Selalu Berjaga-jaga Demi Hidup Abadi

Minggu, 7 Agustus 2016
Minggu Biasa XIX
Keb 18:6-9; Mzm 33:1.12. 18-19.20.22; Ibr 11:1-2.8-19; Luk 12:32-38

Yesus bersabda, “Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu. Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! … Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.”

SAUDARI-SAUDARA terkasih dalam Kristus.

Lagi, dalam Injil hari ini Yesus Kristus mengingatkan kita untuk mempersiapkan diri bagi hidup abadi kita. Betapa sering kita dicekam dan gelisah oleh karena perkara dan barang duniawi. Lalu kita lupa mencari harta srgawi “yang tak dapat dirampas pencuri dan tak hancur oleh ngengat.”  Yesus mengingatkan kita betapa kita mudah lupa tentang tujuan nyata yang sejati dan relasi yang harus kita perkuat tiap hari dengan Allah Bapa yang mengasihi kita. Itulah harta kita!

Itulah sebabnya Yesus Kristus bersabda, “Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu. Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah!” Ia juga bersabda, “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala… Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang.”

Saudari-saudara terkasih dalam Kristus. Apa yang kiranya Yesus maksudkan dengan sabda ini? Pertama-tama, Ia hendak mengingatkan kita untuk mempersiapkan hidup abadi kita. Demi itu, Ia mendorong kita untuk selalu berjaga-jaga.

Selalu berjaga-jaga untuk apa? Selalu berjaga-jaga untuk saat kematian kita. Kita semua akan mati pada saatnya. Kita tidak tahu kapan dan bagaimana, namun kita akan mati.

Alih-alih takut akan kematian, kita justru harus menyambutnya dengan sukacita dalam iman akan Yesus Kristus. Bagaimana caranya? Dengan hidup berbuat kasih setiap hari. Dengan cara itu kita mengumpulkan harta untuk berjumpa Allah dari wajah ke Wajah.

Bagaimana kita akan berjumpa Allah? Bagaimana kita siap berjumpa dengan-Nya? Tentu, kita akan mati sebagaimana kita  hidup. Jika kita hidup dengan pengorbanan diri bagi Allah dan sesama, maka kita akan siap menyambutnya dengan sukacita.

Katekismus Gereja Katolik menyatakan kepada kita bahwa kita akan berjumpa Yesus Kristus dari wajah ke Wajah dan kita akan melihat akibat dari kebaikan dan kejahatan yang sudah kita lakukan. Kita juga akan melihat akibat dari kebaikan-kebaikan yang gagal kita lakukan.

Kita akan dihakimi menurut kasih kita kepada Allah dan sesama. Maka pesan Yesus Kristus pada hari ini adalah marilah kita hayati hidup kita setiap hari sebagai persiapan untuk berjumpa dengan-Nya dengan sukacita.Semper paratus: selalu berjaga-jaga menyambut Yesus Kristus dengan menyembah-Nya dan melalukan kebaikan bagi sesama.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, sementara kita bersembah sujud di hadirat Yesus Kristus, kita belajar untuk selalu siap berjaga menyambut hidup abadi. Apakah perkara dan peristiwa hidup kita yang menghampakan kita dan mengacaukan kita dalam memperkembangkan relasi kita yang lebih baik lagi dengan Kristus? Apakah prioritas dan pilihan-pilihan kita memancarkan kepada orang-orang di sekitar kita bahwa Yesus Kristus adalah Kekasih jiwa sejati kita, Harta surgawi sejati kita?

Tuhan Yesus Kristus, Dikaulah Kekasih jiwa sejati kami dan Harta surgawi sejati kami. Terima kasih Dikau begitu sabar membimbing kami sepanjang jalan menuju hidup abadi. Bantulah kami meyakini bahwa Allah sungguh berkenan memberikan Kerajaan Surgawi-Nya karena Ia mengasihi kami. Kami mengasihi-Mu, Tuhan, dan mempersembahkan semua yang kami miliki dan semua yang kami buat bagi-Mu, demi kemuliaan-Mu dan keselamatan jiwa-jiwa. Buatlah kami selalu berjaga-jaga dan setia melakukan kehendak-Mu yang tersuci kini dan sepanjang masa. Amin.

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.