Sepenggal Kisah tentang Romo J. Casutt SJ: Disiplin Spartan Buktikan Hasil Optimal (1)

Pengantar Redaksi: Sesawi.Net menerima sumbangan tulisan semacam testimoni dari Pak Martin Teiseran. Pak Martin yang aktif mengelola blog www.bengkelgratis.com adalah alumnus ATMI Surakarta angkatan pertama dan penerima beasiswa dari Romo J. Casutt sewaktu tinggal di Asrama Realino Yogyakarta.

——————-

SAYA mengenal almarhum Romo Johann Balthasar Casutt SJ, sejak tahun 1964. Perkenalan ini terjadi, lantaran beliau aktif mengurus dan menyalurkan  pemberian beasiswa bagi para calon mahasiswa dari NTT, khususnya dari Atambua—tempat saya lahir dan berasal.

Waktu itu, Romo J. Casutt berkantor di Asrama Mahasiswa Realino Yogyakarta.

Kesan pertama sudah tertanam di hati kami. Beliau adalah orang yang sangat hangat, ramah. Tidak ada kesan sama sekali bahwa Romo ini dingin atau cuek terhadap mahasiswa.

Hemat bicara

Memang sangat betul bahwa mendiang Romo J. Casutt ini sangat hemat bicara. Beliau omong manakala perlu saja. Jadi, sekilas terkesan dingin dan cuek. Padahal, sejatinya sangat ramah dan hangat.

Sekali waktu di Asrama Realino Yogyakarta terjadi ‘kehebohan’ yang direkaya para mahasiswa lintas agama. Diam-diam, kami ingin berbuat kegaduhan dengan maksud sangat baik yakni ingin memberikan kejutan ucapan selamat ulang tahun kepada Romo J. Casutt.

Alhasil, kami semua malam itu sepakat mengumpulkan semua peralatan dapur. Tepat pukul 12.00 malam, akhirnya pesta ‘huru-hara’ itu pun kami ketuk mulai. Yang terjadi memang betul-betul heboh karena kami memukul-mukul blek dengan semua peralatan daput hingga Romo J. Casutt terbangun dari tidur malamnya.

“Ada apa,” begitu kurang lebih beliau bertanya kepada kami mengapa ada keributan di tengah malam.

Terkesan beliau ingin marah besar melihat kegaduhan dan kebrangasan anak-anak asrama. Namun serentak, kami lalu menyanyikan selamat ulang tahun. Mendadak sontak, wajah Romo J. Casutt yang tampak mau marah berubah menjadi haru dan tersentuh.

Disiplin spartan

Tak diragukan lagi, Romo J. Casutt adalah pribadi Yesuit yang super disiplin.  Terlambat semenit, maka harus ada kompensasi (denda) 1 jam. Ketika lainnya boleh pulang, maka mahasiswa yang kedapatan tidak bisa disiplin harus rela menerima hukuman overtime.

Nah, ngerinya, Romo J. Casutt ini suka datang mendadak mengontrok kinerja para mahasiswa ATMI Surakarta. Sekalipun itu malam hari, tak ragu Yesuit berdarah Swiss ini suka datang ke bengkel guna mengontrol mahasiswa melakukan praktik.

Bila ditemukan ada mahasiswa duduk santai sembari menaikkan kaki atau duduk gontai bersantai di mesin, maka denda kompensasi kerja pun bertambah 1 jam lagi.

Awalnya membuat jengkel. Namun, sistem pelaksanaan disiplin sangat ketat ini akhirnya i menghasilkan kebiasaan konsentrasi pada para siswa.  (Bersambung)

Photo credit: Romo Johann Balthasar Casutt SJ saat merayakan HUT ke-86 tanggal 24 Januari 2012 (Martin Teiseran)

Artikel terkait:

Sepenggal Kisah tentang Romo J. Casutt SJ: Soal Kejujuran, Sungguh Tiada Ampun (2)

In Memoriam: Romo Johann B. Cassut SJ, Si Leher Jenjang dari Zurich, Swiss (1)

In Memoriam Romo Johann B. Casutt SJ: Jejak Rekam Panjang di Industri Teknik (2)

Sabtu-Minggu-Senin: Rangkaian Misa Requiem untuk Alm. Romo Johann B. Casutt SJ di ATMI Solo

Mengenal Petilisan Romo J. Casutt SJ: ATMI Surakarta

RIP: Romo J. Casutt SJ, Pendiri ATMI Solo

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: