SESAWI.NET 2014-11-11 18:19:32

mengusai diri

“Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita.” (Tit 2, 6-8)

SAAT dalam perjalanan, saya sering berpapasan dengan atau didahului oleh rombongan pengendara motor gede, dengan sirine yang berbunyi nguing, nguing. Rombongan ini bisa memacu kendaraan dengan cepat dan menguasai sebagian jalan raya.

Sebuah klub sepak bola sungguh terlatih dan unggul. Mereka kompak dan solid dalam permainan, sehingga lawan selalu terdesak. Klub ini memang menguasai lapangan. Sekelompok petani ramai-ramai ke sebuah lahan. Mereka mulai mengerjakan lahan dan menanaminya dengan berbagai tanaman. Mereka berusaha menguasai lahan kosong.

Para politisi atau wakil rakyat terpecah menjadi dua kubu. Masing-masing berusaha menguasai berbagai jabatan yang ada. Manusia rupanya punya kecenderungan kuat untuk menguasai sesuatu dimana mereka hidup. Banyak orang berhasil menguasai sebagian jalan raya, lapangan hijau, lahan kosong, jabatan atau hal lain.

Namun demikian, banyak orang juga gagal dalam menguasai diri sendiri. Mereka tidak mampu menguasai diri sepenuhnya, sehingga muncul konflik, pertentangan, pertengkaran, tawuran dan kekerasan lain.

St. Paulus mengajak orang muda untuk mampu menguasai diri dalam segala hal. Bahkan menguasai diri merupakan salah satu keutamaan yang juga diajarkan banyak agama. Apa saja yang harus dikuasai dari diri kita?

Dalam diri manusia ada cipta, rasa dan karsa.

Cipta berkaitan dengan olah pikiran atau akal budi. Ini harus dikuasai agar pikiran selalu tertuju pada hal yang baik. Ketidakmampuan menguasai cipta, bisa membuat pikiran ngelantur dalam banyak hal yang kotor, licik dan jahat.

Rasa berkaitan dengan emosi atau perasaan yang selalu muncul dalam diri. Banyak perasaan positif dialami, seperti gembira, bahagia dan suka cita. Namun perasaan negatif pun bisa terjadi, seperti sedih, kecewa, marah, putus asa.

Perasaan harus dikuasai agar tidak menimbulkan masalah dalam kehidupan bersama. Ketidakmampuan menguasai emosi atau perasaan bisa menimbulkan aib, malu, salah paham atau masalah rumit lain. Karsa berkaitan dengan kehendak atau kemauan dalam diri seseorang. Ada orang yang punya kehendak kuat dan menggebu-gebu. Namun ada pula orang yang lemah dalam kehendak atau malas.

Manusia sering mempunyai macam-macam kehendak atau kemauan yang tidak teratur, yang tidak jelas maksud atau tujuannya, atau malah yang tidak baik dan tidak benar. Cipta, rasa dan karsa nampak jelas dalam kata-kata, sikap, perilaku atau tindakan. Inilah hal;hal yang ada dalam diri setiap orang dan harus dikuasai, agar hidup semakin baik dan benar.
Teman-teman selamat petang dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.