Senjata Iman adalah Doa dan Ekaristi

Kongres Ekaristi 1

PADA Sabtu Epifani, Sabda Tuhan mengajak kita untuk mempersenjatai iman kita dengan Doa dan Ekaristi. Rasul Yohanes mengatakan bahwa Allah mengabulkan doa kita. Doa hanya dimiliki oleh orang beriman. Sehingga, kita selalu mengandalkan kekuatan doa dan usaha kita.

Orang yang melibatkan Allah dalam hidupnya tidak akan pernah lelah ketika menghadapi situasi sulit. Sebaliknya, orang akan merasa lelah jika mengandalkan kekuatan sendiri.

Demikian juga Yohanes. Yohanes melibatkan Allah dalam karya pembaptisan. Bahkan, Yohanes tidak berani mengatakan dirinya Mesias.

Saudara-saudari terkasih, kita ini hanya perantara kemuliaan Allah. Kita seringkali jatuh pada kesombongan saat kita telah berbuat hal besar. Kita lupa bahwa di belakang kita Allah terlibat, sehingga kita bisa berbuat besar.

Ketika kita berbuat besar, sebenarnya kita memuliakan Allah. Yohanes mengatakan, “Biarkan Ia semakin besar, aku semakin kecil”. Kita hanya perantara kemuliaan Allah.

Doa memampukan kita berbuat di luar kekuatan kita. Mari kita meneladani Yohanes yang rendah hati di hadapan Allah. Sehingga kita mampu berbuat besar karena kuasa Allah dan kita tetap kecil di hadapan Allah.

Feel free untuk mempersenjatai iman dengan doa dan Ekaristi.

Kredit foto: Ilustrasi Konggres Ekaristis Keuskupan Agung Semarang (Ist)

Loading...

Published by Renungan Iman Katolik

Merenungkan sabda Tuhan di saat hening di pagi hari akan menjaga hati dan pikiran kita dari kuasa roh jahat. Berkah Dalem...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.