Stanislaw Kardinal Rylko Berbincang dengan Orang Muda Katolik (OMK) Indonesia (1)

Pengantar Redaksi:

Berikut ini kami sampaikan naskah transkrip dan terjemahakan hasil wawancara tim OMK Indonesia dengan Ketua Dewan Kepausan untuk Kaum Awam Vatikan Stanislaw  Kardinal Rylko. Wawancara ini kami terbitkan dalam rangka kehadiran Kardinal Rylko pada event besar OMK Gathering 2013: The Joy of Indonesian Catholic Youth di Jakarta.

Redaksi Sesawi.Net mengucapkan terima kasih kepada Ibu Lucy Liando yang merekam percakapan penting dan kemudian menerjemahkannya. Juga kepada Sekretaris Komisi Kepemudaan KWI Romo Yohanes Dwi Harsanto Pr, Sdr. Gerard Thema dan Sdr. Willem Turpijn, anggota penting panitia OMK Gathering 2013, yang  telah mengirim naskah berharga ini.

——————–

Stanislaw Cardinal Rylko, President of the Pontifical Council for the Laity, Vatican

Pada kesempatan menghadiri OMK Gathering 2013: The Joy of Indonesian Catholic Youth di Jakarta, Sabtu 23 November 2013

Kaum muda Indonesia yang terkasih!

Saya sangat senang berada bersama dengan anda sekalian pada sore hari ini. Saya datang dari Roma, atau lebih tepat, saya datang dari Vatikan, dan saya adalah Ketua Dewan Kepausan untuk Kaum Awam – yakni Kantor Vatikan yang diberi kepercayaan oleh Bapa Suci untuk memperhatikan kaum awam beriman di seluruh Gereja, dan secara khusus kaum muda. Oleh karena itu, kamilah yang mengorganisir Hari Kaum Muda Sedunia.

OMK Gathering Jakarta 2013 bersama Kardinal Rylko

Saya ingin menyampaikan terima kasih atas kesempatan bertemu dan atas kesaksian iman;  iman yang penuh kegembiraan dan antusiasme. Gereja – khususnya Gereja Katolik Indonesia – sangat membutuhkan antusiasme. Saya menyampaikan selamat kepada para Uskup anda atas inisiatif “Hari Kaum Muda Indonesia” yang luar biasa ini. Pertemuan kita pada hari ini adalah bagaikan suatu jembatan diantara pertemuan kaum muda sedunia bersama dengan Paus Fransiskus di Rio de Janeiro dan kehidupan Gereja di sini di Indonesia, yang sepenuhnya terlibat untuk memperhatikan generasi muda.

Kaum muda yang terkasih! Saya membawa kepada anda suatu hadiah khusus, yakni salam dan berkat dari Paus Fransiskus, yang turut mendoakan anda masing-masing.

Untuk mengakhiri salam yang singkat ini, saya ingin menambahkan bahwa para organisator pertemuan ini telah menginformasikan kepada saya bahwa kalian ingin mengajukan kepada saya beberapa pertanyaan yang penting bagi anda.

Maka, saya ada di sini siap untuk menjawabnya secara bergilir.

Apakah kesan-kesan atau pikiran-pikiran pertama dari Yang Mulia ketika mendengar kata “Indonesia”?

Ini adalah kunjungan saya yang pertama ke negeri anda, tetapi kenyataannya saya bukannya sama sekali tidak mengenal Indonesia. Saya telah bertemu dengan para Uskup Indonesia beberapa kali ketika mereka berkunjung ke Roma dan ke kantor-kantor Vatikan setiap lima tahun (kami menyebutnya kunjungan Ad Limina). Atas cara ini, saya telah mendengar banyak hal secara langsung dari para Uskup tentang kehidupan Gereja anda di sini dan kehidupan negeri anda.

Indonesia adalah negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, tetapi ada tradisi-tradisi agama dan budaya lain seperti Hinduisme dan Budhisme. Sebagai orang-orang Katolik, anda adalah kelompok minoritas kecil, hanya sekitar tiga persen, tetapi anda adalah minoritas tanpa kompleks inferioritas (rasa rendah diri).

Orang-orang Katolik Indonesia bangga menjadi pengikut-pengikut Kristus dan mereka memberikan kontribusi besar untuk kehidupan negara yang luas ini. Mereka adalah sungguh-sungguh garam dunia dan terang dunia. Kontribusi Gereja Katolik untuk budaya Indonesia sangat berarti. Termasuk di dalamnya ialah banyak sekolah Katolik dan universitas Katolik yang sangat disegani. Hal ini mengatakan banyak tentang dinamisme Gereja Katolik.

Yang Mulia, peristiwa atau pengalaman hidup apa  di masa muda Yang Mulia, yang menghantar Yang Mulia merasa terpanggil untuk menjadi imam?

Sebagaimana anda tahu, saya adalah orang Polandia. Ketika saya masih muda, negara saya berada di bawah rezim komunis – suatu rezim ateis. Tidaklah mudah untuk mengungkapkan iman, tetapi saya pikir bahwa orang-orang muda menyenangi tantangan-tantangan dan ‘berenang melawan arus’ atau melawan kecenderungan (tren).

Kardinal Rylko and Indonesian Bishops in OMK Gathering 2013 edited

Maka, ketika sebagai orang muda saya mendengar Kristus memanggil saya untuk menjadi imam saya mengatakan ya kepada-Nya tanpa ragu-ragu. Saya mengatakan ya dengan kegembiraan besar, meskipun saya tahu bahwa menjadi seorang imam di negara saya pada waktu itu tidaklah mudah. Menarik untuk memperhatikan bahwa, dalam masa-masa sulit itu, banyak orang muda seperti saya dapat mengatakan ya pada panggilan Allah. Di Polandia pada waktu itu seminari-seminari penuh, dan sampai sekarang demikian: untuk hal ini saya berterima kasih kepada Allah.

Kaum muda yang terkasih! Panggilan kepada imamat dan hidup bakti adalah anugerah Allah bagi Gereja. Sebagaimana Yesus katakan kepada kita, panenan besar tetapi para pekerja sedikit. Yesus memanggil setiap rasul dengan namanya dan berkata: “ikutilah Aku!”.

Dewasa ini Ia terus menerus memanggil orang-orang muda untuk melayani Gereja dan Injil. Ia melakukan hal ini di Indonesia juga! Ia tentunya melakukannya demikian sekarang ini ketika saya berbicara…. Panggilan kepada imamat dan hidup bakti adalah suatu anugerah indah, tetapi juga sangat menuntut. Panggilan ini meminta banyak kemurahan hati dan khususnya cinta yang besar kepada Yesus.

Kaum muda yang terkasih, ketika anda mendengar suara Kristus yang memanggil anda dan mengatakan “ikutilah Aku”, janganlah takut untuk mengatakan “ya”. Jawablah seperti nabi yang berkata “Inilah aku, utuslah aku!” (Yesaya 6:8). Kristus membutuhkan anda dan Ia mengandalkan anda masing-masing. Gereja mengandalkan anda! (Bersambung)

OMK Gathering 2013 with Kardinal Rylko sisi samping edited

Photo credit:  Uskup Diosis Tanjung Selor (Kalimantan Utara) Mgr. Harjosusanto MSF, Uskup Diosis Bogor Mgr. Cosmas Michael Angkur OFM, Dubes Vatikan untuk Indonesia Mgr. Antonio Guido Filippazi, Kardinal Rylko dari Vatikan,  Uskup Diosis Timika (Papua) Mgr.John Philip Saklil  (Verby Holmes/Panitia OMK Gathering 2013)

Tautan:

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.