Sepenggal Kisah tentang Romo J. Casutt SJ: 15 Menit Sebelum Melepas Nafas Terakhir (3)

JUMAT (24/8) kemarin  waktu melayat ke ATMI Surakarta sebagai tanda hormat, cinta dan rasa kehilangan  atas wafatnya Romo Johan B. Casutt, saya  memperoleh kopi sebuah surat pribadi mendiang Romo Casutt kepada mantan anak didiknya di ATMI angkatan 14: Rodion Wikanto.

Dalam surat pribadi itu, nampak sangat jelas bahwa beliau sudah mengalami penurunan kekuatan fisiknya. Juga daya ingatnya pun sudah menurun sangat tajam.

Adik kelas saya di ATMI Solo yang bernama Pak Rodion Wikanto ini boleh dibilang sangat dekat dengan mendiang Romo J. Casutt. Kata adik kelas saya ini, begitu dia menerima surat pribadi itu, maka dia langsung terbang ke ATMI Solo menjumpai suhu, guru dan sahabatnya itu.

Ada juga Aliano Sandjaja, rekan alumnus ATMI angkatan tahun kelima.

Begitu mendapat telepon dari mendiang Romo Casutt, baik Rodion maupun A. Sandjaja selalu langsung menyediakan waktu khusus untuk segera terbang menemui suhunya ini. Kadang kalau telepon, begitu omong halo, lalu tidak ada kata atau kalimat lanjutannya. Sepertinya beliau tak mau bicara apa, tapi juga sudah lupa mau bicara apa.

Sebuah kemunduran kemampuan fisik manusia seiring dengan perjalanan hidupnya: 86 tahun meniti bumi!

Socius Provinsial SJ Provinsi Swiss

Dalam misa requiem kemarin, hadir sangat istimewa yakni Romo Toni Kurmann SJ. Beliau adalah socius –semacam orang kedua atau wakil provinsial—untuk Serikat Jesus Provinsi Swiss. Secara kebetulan saja, Romo Kurmann SJ ada di Solo dan keliling Indonesia dalam rangka mengunjungi para kolega Yesuit berdarah Swiss yang masih hidup dan berkarya di Indonesia.

Sekedar catatan kenangan saja, di Serikat Jesus Provinsi Indonesia ada beberapa Yesuit berdarah Swiss yang juga membuat karya fenomenal tidak ada bandingnya.

Di Semarang ada PIKA yang ditangani oleh Br. Wiedekehr SJ. Di Yogyakarta ada Studio Audio Visual Puskat yang dibesut hebat oleh alm. Romo Rudolf “Ruedi” Hoffmann SJ.

Selepas membesarkan Studi Audio Visual Puskat di Yogyakarta, Romo Ruedi Hofmann SJ berkarya di Timor Leste dan ketika berkesempatan cuti ke Swiss beberapa tahun silam, beliau dipanggil Tuhan di tanah tempat kelahirannya dan kemudian dimakamkan di Swiss.

Kedatangan Romo Toni Kurmann SJ ke Solo dengan maksud mengunjungi Romo J. Casutt SJ, rekan sesama SJ asli Swiss. Dia ditemani Rektor/Superior ATMI Surakarta Romo Benedictus Bambang Triatmoko SJ dan mereka berdua memimpin misa requiem untuk sobat mereka: alm. Romo Johan Balthasar Casutt.

Misa requiem ini mendapat perhatian dari ribuan pelayat yang tentu saja mayoritas adalah para sahabat, mantan murid alm. Romo Casutt SJ semasa kuliah di ATMI Surakarta. Konon, semua alumni ATMI Solo kini sudah mencapai 3.000-an orang dan banyak bekerja di industri teknik di banyak perusahaan terkemuka di seluruh tanahair.

Menurut penuturan Romo Triatmoko, Romo Toni Kurmann SJ sempat bertemu muka dan omong dengan mendiang Romo J. Casutt persis 15 menit sebelum dia lelaku menghadap Sang Pencipta. (Bersambung)

Photo credit: Misa requiem untuk Romo J. Casutt SJ di ATMI Surakarta, Jumat (24/8) 2012 (Martin Teiseran)

Artikel terkait:

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: