Sikap Mawas Diri Dalam Mempersiapkan KedatanganNya

MENANGGAPI kekaguman orang-orang terhadap keindahan Bait Allah, Yesus mengatakan kepada para muridNya bahwa kelak tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.

SabdaNya pada hari ini menyadarkan kita bahwa tidak ada yang abadi di dalam dunia ini. Bait Allah hanyalah sebuah karya manusia yang akan hancur pada masanya; begitu pula dengan hidup kita yang akan mengalami kematian. Dalam menjalani masa penantian ini, Yesus meminta kita agar bersikap mawas diri:

Senantiasa introspeksi diri, apakah selama ini sudah menapaki jalan yang benar, yang mengarah pada keselamatan. Bila menyimpang, segera bertobat dan kembali ke arah yang benar.Waspada, tidak mudah terpedaya dan disesatkan oleh orang-orang yang berpenampilan saleh dan memiliki karisma, yang mengaku dirinya sebagai Mesias.Jangan percaya kepada ramalan-ramalan tentang akhir zaman, karena hanya Bapa yang mengetahui kapan saatnya tiba

Mari jalani hidup ini dengan selalu beriman teguh dan berpengharapan penuh kepadaNya, tetap setia meniti jalanNya meski berbagai gelombang dan badai menerpa biduk kehidupan kita, dan berjuang untuk hidup kudus yang tentunya menuntut banyak pengurbanan dari kita. Semoga dengan kesetiaan kita melakukan semua yang berkenan kepadaNya, kelak kita layak menerima keselamatan kekal daripadaNya.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.