Sumber Daya bagi Iman (2)

(sambungan)

Yang Paulus jelaskan sesungguhnya tidaklah sulit untuk dicerna. Apa yang memiliki arti, yang penting, bukanlah berbagai tata cara, ritual dan sejenisnya, melainkan kasih. Kata “iman yang bekerja oleh kasih” dalam versi bahasa Inggris amplified-nya dijabarkan dengan “…faith activated and energized and expressed and working through love.” Iman diaktivasi, diberi tenaga dan diekspresikan lewat kasih. Jadi setelah benih-benih Firman Tuhan mulai menghasilkan tunas dan buah, kita harus memiliki sebuah sumber daya yang bisa menggerakkan iman agar tetap bekerja dalam hidup kita. Dan sumber daya itu ialah kasih.

Apa yang terjadi jika tidak ada kasih dalam diri kita? Tanpa kasih iman akan segera kehilangan motor yang mengaktivasi atau menjalankannya. Iman tidak lagi memiliki aliran energi yang bisa membuatnya hidup atau menyala. Lalu lihat pula bagaimana efeknya dalam hidup kita. Jika kita hidup tanpa kasih, tidak perlu waktu lama untuk kita kemudian mengalami degradasi moral dan spiritual. Kita akan mudah membenci, dendam, iri kepada orang lain. Kita akan menjadi orang yang tidak punya empati dan akan tega mengorbankan orang lain demi kepentingan sendiri. Dan ini akan menjadi pintu masuk bagi begitu banyak perbuatan jahat lainnya, seperti yang dikatakan dalam Yakobus 3:16 “Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.” Bayangkan apabila hidup kita menjadi sebuah tempat bermain yang mengasyikkan bagi iblis untuk memasukkan segala hasutan jahatnya. Menghancurkan kita dan menghancurkan orang lain. Menghancurkan peradaban dan menghancurkan kesempatan kita untuk menerima keselamatan yang kekal. Lihatlah betapa berbahayanya hidup tanpa didasari kasih.

Perhatikanlah bahwa kasih termasuk salah satu buah Roh (Galatia 5:22) dan segala keinginan daging akan selalu berlawanan dengan keinginan Roh. (ay 17). Artinya ketika kita hidup tanpa kasih dan memilih untuk memuaskan keinginan-keinginan daging, maka iman tidak akan ada lagi bekerja di dalam hidup kita. Jika itu yang terjadi maka kita akan terus dikuasai oleh hal-hal yang merugikan bahkan mematikan. “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut” (ay 14).

Sebuah kesimpulan akan pentingnya kasih disampaikan pula oleh Petrus. Katanya: “kasih bisa menutupi banyak sekali dosa” (1 Petrus 4:8). Kalau begitu kasih merupakan sumber daya iman yang akan menghindarkan kita dari banyak sekali dosa, sehingga dengan demikian kita terhindar dari maut dan tetap bisa berjalan menuju keselamatan yang telah dianugerahkan Tuhan lewat Kristus.

Ini saatnya bagi kita untuk memeriksa apakah kita mendengar dan membaca Firman Tuhan secara teratur hingga iman sudah timbul dalam diri kita, apakah kita sudah menerapkannya dalam kehidupan kita, lalu memastikan apakah kabel kasih masih terpasang dalam diri kita agar bisa mengalirkan sumber daya bagi iman tersebut untuk terus hidup, bertumbuh dan bekerja. Kasih merupakan esensi dari seluruh Firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab, kasih merupakan dasar Kekristenan. Oleh karenanya jauhi hidup tanpa kasih agar iman yang ada pada kita bisa hidup dan bekerja dengan baik.

Kita tidak akan bisa berharap hidup dengan iman tanpa memiliki kasih

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.