Sesawi (2)

(sambungan)

Selanjutnya, Yesus mengambil perumpamaan sesawi untuk menjawab para murid mengenai masalah pengampunan. Meski mereka berjalan bersama Yesus yang hadir mengambil rupa dan fisik manusia sehingga dapat mereka sentuh, lihat dan dengar, mereka masih struggle terutama dalam masalah iman. Lukas 17:5 mencatat saat Yesus mengajarkan mereka untuk menaikkan level pengampunan bagi orang lain. Ternyata bagi para murid mengampuni itu merupakan hal yang susah. Menarik jika melihat bahwa murid-murid ini tahu bahwa akar penyebabnya ada pada iman mereka yang masih kurang. Karena itulah mereka berkata: “Tambahkanlah iman kami!” (Lukas 17:5).

Bagaimana reaksi Yesus? Yesus berkata bahwa dengan mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kita sudah bisa memiliki kuasa yang sungguh dahsyat. “Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.” (ay 6).

Para rasul menyadari kelemahan mereka terletak pada iman. Mereka tahu bahwa iman penting, karenanya penting pula untuk meminta Tuhan menambahkan iman mereka. Kita butuh iman, dan kita bisa berdoa agar iman kita ditambahkan. Tetapi itu tidak akan terjadi apabila kita tidak terus melatih diri kita untuk meletakkan pengharapan dengan kepercayaan sepenuhnya kepada Tuhan. Urusan iman bukanlah urusan yang instan. Kita memerlukan proses agar iman itu bisa tumbuh menjadi semakin besar dalam hidup kita. Itu adalah sesuatu yang harus ditanam, disiram dan dirawat, itu adalah sesuatu yang harus dilatih secara kontinu dan konsisten. Selain iman, kita pun bisa meminta Tuhan menambahkan hikmat agar kita bisa lebih bijaksana dalam memandang setiap permasalahan dengan cara pandang yang melibatkan Tuhan di dalamnya seperti yang tertulis dalam Yakobus 1:5.

Selain masalah iman, Yesus juga memakai sesawi untuk menggambarkan tentang Kerajaan Surga, eksistensi dan pertumbuhannya di dunia. Mari kita lihat perikopnya secara lengkap.

“Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.” Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka,supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: “Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.”
 (Matius 13:31-35).

(bersambung)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.