Siapa Punya Niatan Mencelakakan Malaysian Airline MH370? (4)

< ![endif]-->

“BAIKLAH, selamat malam.”

Begitulah kalimat terakhir yang didengar para penumpang di dalam kabin nan luas pesawat Malaysian Airlines MH370 rute penerbangan Kuala Lumpur menuju Beijing yang tiba-tiba hilang di telan waktu pada hari Sabtu dinihari tanggal 8 Maret 2014 lalu.

  • Pertanyaannya, siapa yang menyapa hangat para penumpang dengan rangkaian kalimat “Baiklah, selamat malam.” itu?
  • Pertanyaan lanjutannya: itu suara kapten pilot pesawat atau datang dari kopilot yang duduk di sampingnya?
  • Atau jangan-jangan sapaan hangat itu malah datang dari mulut orang lain yang tak berhak menyapa namun berhasil menyusup masuk di ruang kokpit dan kemudian duduk bersama pilot dan kopilot?
  • Pertanyaan keempat yang bisa kita ajukan: apa yang terjadi sebenarnya di ruang kokpit pesawat Malaysian Airlines dengan kode MH370  itu?

Berbagai pertanyaan kritis ini sekarang mengemuka di benak kita. Ini wajar, setelah muncul kabar bahwa kopilot yang masih sangat muda belia itu –baru berumur 27 tahun— ini adalah partner terbang pertama kali bagi sang kapten pilot Zaharie Ahmah Shah.

Capt. Zahari, kini berumur 53 tahun– sudah memilik jejak rekam terbang selama ratusan ribu.

Rekam jejak

Capt. Zaharie sudah mengantongi jam terbang 18.365. Selain menjadi pilot untuk pesawat jumbo, dia juga dikenal sebagai instruktur terbang alias dosen penerbangan bagi para kadet pilot.

Dunia penerbangan jelas mengetahui benar tugas dan tanggungjawab pilot dan kopilot: menerbangkan, mengemudikan dan mendaratkan pesawat dengan selamat . Juga  di sepanjang jam penerbangan itu, mereka diwajibkan selalu ‘lapor diri’ kepada menara pengawas lalulintas udara (air traffic control/ATC yang berbasis di darat) tentang kondisi dan rute penerbangan: ketinggian pesawat, daya jelajah, kecepatan, kondisi cuaca, gangguan teknis kalau ada/ditemui.

Malaysian airline MH370 dan foto selfie 2

Jonti Roos (kedua dari kanan) mengaku diri dan teman karibnya Jaan Maree (kiri tengaht) pernah dijawil boleh masuk ke kokpit pesawat oleh Fariq Abdul Hamid, kopilot pesawat Malaysian Airlines MH270 (paling kanan) dalam sebuah penerbangan dari Thailand menuju Malaysia. (Courtsesy of DailyMail)

Pokoknya, demi safety, apa pun harus tetap dikomunikasi dengan ATC dan rekam jejak percakapan inilah yang terekam dalam kotak hitam yang biasa disebut black box.

Dari dunia virtual internet, begitu laporan CCN terakhir, menyebutkan bahwa Capt. Zaharie Ahmad Shah punya hobi yakni membuat simulator kokpit yang sering disebut FSX atau FS9. Dalam sebuah tayangan video bulan November 2012 hasil kiriman pecinta penerbangan dari Jerman dengan kode “X-sim.de”, prototipe simulator dengan 6 layar monitor itu ditayangkan.

Konon, kata Herr X.sim ini, itu karya asli Capt. Zaharie.

Masuk kokpit

Tentang sosok kopilot yang masih muda dan bernamaFariq Ab Hamid, CNN punya cerita kalau  koresponden seniornya Richard Quest pernah terbang bersama dia . Menurut pengakuan pilot senior sekaligus instruktur terbangnya, kemampuan Fariq mendaratkan  pesawat jumbo itu sangat memuaskan dan pendaratan bisa berjalan sangat mulus.

Farid bergabung masuk dengan Malaysian Airlines (MAS) pada tahun 2007 dan sejak itu telah mengantongi jam terbang 2.763.  Setelah dinyatakan lulus dari training terbang dengan simulator, Fariq mendapat lampu hijau untuk bergabung dengan kru Boeing 777-200ER.

Berbeda dibanding Capt. Zaharie yang tak banyak bisa dikorek publik, Fariq merupakan sosok yang berbeda.

Seorang penumpang perempuan berambut pirang dari Belanda bernama Jonti Roos sekali waktu malah mendapat jawilan dari Fariq untuk boleh melihat ‘isi perut’ kokpit. Itu terjadi dalam penerbangan dari Thailand menuju Malaysia dimana –seturut CNN— Jonti malah mendapati ‘pemandangan sangat tidak lazim’ di dalam kokpit pesawat: Fariq dan kapten pilotnya merokok di dalam kokpit.

Sebelumnya, Jonti Roos malah menyempatkan diri ikut berfoto selfie bersama kedua awak pesawat itu.

Sejak kasus penabrakan pesawat terhadap Menara Kembar pada Insiden 11 September 2001 silam, otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat dengan tegas menyebutkan, tindakan mengundang penumpang masuk ke dalam kokpit pesawat itu merupakan pelanggaran sangat serius karena bisa berpotensi mendatangkan ancaman terhadap safety penerbangan. Belum lagi ada kesempatan foto-foto dan tambahan satu lagi: merokok di dalam kokpit.

  • Lalu pertanyaan lanjutannya: siapakah yang dengan sengaja mematikan transponder sistem komunikasi pesawat itu?
  • Karena terletak di antara pilot dan kopilot, maka hanya dengan sedikit sentuhan telunjuk jari saja, transponder itu akan mati.
  • Mungkinkah kisah yang diceritakan Jostin itu membuka ‘peluang’ bagi orang lain lagi untuk bisa masuk ke dalam kokpit dan kemudian ‘membajak’ pesawat dan mematikan transpondernya?

Belum bisa terjawab. Namun sudah sangat jelas bahwa ada ‘seseorang’ telah mematikan sistem komunikasi pesawat itu. Itulah sebabnya,  sekalipun sejak kehilangan kontak dengan menara ATC di Sepang, Malaysia, pesawat MH370 masih terbang selama tujuh jam dan berhasil mengirim sinyal ‘ping’ kepada satelit.

  • Dan mengapa pesawat Malaysian Airlines kode penerbangan MH370 malah sengaja membiarkan diri tidak terlacak oleh radar?

Para pilot penerbangan sipil justru dilatih dan diwajibkan terbang mengikuti pantauan radar demi safety. Berbeda dengan para pilot pesawat militer dan apalagi jet tempur yang harus mampu membawa pesawatnya bebas dari pantauan radar, maka pilot sipil harus membiarkan pesawatnya terus bisa dipindai oleh ATC dan radar.

Nah, inilah misteri yang masih terselubung,

Photo credit: Jonti Roos yang pernah mendapat jawilan undangan dari Kopilot Fariq untuk melihat isi kokpit pesawat dalam sebuah penerbangan rute Thailand ke Malaysia (Ist/DailyMail)

Tautan:

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.