Setia Hidup Di Dalam KasihNya


YESUS dianggap tidak waras oleh keluargaNya, karena Ia meninggalkan Nazaret, desa asalNya, untuk berkeliling memberikan pengajaran dan melayani orang-orang yang membutuhkan uluran tanganNya, tanpa mengenal waktu.


Kita mungkin juga mengalami hal yang sama; dianggap orang aneh ketika kita berusaha menerapkan ajaran kasihNya di dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita disebut sebagai orang yang:

lemah atau pengecut, saat kita mengampuni yang bersalah kepada kitasok suci, saat kita membalas kejahatan dengan kebaikancari muka, saat kita melayani dengan tulus

Tidak semua orang memberikan tanggapan positif atas pelayanan dan kebaikan yang kita lakukan, karena apa yang kita lakukan berbeda dengan norma-norma yang berlaku di dunia. Memang menyakitkan hati, terlebih bila komentar sinis dan pedas berasal dari anggota keluarga kita sendiri.


Namun hendaknya kita jangan berkecil hati dan mengambil langkah mundur. Senantiasa bersandar kepadaNya dan andalkan Dia, niscaya kita dimampukan untuk menghadapi semua penolakan dan tantangan yang ada dengan sabar, rendah hati dan penuh kasih.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: