Skolastikat SCJ Senantiasa Membangun Persaudaraan (2)

Kenduri bersama Masyarakat sekitar Skolastikat

SKOLASTIKAT SCJ di Jl. Kaliurang, Yogyakarta adalah  rumah pendidikan bagi para biarawan dan calom imam Hati Kudus Yesus (SCJ). Skolastikat SCJ ini berdiri sejak 23 Juni 1964 dan baru saja telah melangkah menginjak usia 50 tahun.

Perjalanan lima puluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Tentu banyak peristiwa dan pengalaman yang terjadi selama rentang waktu tersebut. Peristiwa dan pengalaman itu akan semakin memperkaya untuk terus berfleksi dan membarui diri.

Karena itu, momen lima puluh tahun adalah saat yang tepat untuk dikenang. Mengenang pengalaman di Skolastikat SCJ, tidak hanya bagi para frater, bruder dan romo yang pernah tinggal di rumah ini, tetapi juga bagi umat dan masyarakat di sekitar yang pernah berkunjung ke Skolastikat SCJ.

Dalam rangka perayaan syukur 50 tahun ini, Skolastikat SCJ mengadakan upacara kenduri bersama tokoh dan warga masyarakat sekitar, Senin (23/6). Hadir dalam upacara ini adalah Camat Ngaglik, H Suyuti, Lurah Sindhuharjo, Sudarjo, dan sejumlah warga masyarakat. Upacara ini menjadi tanda hubungan baik Skolastikat SCJ dan masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Drs H Suyuti memberi apresiasi bahwa kehadiran Skolastikat SCJ sebagai tempat pendidikan calon imam dan biarawan turut memberi warna dalam masyarakat sekitar melalui karya dan pelayanannya. Skolastikat SCJ sebagai tempat pendidikan calon imam tentu ingin menanamkan nilai-nilai yang baik, sehingga kelak para calon imam dapat melayani Gereja dan masyarakat dengan baik pula.

Merajut persaudaraan bersama lingkungan sekitar: Rektor Skolastikat SCJ Romo FX Priyo Widarto SCJ sedang memberikan sambutan saat kenduri bersama para warga sekitar skolastikat. (Dok. Skolastikat SCJ).

Untuk itu, beliau mengajak kepada seluruh warga Skolastikat SCJ agar tidak mudah terpancing oleh masalah-masalah yang terjadi selama ini, tetapi bersama-sama membangun persaudaraan di tengah masyarakat. Di tengah tantangan pluralisme masyarakat, ia berharap agar saling mengedepankan sikap menghormati dan menghargai satu sama lain.

Kesadaran akan realita dan tantangan zaman ini hendaknya menggerakan dan mendorong semua orang, terutama warga Skolastikat SCJ untuk turut menjaga dan mengembangkan persaudaraan di tengah masyarakat. Skolastikat SCJ merupakan bagian dari masyarakat. Dan karenanya memiliki tanggungjawab untuk ikut memelihara persaudaraan dan kerukunan di tengah masyarakat setempat. Membangun persaudaraan adalah sebuah keharusan di tengah tantangan pluralisme masyarakat saat ini. Karena itu, tanggungjawab ini menjadi tugas dan panggilan siapa saja yang hidup di tengah masyarakat.

Kehadiran Skolastikat SCJ di Yogyakarta selain merupakan tempat pendidikan calon biarawan dan imam, juga ingin berbagi spiritualitas bagi masyarakat sekitar. Realitas dan tantangan zaman ini hendaknya membuka kesadaran Skolastikat SCJ dipanggil untuk menjadi pewarta dan pelayan perdamaian. Dipanggil menjadi nabi cinta kasih dan pelayan perdamaian di tengah masyarakat adalah salah satu ajakan untuk terus-menerus dihidupi oleh para penghuni Skolastikat SCJ. Semangat hati yang terbuka kepada dan bagi siapa saja hendaknya dihayati oleh warga Skolastikat SCJ.

Keterbukaan itu nampak dalam kerja sama dengan masyarakat sekitar, misalnya Skolastikat SCJ menampung para pengungsi erupsi Merapi 2010 yang lalu. Keterbukaan itu menunjukkan bahwa Skolastikat SCJ ingin membangun persau-daraan di tengah masyarakat dan membagikan semangat kasih kepada siapa saja.

Karena itu, momen 50 tahun mesti menjadi saat untuk semakin mengeratkan tali persaudaraan dan membangun cita-cita bersama, saat untuk mengevaluasi dan melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan dan mengusahakan apa yang perlu untuk kehidupan bersama. Semoga nilai-nilai yang sudah berkembang diteruskan, sehingga semakin banyak orang dapat mengalami kasih dan persaudaraan. Proficiat untuk Skolastikat SCJ.

Tautan:  50 Tahun Skolastikat SCJ: Siapkan Nabi-nabi Cinta Kasih (1)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.