Seribu Rebah

Ayat bacaan: Mazmur 91:7,10
======================
“Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu”

seribu rebah, aman dalam perlindungan Tuhan

Semakin tua dunia ini, semakin banyak saja masalahnya. Di satu sisi teknologi memajukan kehidupan manusia, tapi di sisi lain teknologi bisa membawa kesengsaraan dan kebinasaan. Peperangan, kebencian, permusuhan ada dimana-mana. Krisis demi krisis menimpa kita. Di mana-mana perusahaan, yang besar sekalipun bisa gulung tikar dan menyisakan hutang yang sangat besar. Krisis ekonomi tidak lagi hanya kasus regional, tapi sudah menjadi masalah global. Flu burung, flu babi, dan entah flu apa lagi yang bakal muncul di kemudian hari. Gempa, gunung berapi meletus, banjir, kebakaran, dan berbagai bencana alam lainnya seolah silih berganti datang menghancurkan berbagai belahan dunia. Pencuri, perampok, pembunuh, orang-orang jahat selalu ada di sekitar kita. Kalau kita pikirkan itu semua, kita akan segera merasa betapa mengerikannya hidup di dunia ini. Tapi tunggu dulu, jangan lupa bahwa kita punya Allah yang luar biasa yang menjanjikan sesuatu sebagai pegangan dalam hidup kita.

Mazmur 91:7 dan 10 berkata: “Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu.” Oh luar biasa. Ini janji yang sangat besar dan sangat melegakan untuk kita imani terlebih ketika kita hidup di tengah jaman yang begitu menyeramkan. “Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.” (ay 3). Lalu Tuhan berjanji akan melindungi kita di bawah kepak dan sayapNya bagai perisai dan tembok tebal yang tidak akan bisa ditembus malapetaka. (ay 4). Dengarlah kata Tuhan: “Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.” (ay 5-6). Seribu rebah di kiri, sepuluh ribu di kanan, tapi tidak ada satupun yang menimpa kita, karena Tuhan akan melindungi kita di bawah kepak sayapnya. Kita harus mengakui betapa butuhnya kita akan janji Tuhan ini, mengingat bahwa hari-hari ini adalah jahat dan dipenuhi banyak kesulitan. Pada saat janji Tuhan itu ditulis, sepertinya belum ada teknologi yang memungkinkan untuk bisa memusnahkan seribu dan sepuluh ribu orang sekaligus. Tapi pada jaman sekarang, hal itu menjadi mungkin dengan adanya bom nuklir dan berbagai senjata pemusnah masal lainnya, termasuk pula berbagai wabah penyakit menular yang mematikan.

Bagaimana agar kita bisa menerima janji Tuhan ini? Awal dari serangkaian janji luar biasa dalam Mazmur 91 itu menuliskan syaratnya. “Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” (ay 1-2). Hanya orang-orang yang duduk dalam lindungan Tuhan, yang selalu hidup di dalam Tuhan-lah yang akan menerima janji Tuhan ini. Kita perlu melakukan hal itu dan kemudian memegang janji Tuhan hari ini. Percayalah Tuhan mau menjadi yang utama dalam hidup kita. Dia mau menjadi tempat perlindungan kita, tempat perteduhan kita (Mazmur 91:9). Tuhan mau menjadi Nama pertama yang akan kita panggil dan andalkan ketika kesukaran mulai menimpa kita. (Yeremia 17:7). Tuhan ingin kita menyadari bahwa Dia sanggup melakukan segala sesuatu, mengetahui bahwa tidak ada satupun rencanaNya yang gagal. (Ayub 42:2). Dia mau kita Tuhan menghendaki kita untuk menjadikanNya sebagai Pribadi yang bisa dipercaya sepenuhnya dan diharapkan untuk mengamankan hidup kita. Dan ketika kita melakukan itu semua, kita akan mengalami sebuah pengertian mendasar bahwa Dia adalah Allah yang tidak pernah mengecewakan. Oleh sebab itulah kita bisa membaca dalam Mazmur, “Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.” (Mazmur 62:6), “Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.” (26:3).

Tuhan mampu menangani semua bahaya yang mengelilingi kita. Betapa gawatnya bahaya itu sekalipun. Sadrakh, Mesakh, Abednego dan Daniel sudah membuktikannya. Daud sudah membuktikannya. Bangsa Israel di jaman Musa mengalaminya. Begitu pula banyak tokoh alkitab lainnya. Jika dulu janji Tuhan berlaku dan terbukti, hari ini pun sama, sebab Tuhan kita tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. (Ibrani 13:8). Saya undang anda semua untuk membuktikan dalam hidup anda kebenaran firmanNya yang telah dibuktikanNya dalam hidup Sadrakh, Mesakh, Abednego, Daud dan lain-lain. Hiduplah bersama Tuhan, ijinkan Dia memerintah dalam hidup anda, hiduplah sesuai kebenaran firmanNya dan seturut kehendakNya, maka Tuhan akan hadir tepat di tempat anda untuk membebaskan anda dari masalah, kehancuran, atau malapetaka apapun. Pada suatu hari nanti, anda akan tahu dan berkata bahwa tidak ada pribadi lain yang mampu membebaskan dan menyelamatkan seperti Dia!

Berlindunglah dengan aman dan tenang di bawah kepak sayap Tuhan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: