Semua karena Kasih-Nya: Pesta Iman Para Frater dan Pastor SCJ

SCJ Tiga imam SCJ yang merayakan pesta perak Hidup Membiara sedang membarui kaul

MENJADI seorang SCJ tidak perlu takut. Segala yang sudah diberikan tinggal dijaga. Segala sesuatu mungkin bagi Tuhan, jika kita bekerjasama dengan-Nya.

Sebanyak lima buah bejana tanah terhias di depan altar Tuhan dan mimbar. Bejana-bejana itu terdiri atas berbagai ukuran. Ada yang besar sekali. Ada yang sedang. Ada yang kecil. Ternyata, bejana-bejana berwarna cokelat ini tidak sekedar hiasan.

Nasihat untuk para novis SCJ
“Simpanlah. Jaga bejana in. Bejana ini rapuh. Di dalam bejana ini tersimpan mutiara yang sangat berharga,” tutur Romo Johanes Juliwan Maslim SCJ, mantan magister novis SCJ di Novisiat St Yohanes, Gisting, Lampung, Minggu (20/7) lalu.

Mutiara yang dimaksud Romo Juliwan SCJ adalah kekayaan yang telah ditimba selama 1 tahun masa postulat dan 1 tahun masa novisiat. “Banyak hal yang telah ditimba selama 1 tahun masa novisiat ini. Jaga baik-baik semua yang sudah kalian dapatkan. Ini akan menjadi bekal yang sangat berharga,” nasihat Romo Juliwan SCJ.

Ia menegaskan bahwa di Skolastikat SCJ Yogyakarta kelak, para frater akan menimba ilmu. Kendati demikian, dasar kerohanian tetap tidak boleh ditinggalkan.

Tanggal 20 Juli adalah tanggal keramat bagi para biarawan Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ). Pasalnya, tanggal inilah yang menjadi awal perjalanan hidup membiara mereka. Ada beberapa kesempatan tanggal ini digeser menjadi tanggal 1 Agustus. Tetapi kemudian tanggal keramat ini dikembalikan seperti semula.

25 tahun tahbisan imamat: Tiga imam SCJ merayakan Pesta Perak Hidup Membiara tengah bersama memotong tumpeng tanda syukur dan sukacita. (Dok. Komsos Keuskupan Palembang)

Pesta perak imam-imam SCJ

Pada 20 Juli tahun inipun, disyukuri berbagai hal. Sebanyak lima orang novis SCJ mengikrarkan kaul pertama. Sebanyak tiga orang imam religius SCJ merayakan pesta perak hidup membiara mereka. Seorang imam, Romo Juliwan SCJ, harus meletakkan jabatannya sebagai magister novis menyambut perutusan barunya. Seorang imam lainnya yang masih muda, Romo Aloysius Tri Mardani SCJ akan membantu tugas formator di novisiat ini. Romo Yohanes Rasul Susanto SCJ menggantikan Romo Juliwan SCJ. Sedangkan Romo Mardani SCJ menjadi socius novisiat.

Syukur ini dirayakan dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Andreas Suparman SCJ sebagai selebran utama didampingi Romo Fransiskus Asisi Purwanto SCJ, Romo Thomas Eddy Susanto SCJ, Romo Johanes Juliwan SCJ, dan Romo Gertrudis Marino SCJ.

Nasihat pendiri: Pater Dehon
Dalam rasa syukur yang penuh, Romo Suparman SCJ menegaskan dalam homilinya bahwa semua yang diterima ini semata-mata karena kasih Tuhan. Karena itu, tepatlah tema yang dipilih oleh kelima frater ini, “Oleh Karena Kasih-Nya” (Efesus 2:4). Tema ini mampu merangkum Sabda Tuhan yang diwartakan hari itu dan merupakan kemantapan dalam mengikrarkan kaul pertama.

Para frater novis tiarap mohon rahmat: Para Novis SCJ bertiarap menjelang mengucapkan kaul pertamanya sebagai anggota SCJ. Ini menandakan sikap penyerahan diri kepada Tuhan. ( Dok. Komsos Keuskupan Agung Palembang).

“Hal ini selaras dengan konstitusi SCJ nomor dua. Tarekat kita berakar dalam pengalaman iman Pater Dehon. Pengalaman yang sama telah diungkapkan oleh Santo Paulus, ‘Hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah, yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku’ (Gal 2:20). Pater Dehon mengalami bahwa cintakasih itu hadir secara aktif dalam hidupnya,” tandas Romo Suparman SCJ yang mewakili Propinsial SCJ Indonesia.

Karena itu, ia menganggap pengalaman kesetiaan ini adalah melulu kasih Allah. Namun, kasih dari Allah ini harus ditanggapi oleh manusia. Romo Suparman SCJ menegaskan bahwa kita harus membalas cinta yang telah Tuhan berikan. Hal ini sesuai dengan tujuan khusus tarekat SCJ, yaitu supaya setiap anggota menyatakan cinta bakti khusus terhadap Hati Kudus Yesus. Supaya mereka berusaha untuk membalas cinta kasih Hati Kudus dan dengan bakti hormat yang pantas menyeimbangi penghinaan-penghinaan yang menyedihkan-Nya.

SCJ Para Novis Mengikrarkan Kaul Pertama1

Kaul pertama: Para novis SCJ tengah mengucapkan janji/kaul religiusnya sebagai rohaniwan SCJ untuk hidup miskin, taat dan perawan. (Dok. Komsos Keuskupan Agung Palembang)

SCJ Para Novis Mengikrarkan Kaul pertama di hadapan Romo Andreas Suparman SCJ yang mewakili propinsial SCJ Indonesia

Janji di hadapan Tuhan dan Gereja-Nya: Para frater novis SCJ mengucapkan janji/kaulnya di hadapan imam sebagai wakil Tuhan dan representasi Gereja Katolik dan Kongregasi SCJ. (Dok. Komsos Keuskupan Agung Palembang)

Mewakili kelima novis yang mengikrarkan kaul pertama, Frater Stephanus Lisdiyanto SCJ mengucapkan terima kasih kepada para formator, para postulan, para biarawati dan umat yang telah mendukung panggilan mereka, secara moril maupun materiil. Ia juga berharap, ia dan teman-teman yang mengikrarkan kaul pertama selalu setia dan melaksanakan kewajiban mereka sebagai SCJ sejati.

Para frater yang mengikrarkan kaul pertama adalah Frater Stephanus Lisdiyanto SCJ, Frater Antonius Wilhelmus Hero SCJ, Frater Rafael Sudibyo SCJ, Frater Agustinus Angga Turana SCJ dan Frater Maximilianus Leonardo Puang SCJ. Ketiga orang imam religius yang merayakan pesta perak hidup membiara adalah Romo Andreas Suparman SCJ, Romo Fransiskus Asisi Purwanto SCJ dan Romo Thomas Eddy Susanto SCJ. Perayaan Ekaristi dirayakan di Kapel Novisiat Santo Yohanes, Gisting pukul 10:00 WIB.

Sebanyak lebih dari 300 orang umat, yang terdiri atas biarawan-biarawati, keluarga, serta para donatur turut bersyukur atas peristiwa ini. Usai Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan makan siang bersama.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.