Sejenak Kenal Mgr. Yohanes Harun Yuwono (2)

< ![endif]-->

KATEDRAL Pangkalpinang  berdiri megah di ujung jalanan di pusat kota Pulau Bangka, tanggal 4 Agustus 2012. Bersama kurang lebih 23 anggota KBKK (Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan) dari Jakarta, Bogor dan sekitarnya, kami bergegas meninggalkan rumah retret keuskupan di luar kota untuk segera pergi menuju Katedral Pangkalpinang.

 

Acaranya adalah Ibadat Sore Meriah menjelang esok hari digelarnya Misa Jubelium 40 Tahun Imamat dan 25 Tahun Episkopal Mgr. Hilarius SVD – Uskup Diosis Pangkalpinang.

 

Hawa sangat-sangat panas dan gerah terasa kental di halaman gereja yang sudah mulai penuh sesak oleh para hadirin yang segera memenuhi sudut-sudut gedung bagian dalam gereja. Kursi semua penuh oleh umat dan undangan.

 

Saya memilih diam di luaran cari suasana lain.

 

Mata lensa saya terpaku pada sosok imam seumuran dengan saya. Beliau terbilang berpostur tinggi, berkulit gelap, dan berdandan agak beda dibanding para imam lainnya. Pokoknya tampil beda sekali, karena romo ini berbaju warna biru muda dengan collar melingkar di lehernya.

 

Karena ini pertama kali saya ke Pulau Bangka dan menginjakkan kaki di Katedral Pangkalpinang, kehadiran romo ‘tampil beda’ ini menarik atensi saya. Lalu kami berbincang ringan.

 

Ternyata namanya Romo Yohanes Harun Yuwono Pr. Beliau katakan sedang tugas di Seminari Tinggi Santo Petrus Pematang Siantar. Ketika saya tanya lebih jauh sebagai apa, beliau mengelak omong lebih lanjut. “Saya pendamping para frater?,” jawabnya lirih.

 

Belakangan baru saya tahu, ternyata Romo Harun Yuwono Pr adalah Rektor Seminari Tinggi Pematang Siantar. Tentu dengan jabatannya sebagai Rektor Seminari Tinggi, beliau punya tanggungjawab moral sangat besar: di tangan beliaulah mutu para frater –calon imam—yang tengah belajar di STFT Pematang Siantar ditentukan.

 Romo Yohanes Harun Wiyono Pr Uskup Tanjungkarang

Sungguh, saya mendapatkan kesan: tutur katanya halus, santun, dan tertata rapi.

 

Kami omong bahasa Jawa agar suasana lebih akrab.

 

Feeling saya waktu itu mengatakan, sekali waktu romo ini pasti jadi orang besar.

 

Ketika mau saya foto sebagai bahan dokumentasi KBKK, beliau menolak karena mengaku tidak suka difoto. Namun saya tak kalah gesit juga. Ketika tengah berbincang-bincang dengan Bapak Uskup Denpasar Mgr. Sylvester San Pr, di situlah saya punya kesempatan untuk menjepret Romo Yohanes Harun Yuwono Pr.

Menurut Vikjen Diosis Tanjungkarang Romo Piet Yoenanto Pr, Mgr. Yohanes Harun Yuwono Pr adalah putra daerah Tanjungkarang. Persis berasal dari Paroki Katedral Kristus Raja Tanjungkarang, Lampung.

Ternyata belum setahun berlalu, hari Jumat ini Tahta Suci melalui Kedubes Vatikan di Jakarta mengumumkan:

 

Romo Yohanes Harun Yuwono Pr menjadi Uskup Tanjungkarang yang baru.

Photo credit:

  • Uskup Tanjungkarang (Lampung) yang baru Mgr. Yohanes Harun Yuwono Pr berbaju biru muda dengan collar melingkar di leher (Sesawi.Net/Mathias Hariyadi)
  • Rektor Seminari Tinggi Santo Petrus Pematang Siantar (Sumatera Utara) Romo Yohanes Harun Yuwono Pr tengah serius mendengar obrolan Uskup Diosis Denpasar Mgr. Sylvester San (berbaju batik dengan collar) bersama seorang pastur usai Ibadat Sore di Gereja Katedral Pangkalpinang, Pulau Bangka, tanggal 4 Augustus 2012.

Tautan:

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.