Stres?

Ayat bacaan: Mazmur 116:7
======================
“Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.”

Stres? Depresi? Itu sudah menjadi bagian hidup manusia sejak dulu, tapi tampaknya sekarang semakin berat dan semakin banyak pula orang yang terserang penyakit ini. Beban pekerjaan, krisis-krisis yang membuat kita harus berpacu seperti kuda agar bisa memenuhi kebutuhan yang terus meningkat dan bertambah baik dari harga maupun jumlah bisa dengan mudah membuat kita stres. Persoalan bertimbun dan tidak kunjung beres, belum selesai satu, tiga lagi sudah muncul. Orang jahat ada di mana-manamembuat jiwa kita resah. Segala ketidakpastian akan pekerjaan, kesehatan, kehidupan dan hari depan jika kita melihat kejamnya dunia bisa membuat kita gelisah. Biaya hidup melambung? Sulit keuangan? Terlilit hutang? Bingung mencukupi biaya sekolah anak? Menghadapi ujian kenaikan kelas? Skripsi agar lulus? Lantas kemana harus cari kerja? Tuntutan orang tua agar menikah? Harus cepat punya anak? Karir? Semua itu pun membuat jiwa tak tenang. Ada begitu banyak orang yang menjadi sulit tidur karena terlalu banyak pikiran. Di lain pihak, ada pula yang begitu bangun pagi sudah langsung diserang stres dan kekalutan membayangkan tumpukan pekerjaan yang harus dibereskan hari ini. Jika kita biasakan stres merajalela dalam hidup kita, hal kecil dan sepele sekalipun bisa mendatangkan kekalutan. Jika dibiarkan, stres bisa membuat kita sakit bahkan bisa membunuh dengan cepat.

Menariknya, Pengkotbah sudah menyatakan betapa pentingnya ketenangan jiwa dan pikiran dalam hidup ini. Itu bahkan jauh lebih penting dari usaha mati-matian kita untuk memenuhi segala kebutuhan hidup yang bisa malahan akan membuat semuanya sia-sia kalau dilakukan dengan jiwa yang tidak tenang. Bacalah ayat berikut ini: “Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.” (Pengkotbah 4:6). Bagaimana caranya menjaring angin? Itu akan menjadi perbuatan yang sia-sia saja. Setiap manusia, setiap saat, bisa bertemu dengan masalah. Dan itulah hidup. Tidak ada manusia yang tidak pernah kena atau bertemu masalah. Hidup tidak akan selalu mudah, justru yang sering keras dan berat. Kalau begitu, stres bisa menghampiri kita kapan saja.

Ingatlah bahwa mau stres/depresi atau tidak, itu bukan tergantung dari keadaan, situasi dan kondisi terkini, tapi merupakan pilihan yang bisa kita tentukan. Kita bisa memilih untuk memanjakan stres atau menolaknya. Itu ada di tangan kita. Amsal berkata “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. (For as he thinketh in his heart, so is he.)” (Amsal 23:7). Apa yang kita pikirkan, itulah yang terjadi. Kita stres, maka kita stres. Kita sedih atau galau, maka demikianlah kita.

Kalau menyerah pada keadaan atau memilih untuk tersiksa oleh masalah, kita pun akan terbelenggu olehnya. Tapi jika kita memilih untuk menyerahkan segala perkara kepada Tuhan, Dia sanggup mengulurkan tanganNya, yang tidak pernah kurang panjang untuk melepaskan kita, memberi kita kekuatan, memulihkan kita, menyegarkan dan memberikan ketenangan pada jiwa kita. Rasul Paulus berkata “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13). Atau dengarlah apa kata Nahum, “TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya” (Nahum 1:7). Tidak ada satupun yang tidak bisa dilakukan Tuhan, tiada yang mustahil bagiNya. (Lukas 1:37). Jika burung pipit saja ada dalam kehendak Bapa, mengapa kita yang begitu dikasihi dan istimewa bagiNya harus kuatir? Yesus dengan tegas berkata “Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” (Matius 10:31).

Ada begitu banyak lagi janji perlindungan Tuhan yang siap melepaskan kita dari kesesakan dan memberikan kita kelegaan, memulihkan kelelahan jiwa kita dan kembali menyegarkannya dengan damai sukacita berlimpah. Kita bisa memilih stres, atau memilih untuk tidak tenggelam pada masalah dan penderitaan tapi memutuskan untuk memandang kepada Tuhan dalam keadaan apapun. Tuhan sudah mengingatkan kita bahwa stres atau bersukacita itu tergantung dari keputusan kita, bahkan kita bisa memerintah hati atau jiwa kita untuk kembali tenang. Pemazmur sudah menunjukkan hal itu. “Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.” (Mazmur 116:7). Dalam bahasa Inggris dikatakan “Return to your rest, O my soul, for the Lord has dealt bountifully with you.” Kembalilah beristirahat hai jiwaku, karena Tuhan begitu murah hati, memberi dengan berlimpah-limpah segala sesuatunya kepadamu.

Bagaimana kita bisa mengatasi semua kekhawatiran, kegelisahan atau ketakutan yang meresahkan jiwa kita? Kita harus memiliki iman yang benar-benar kuat bertumpu pada Kristus. “Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.” (Efesus 3:16-17). Diam dan berakar disebut dengan dwell (settle down, abide, make His permanent home) dan rooted deep. Untuk memulainya, kita bisa lihat tipsnya dari kitab Roma: “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17). Mulailah peduli dan mendengar firman-firman Tuhan baik-baik. Jika tubuh kita butuh makan agar tetap sehat dan kuat, roh kita pun butuh makan, yang bisa diisi dengan firman-firman Tuhan yang akan mampu menenangkan jiwa kita dari apapun bentuk masalah yang membuatnya resah. Yesus berkata: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Matius 4:4). Karena itu jagalah agar jangan sampai roh kita mengalami lapar dan dahaga, mengalami kekeringan sehingga jiwa kita menjadi gampang disusupi berbagai bentuk stres, depresi dan kegelisahan lainnya yang bisa mengancam hidup kita.

Jika hari ini ada diantara teman-teman yang mulai merasa sulit tidur dan gelisah akibat beban pekerjaan atau masalah yang sepertinya tidak punya jalan keluar, merasa kosong, atau mulai kehilangan arah dan tujuan dalam hidup, merasa stres dan depresi yang tidak kunjung reda, ini tanda-tanda bahwa roh anda mulai mengalami kekeringan. Oleh karena itu, isilah dengan firman Tuhan. Berakarlah dengan kuat dalam Kristus. Tuhan sendirilah yang akan memberi solusi dan kelegaan bagi anda. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28). Sadarilah bahwa masalah boleh saja datang, beban boleh berat, tapi kita tidak harus kehilangan sukacita karenanya, karena kita punya Allah yang luar biasa, yang mampu melakukan apapun. Disamping itu, sadari pula bahwa Tuhan begitu mengasihi kita. Daud bisa merasakan itu dan berkata “Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.” (Mazmur 62:6), dan dia pun bisa memerintahkan jiwanya untuk kembali tenang, sebab Tuhan telah berbuat baik pada jiwanya. (Mazmur 116:7). Jiwa anda resah? Perintahkan segera untuk tenang sembari terus mengisi diri dengan kebenaran, karena “di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.” (Yesaya 32:17). Sadari dan renungkan bahwa Tuhan itu baik, lalu ajak jiwa anda untuk kembali tenang.

Let your soul finds its rest in God

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.