan tetap bisa bersukacita lewat ciptaan-ciptaanNya. Lihatlah bagaimana manusia terus saja merusak kelestarian lingkungan. Buang sampah sembarangan, sungai-sungai tercemar limbah industri dan buangan dari rumah-rumah pemukiman penduduk, asap yang keluar dari knalpot kendaraan dan pabrik-pabrik, penebangan liar, semua itu merusak segala keindahan yang Tuhan sediakan bagi kita. Kerusakan lingkungan membuat dunia ini semakin lama semakin rusak.

Manusia yang diciptakan Allah secara istimewa ternyata tidak menghargai dan mensyukuri surat cinta dari Tuhan. Mereka membuang dan merobek-robek surat cinta itu. Selain merusak lingkungan, menghancurkan ekosistem dan lain-lain, manusia pun masih sanggup saling membinasakan. Padahal semua manusia ini ciptaan Tuhan, yang berharga dimataNya. Tapi di mata sesama manusia, nyawa itu tidaklah penting, letaknya masih sangat jauh di bawah ego dan kepentingan diri sendiri. Dia sudah begitu baik dengan menganugerahkan keselamatan kepada kita lewat Kristus, tapi kita begitu sulit untuk sekedar menghargai kebaikanNya.

Segala yang ada di alam semesta merupakan ciptaan Tuhan yang luar biasa indahnya. Itu adalah anugerah yang amat besar yang telah ia sediakan sebelum Dia menciptakan manusia, agar ketika manusia hadir, keindahan itu bisa dinikmati secara langsung. Tuhan menyatakan bahwa apa yang Dia ciptakan adalah baik. Tanaman, pohon-pohon berbuah, tunas-tunas muda, itu diciptakan dengan baik (Kejadian 1:11-12). Matahari, bulan dan bintang, cakrawala, semua itu diciptakan Tuhan dengan baik. (ay 14-18). Segala jenis hewan, baik burung-burung di udara, ikan-ikan di laut dan hewan-hewan darat, semua Dia ciptakan dengan baik. (ay 20-22). Dikatakan bahwa bumi beserta segala isinya adalah milik Tuhan (Mazmur 24:1), tapi otoritas untuk menguasai diberikan kepada kita. (Kejadian 1:28).

Menguasai bukanlah berarti bahwa kita boleh bertindak semena-mena dan merusak seenaknya tapi justru sebaliknya, kita diminta untuk menjaga dan melestarikan alam dan lingkungan hidup. Tuhan menitipkan itu semua kepada kita. Idealnya kita bersyukur. Idealnya kita bersukacita bersama-sama dengan Tuhan menikmati segala keindahan itu. Tapi apakah kita sudah melakukannya? Apakah Tuhan bisa bersukacita atas segala ciptaanNya hari ini? Apakah surat cinta dari Tuhan itu sudah kita tanggapi dengan sepantasnya?

Surat cinta dari Tuhan ada disekitar kita dan bisa kita saksikan kapan saja. Saya bersyukur jika hari ini masih bisa melihat dan menikmati keindahan alam dan berkat-berkat Tuhan lainnya. Pertanyaannya, apakah anak cucu kita kelak masih bisa menyaksikannya? Tuhan menitipkan milikNya kepada kita untuk dikelola, dijaga, dilestarikan dan dikembangkan. Jika kita mau melakukannya, disanalah Allah akan bersukacita melihat seluruh ciptaanNya di muka bumi ini dapat saling bekerjasama dalam menghormati hasil karyaNya yang agung. Surat cinta dari Tuhan seharusnya bisa membuat kita punya semangat untuk melakukan yang terbaik bagiNya, dan Sang Pengirim surat cinta pun bisa berbangga hati dan berbahagia melihat bagaimana kita meresponnya. Mari kirimkan kembali surat cinta kepada Tuhan lewat cara hidup kita yang menyukakan hatiNya.

Nikmati dan hargai surat cinta dari Tuhan secara benar

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.