Silaturahmi, Kunjungan Penuh Berkah: Yesus Kunjungi Keluarga Marta

stmarta33

Selasa 29 Juli 2014, PW St. Marta
Yeremia 14:17-22; Mzm 79:8.9.11.13; Yohanes 11:19-27 atau Lukas 10:38-42
 
PROFICIAT  atas pesta nama Ibu Martha E. Driscoll, Abdis Pertapaan St. Perawan Maria Bunda Pemersatu, Gedono, Salatiga, Jawa Tengah.

“Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.” (Lukas 10:38)

Sosok pribadi Yesus sangat inspiratif dan luar biasa istimewa dalam hal silaturahmi. Dari Injil Lukas yang kita pilih untuk permenungan hari ini, kita berjumpa dengan Yesus yang ternyata biasa datang dan bersilaturahmi di rumah Marta dan keluarganya.

Kunjungan dan kehadiran Yesus dalam keluarga Marta berbuah berkah yang luar biasa istimewa saat Yesus membangkitkan Lazarus, bahkan sudah tiga hari dimakamkan seperti yang diwartakan dalam Injil Yohanes. Yesus menyatakan jatidir-Nya, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yohanes 11:25).

Silaturahmi, kata ini penuh makna pada hari-hari ini bersama dengan saudari-saudara kita umat Islam yang sedang merayakan kemenangan setelah sebulan menjalani puasa di Bulan Ramadhan. Ya, Hari Raya Idul Fitri 1435 H, di negeri ini ditandai dengan semangat silaturahmi. Entah itu silaturahmi yang bersifat politis maupun agamis tetapi juga populis.

Silaturahmi politis dilakukan oleh para elite politik. Silaturahmi agamis dihayati oleh umat Islam yang saling berkunjung untuk mensyukuri hari raya Idul Fitri. Silaturahmi yang senada menjadi populis karena melibatkan banyak orang yang meskipun tidak menjalani ibadah puasa dan juga bukan umat Islam melainkan ikut bergembira dan bersilaturahmi dalam rangka Idul Fitri. Yang terakhir ini juga merupakan aspek interreligius dalam.

Silaturahmi hari raya Idul Fitri tak lagi terbatas untuk umat Islam tetapi juga umat beragama lain. Bahkan, sebagai seorang imam dan pastor Katolik pun, saya menerima sms, bbm, dan pesan ucapan “Selamat Hari Raya Idul Fitri… Mohon maaf lahir dan batin…” Ucapan itu datang dan diberikan kepada saya, baik dari para sahabat seiman (umat) maupun para sahabat yang beragama Islam.

Silaturahmi ini, apa pun arasnya: politis, agamis dan populis, selalu mendatangkan pengharapan baru bangkitnya semangat hidup yang bersaudara. Orang-orang yang belum saling kenal pun bisa dipertemukan dalam silaturahmi ini. Bahkan yang saling bermusuhan bisa saling berdamai dalam rangka rekonsiliasi satui terhadap yang lain.

Saya pun bersilaturahmi. Berkeliling mengunjungi pihak-pihak tertentu yang merayakan Idul Fitri. Silaturahmi ke Walikota Semarang dan Gubernur Jateng. Silaturahmi ke para sahabat Muslim, para ulama, tokoh agama, ke Pak RT dan bahkan ke pengurus Masjid terdekat dengan pastoran tempat saya tinggal. Warga sekitar pastoran pun turut tersapa dengan jabat tangan erat penuh kasih sambil mengucapkan, “Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal aidin wal faizin… Mohon maaf lahir dan batin…”

“Saya merasa tersanjung dan bangga bahagia atas sapaan dan kunjungan yang Romo berikan ini. Romo bahkan berkenan rawuh di rumah saya yang seperti ini.” Itulah kalimat-kalimat yang persis sama yang diucapkan oleh Pak Yitno, Ketua RT Kulitan dan juga Pak Yeni, pengurus Masjid kulitan yang saya kunjungan kemarin malam (28/07) di rumah mereka masing-masing. Mereka berdua bahkan turut membantu mengangkat tubuh saya yang susah payah berdiri setelah duduk bersila di lantai rumah mereka.

Dalam silaturahmi, pengharapan baru dibangun juga dalam spirit solidaritas dan kesetiakawanan antarpribadi yang saling bersilaturahmi. Persahabatan ditingkatkan. Persaudaraan diteguhkan. Persatuan diperkokoh.

Adorasi Ekaristi Abadi dalam arti tertentu merupakan silaturahmi. Adorasi Ekaristi Abadi adalah silaturahmi rohani, kunjungan penuh hormat dan sembah sujud kita di hadirat Tuhan Yesus Kristus yang hadir dalam Sakramen Mahakudus. Silaturahmi rohani ini berbuah damai-sejahtera bagi sesama dan semesta yang Kita bawa dalam doa-doa kita.

Tuhan Yesus Kristus, terima kasih dan syukur bagi-Mu sebab Engkau berkenan hadir di tengah-tengah kami, dan kami boleh mengunjungi Engkau dakam sembah sujud kami. Semoga kehidupan baru yang lebih adil, rukun, sejahtera dan bersaudara terwujud dalam kehidupan bersama, kini dan selamanya. Amin.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.