Spiritualitas Ignatian untuk Kaum Awam di Amerika Serikat (1)

SETELAH puluhan tahun mencari, akhirnya saya temukan program retret hening (silent retreat) di dekat rumah kami di Minneapolis, Minnesota, Amerika. Lewat internet saya ketemukan website Rumah Retret Jesuit Demontreville di pinggiran Danau Elmo. Tempat ini hanya sekitar 45 menit dari rumah kami ke arah utara. Websitenya: http://www.demontrevilleretreat.com

Retret hening ini dimulai pada hari Kamis, tanggal 23 Agustus dan berakhir pada hari Minggu, tanggal 26 Agustus setelah makan malam untuk kaum pria saja. Sebanyak 58 peserta dari berbagai umur mengikuti program ini. Lebih dari sepuluh orang dari peserta yang telah mengikuti retret hening ini setiap tahun selama lebih dari 20 tahun. Bahkan ada satu peserta, Mr. Wagner, yang telah menjadi peserta selama 57 tahun dan tak pernah absen.

Setelah makan malam pada hari Kamis, peserta tidak diperbolehkan bicara sampai pada acara makam malam hari Minggu. Program retret hening ini begitu diminati banyak orang dari berbagai latar belakang. Tidak semua peserta beragama Katholik.

Setiap tahunnya Rumah Retret Demontreville menyelenggarakan 47 program retret hening dan selalu penuh peserta. Jadi dalam setahun hanya lima minggu di mana rumah retret ini tidak dipakai untuk retret.

Program retret ini dikemas padat isi mencakup doa pagi, misa, doa malam, pengakuan, doa rosario, dan 14 renungan. Tema renungan antara lain: pentingnya keheningan, asas dasar dalam Latihan Rohani Santo Ignatius, pengabdian/service, mengenali kehendak Tuhan, sikap berbagi, dan menemukan kehadiran Tuhan dalam hidup sehari-hari.

Lokasi Retret

Rumah Retret Demontreville ini dimulai pada tahun 1948. Lahan seluas sekitar 750 m2 ini dulunya milik pengusaha kertas setempat. Selain bangunan utama untuk tuan rumah, ada lima rumah lain untuk para pembantu. Bangunan utama telah diubah menjadi kapel, kantor, ruang tamu, dapur dan ruang makan. Rumah-rumah pembantu diubah menjadi tempat tinggal perserta retret.

Saya tinggal di Rumah Loyola, kamar nomor 1 beserta 10 peserta lain. 

Taman di rumah retret ini terpelihara begitu rapi. Di salam satu bagiannya dirancang untuk doa jalan salib. Peserta bisa melakukan renungan di berbagai bagian taman. Tempat favorit saya untuk merenung adalah kursi hijau di pinggi danau. Kursi ini adalah donasi dari salah satu perserta retret.

Rumah retret ini dikelola oleh tiga pastor Jesuit yang juga bertugas sebagai pembimbing retret. Peserta bisa bertemu dengan pembimbing pada jam-jam yang ditentukan selama retret. Saya menggunakan kesempatan ini untuk memperkenalkan diri. Saya sangat terkejut ketika saya memperkenalkan diri dengan Rm. Osborne, ternyata romo yang masih muda ini mengenali Romo C. Kuntoro Adi SJ yang sekarang berkarya di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Ketika saya mendaftarkan diri, saya bertanya tentang biaya retret. Pihak penyelenggara tidak mau menyebutkan jumlah tertentu dan mengharapkan sumbangan. Ketika saya bertanya kepada beberapa peserta, mereka juga tidak memberi jawaban yang pasti. Memang program retret ini bersifat suka rela dan dikelola berdasarkan sumbangan. Tetapi perhitungan minimalnya adalah makan dan akomodasi selama tiga hari. (Bersambung)

Artikel terkait:

Spiritualitas Ignatian untuk Kaum Awam di Amerkia Serikat (2)

Loading...

Published by Renungan Iman Katolik

Merenungkan sabda Tuhan di saat hening di pagi hari akan menjaga hati dan pikiran kita dari kuasa roh jahat. Berkah Dalem...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.