Siapakah Yesus Bagiku ? (3)

Ia memeluk dan menangis bersamaku. Dengan berat aku melepaskan tali perahuku. Ku lepaskan semua rasa khawatir itu dari hatiku, ku taruh hak atas masa depanku di tanganNya. Aku tidak tahu bagaimana masa depanku, sambil menangis aku menatapNya dan berkata: “Jadilah nahkoda dalam perahuku dan marilah kita berlayar!”

Para murid ingin mengikuti Messias politik yang memberi jaminan kekuasaan, keamanan dan kemakmuran. Mereka berharap boleh duduk santai di kapal keselamatan yang tertambat aman di pantai yang tenang. Kita juga mungkin ingin seperti itu juga. Tetapi bukan kah yang sering terjadi, kita berada di kapal yang sedang berlayar jauh di tengah laut dengan ombak dan gelombang menggelora, tanpa kita tahu arah dan bagaimana menyelamatkan diri kita?

Dan lebih celaka lagi, kita berjuang sendirian, tanpa menghadirkan Yesus dan minta agar Ia memegang kendali perahu keselamatan kita. Dimana pun kita; di tengah ombak atau di pantai teduh, biarkan Kristus memegang kendali dan mengarahkan perahu kita. Tugas kita hanya memilkul salib mengikuti Dia. Jika kita berani memikul salib kehidupan kita bersama Dia, maka Tuhan Yesus yang berjalan di depan kita, akan memperlihatkan kuasa dan kebesaranNya, mengalahkan badai dan meredakan gelombang.

Tuhan Yesus tidak ingin kita sekadar merasa aman dan puas tanpa punya semangat juang dan iman yang teguh. Tuhan Yesus ingin, dengan mengajak kita memikul salib mengikuti Dia, agar iman dan kedekatan kita tumbuh dalam perjuangan bersama Dia. Bagi Tuhan Yesus, aku  adalah yang dikasihiNya dan dipeliharaNya agar tumbuh mantap, dewasa dan penuh percaya kepadaNya. Siapa Dia bagiku? Yang harus membantu dan membebaskan aku? Atau yang ingin kuikuti karena percaya dan kasih kepadaNya? Amin. selesai

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.