Setia Menebar Kasih Dan Kebaikan


ORANG Farisi dan ahli Taurat adalah orang yang selalu merasa paling benar, paling mengetahui seluk beluk hukum Taurat. Mereka tidak menyukai kehadiran Yesus yang mulai menggeser popularitas mereka; mereka takut suatu saat Yesus akan merebut kekuasaan mereka. Oleh sebab itu mereka selalu mengamati gerak-gerik Yesus untuk mencari-cari kesalahanNya. Bahkan mereka merekayasa kedatangan seorang yang sakit busung air di dalam suatu perjamuan makan, untuk memasang perangkap bagi Yesus.


Yesus mengetahui rencana mereka, namun demikian Ia tetap menyembuhkan orang yang sakit di hari Sabat. Ia lebih mengutamakan belas kasih daripada kepatuhan terhadap suatu hukum yang telah dipelintir maknanya oleh para pemuka agama demi kepentingan pribadi.


Lewat kisah pada hari ini, kita semua diajak untuk bersikap bijaksana dan bertindak benar. Jangan hanya gara-gara sebuah peraturan buatan manusia, keselamatan hidup seseorang dikurbankan. Mari ikuti jejak langkah Yesus, yang setia menebarkan kasih dan kebaikan, menghadirkan sukacita kepada siapa saja, terutama kepada mereka yang memerlukan uluran tangan kita. Lakukan semuanya dengan tulus, tanpa mengharapkan imbalan apapun.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.