6 Juni RISabtu, 6 Juni 2015 Sabtu Imam Sesudah Jumat Pertama Tb 12:1.5-15,20; MT Tb 13:2,67,8; Mrk 12:38-44 Yesus Kristus bersabda, “Sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya: semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.” Ada dua tema yang dapat kita renungkan dari sabda Yesus dalam Injil hari ini. Pertama, tentang penghayatan keagamaan yang benar. Kedua, tentang persembahan dengan cinta. Menurut Yesus Kristus, penghayatan agama yang benar ditandai oeh kehendak untuk melayani tanpa egoisme dan mewartakan kebaikan bagi sesama melalui pelayanan dan cinta yang rendah hati. Hal ini terkait dengan yang kita persembahkan kepada Allah dan sesama dengan cinta, hormat dan penghargaan pada orang lain. Yesus Kristus juga mengajarkan kepada kita tentang pemberian dengan cinta. Cinta tak pernah berhitung. Yesus Kristus memuji janda miskin yang memberikan yang terkecil tak seberapa dari kekurangannya dibandingkan yang diberikan oleh orang kaya dari kelimpahannya. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita belajar untuk menghayati hidup keagamaan yang benar dengan melayani Allah dan mewartakan kebaikan kepada sesama dengan pelayanan, kasih, dan doa yang sederhana. Yang kita persembahkan dalam Adorasi mungkin hanya kecil dan tidak pantas. Namun Allah dapat melakukannya dan melalui kita melakukan hal yang lebih besar dari yang kita buat. Tuhan Yesus Kristus, berilah kami Roh Kudus hingga kami dipenuhi oleh sukacita kehadiran-Na, sukacita penyembahan yang benar, dan sukacita pengorbanan dan kasih kepada sesama. Bebaskan hati kami hingga kami pun memberikan diri pula dengan bebas kepada-Mu dan kepada sesama kini dan selamanya. Amin. Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

minggu panggilan by santo silveriusSEPERTI halnya di paroki-paroki lain, moment Minggu Panggilan 26 April 2015 tak dibiarkan lewat begitu saja oleh umat Paroki St. Lukas Pemalang. Tahun ini ada kegiatan “Expo Panggilan” yang bertujuan untuk menggugah kembali kesadaran umat dalam menumbuhkan benih-benih panggilan religius dan imam. Sudah lama sekali tak ada kegiatan khusus yang mempromosikan hidup bakti sebagai biarawan, biarawati dan imam. Meski demikian kehadiran imam, bruder dan suster sudah menjadi hal yang biasa. Pada tahun ini kegiatan Minggu Panggilan terlaksana begitu semarak dan menarik perhatian umat. Dalam ekaristi disampaikan kesaksian orangtua imam yaitu Ibu Yuliana Wartini dari Gombong yang menyampaikan suka dukanya menjadi orangtua dari dua anaknya yang menjadi ima: Rm. Hery Setiawan dan Rm. Dedy Setiawan. Kesaksiaannya mampu menolak anggapan sebagian besar orangtua bahwa mereka akan kehilangan anak atau “ilang-ilangan ndog siji” ketika anaknya masuk seminari dan menjadi imam. Hal itu tidak benar dan tak perlu dikawatirkan. Rasa syukur kepada Tuhan dan kebahagiaan dirasakan saat menyadari bahwa dengan imamat kedua anaknya persaudaraan dan kekeluargaan dengan berbagai macam orang semakin luas. Kemeriahan ekaristi juga didukung dengan para Romo, Bruder, Suster dan Frater yang berbagi tugas dalam liturgi. Romo menjadi pemazmur, ikut bertugas koor, bruder suster menjadi dirigen dan lainnya bertugas koor. Dilibatkan pula anak-anak TK Pius dengan busana liturgis imam dan pakaian kebiaraan suster bruder lalu mengiringi persembahan dan perarakan masuk keluar misa. Beberapa remaja juga bertugas lektor dan doa umat dengan busana biarawan biarawati. Meski tampil palsu didambakan agar kelak mereka menjadi asli sesuai dengan pakaiannya. Kemeriahan pesta minggu panggilan sungguh menjadikan liturgi hidup dan bersemangat. Kegiatan non liturgis juga menyedot perhatian umat baik dari lingkungan-lingkungan maupun stasi-stasi. Ada tiga tempat untuk promosi panggilan yaitu bruder FIC, Suster PBHK dan Imam Diosesan. Anak-anak terlihat senang dan betah mengunjungi stand-stand yang ada, melihat gambar, foto-foto yang dipajang, pakaian-pakaian dan mengenal sarana-sarana hidup bakti. Setelah itu mereka berkumpul di aula untuk mengikuti Talkshow bersama romo, para bruder, para suster dan para frater. Acaranya menarik dengan pemutaran film pendek, gambar, pembagian door price, tanya jawab berhadiah, penjelasan sekilas tentang hidup bakti, dan permainan. Anak-anak dan para orangtua bertahan dari pukul 10.00 wib hingga selesai acara pada pukul 13.00 wib. Semoga dengan kegiatan ini tergugah semangat dan kesadaran umat untuk menyuburkan benih-benih panggilan dan menjadikan keluarga semakin kondusif, serta mendorong anak-anaknya untuk aktif dalam hidup menggereja. Para Bruder, suster dan imam pun ditantang untuk makin memaknai kehadiran dan karyanya di tengah umat sebagai bentuk kesaksian nyata dari kegembiraannya menanggapi panggilan Tuhan. Telah lama dirindukan agar ada lagi imam, biarawan dan biarawati yang berasal dari Pemalang sebagai buah kematangan hidup beriman pada Yesus Sang Gembala Baik. Kredit foto: Ilustrasi (Santo Silverius)

teodicea“Apakah sangkamu orang-orang Galilea yang dibunuh oleh Pilatus dan darah mereka dicampur dengan darah kurban persembahan itu lebih besar dosanya dari pada orang Galilea lainnya? Dan apakah 18 orang yang mati tertimpa menara Siloam lebih besar kesalahannya daripada orang yang tinggal di Yerusalem?” ITULAH inti pertanyaan Yesus yang ditujukan kepada orang-orang yang menyampaikan berita dan […]

misi evangelisasiHARI Minggu Biasa XXIX. Hari Minggu Evangelisasi Warna liturgi Hijau Bacaan: Yes. 45:1,4-6; Mzm. 96:1,3,4-5,7-8,9-10ac; 1Tes. 1:1-5b; Mat. 22:15-21. BcO Sir. 26:1-4,9-18 Renungan:  “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (Mat 22:21). Ketika membaca ini aku teringat berita tv yang menyiarkan tentang […]

doa keluarga by the celticsPertemuan III: Ibadah dan Kehidupan Tujuan Peserta menyadari bahwa ibadah sejati tidak berhenti pada urusan ritual, apalagi untuk “menyuap” Tuhan, tetapi harus berbuah dalam kehidupan sehari-hari yang diwarnai perilaku adil dan benar. Peserta menyadari bahwa yang terutama dikehendaki oleh Tuhan adalah perwujudan semangat keadilan dan kebenaran dalam keluarga dan di masyarakat, dan tidak mudah berpuas […]

roti anggurRekan-rekan! PERISTIWA Yesus memberi makan lima ribu orang dalam Injil Minggu Biasa XVIII A (Mat 14:13-21), menurut ayat 13, terjadi setelah berita kematian Yohanes Pembaptis sampai kepada Yesus. Ia pun berperahu menyingkir ke sebuah tempat terpencil. Orang banyak mengikutinya lewat jalan darat. Ketika berlabuh kembali, didapatinya orang banyak sudah menunggu. Tergeraklah hatinya. Dikerjakannya banyak penyembuhan. […]