Senin 28 Juli 2014: Dari Biji yang Sangat Kecil, Mat 13:31-35

sesawi biji by the sunday school

DULU tidak ada seorang pun yang mengira sama sekali bahwa dari desanya akan ada seorang yang terpilih menjadi tokoh besar dalam Gereja Katolik. Sebab umatnya hanya sedikit. Dan keluarga dari mana tokoh terpilih ini berasal juga biasa-biasa saja dan tak begitu dikenal.

Maka sungguh mengejutkan bagi umat seluruh paroki dan bagi keluarga itu sendiri yang mendengar pengumum-an dari Gereja, bahwa ada salah seorang imam dari warga paroki ini yang akan dilantik dan menduduki jabatan sebagai Uskup di Kalimantan.

Mengapa keluarga sendiri juga terkejut? Karena nampaknya putera dari keluarga ini dulu nya biasa-biasa saja, dan tidak ada yang menonjol.

Tuhan Yesus sendiri pernah mengatakan:

“Hal Kerajaan Surga itu seumpama biji sesawi yang diambil dan ditaburkan orang diladangnya. Meskipun biji itu yang paling kecil dintara segala benih, tetapi apabila sudah tumbuh sesawi itu lebih besar daripada sayuran lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung bersarang di cabang-cabangnya.”

Mungkin seorang imam yang diangkat menjadi uskup dari keluarga sederhana itu memang seperti biji yang sangat kecil dan tidak kelihatan. Semula biasa-biasa saja. Tetapi ketika iman dari putera keluarga itu tumbuh laju menjadi besar, lalu menjadi kuat dan terpilih menjadi tokoh Gereja. Kerap kali kita juga tidak menduga bahwa ada paroki yang lima belas tahun yang lalu nampak kecil, tetapi ketika tumbuh menjadi besar lalu menumbuhkan stasi-stasi yang dapat dijadikan anak paroki.

Perumpamaan dari Tuhan Yesus ini juga dapat dikenakan dalam diri kita sendiri dan dalam keluarga kita. Kerap kali kita sudah merasa cemas dan tak bisa apa-apa, karena tumbuhnya benih sesawi itu tidak kelihatan. Kita diharapkan menjadi sadar bahwa banyak segi dalam diri kita yang bisa dikembangkan, mungkin yang berupa talenta, kemampuan yang bila kita kembangkan bersama iman kita lalu dapat bertumbuh dan berbuah bagi pelayanan terhadap sesama.

Tuhan memberi kesempatan kepada kita. Tetapi kita tidak boleh menjadi bosan. Ada keluarga yang dulunya tidak nampak mempunyai iman yang kuat, tetapi pada suatu saat dari keluarga itu membuahkan panggilan rohani yang hebat.

Banyak anak dari keluarga itu yang terpanggil, ada yang menjadi katekis, ada yang menjadi pekerja sosial dan ada pula yang dipanggil untuk hidup membiara. Bapa keluarga itu sendiri mempunyai bakat spiritual yang dapat membimbing banyak orang mendekatkan orang kepada Tuhan, khusus pada keluarga yan belum menenal Yesus, sehingga ia menjadi panutan banyak orang.

Kredit foto: Perumpamaan tentang biji sesawi (The Sunday School)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.