Seminari Xaverianum Keuskupan Amboina Terbakar, tak Ada Korban Jiwa

< ![endif]-->

KOBARAN api yang sempat melalap bangunan kompleks Seminari Xaverianum milik Keuskupan Amboina di Ibukota Ambon, Maluku, telah padam. Namun, bekas sisa kebakaran hebat yang meluluhlantakan sejumlah bangunan terlihat jelas dengan banyaknya kepulan asap tebal di bekas lokasi kebakaran yang berhasil dijinakkan oleh pasukan pemadam kebakaran ini.

Gedung bangunan seminari ini terletak persisi di belakang Gereja Katedral Keuskupan Amboina dan berlokasi di jantung Ibukota Ambon dan hanya selemparan batu dengan gedung Keuskupan Amboina dan SMA Negeri 2 Ambon.

Tidak ada korban jiwa meninggal dan luka dalam peristiwa kebakaran ini. Menurut sumber Sesawi.Net dari Ambon, kobaran api pertama kali diketahui dari dapur dan kemudian merambat ke lantai dua.

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran ini masih dalam penyelidikan dan penyidikan petugas.

Menurut keterangan saksi sebagaimana dikutip oleh koresponden Kompas.com di lokasi kejadian, ada 15 bilik kamar terbakar di gedung lantai 2. Di antaranya kamar yang ditinggali seorang frater calon imam yang bertugas menjadi surveillant dan ruang kapel di lantai dua.

Tanggal 4 Desember 2013 lalu berlangsung peringatan pesta perak Seminari Xaverianum dengan misa meriah bersama Uskup Diosis Amboina Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC bersama Romo Rektor Seminari Xaverianum Amandus Oratmangun Pr dan 30 imam lainnya.

Keuskupan Amboina

Uskup Diosis Amboina Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC dan Uskup Agung Semarang Mgr. Johannes Pujasumarta Pr bersama para imam dalam sebuah foto peristiwa di Ambon. (Dokumentasi Keuskupan Amboina, Maluku)

Seminari Xaverianum berdiri tepat tanggal 3 Desember 1988 atas prakarsa Uskup Emeritus Mgr. Andreas Sol MSC.

Dari 350-an seminaris yang pernah belajar di Seminari Xaverianum ini, ada sedikitnya 19 frater calon imam yang kini tengah menyiapkan diri untuk menerima tahbisan diakonat dan imamat.

Sumber: Kompas.com

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.