Percik Firman: Berani Jujur Itu Hebat

Minggu Adven III, 17 Desember 2017Bacaan : Yohanes 1: 6-8.19-28“Yohanes mengaku dan tidak berdusta, katanya, ‘Aku bukan Mesias!” (Yohanes 1:20)Saudari/a ku ytk.,TAK terasa Natal semakin mendekat. Di gereja, di rumah atau komunitas, maupun di tempat kerja sudah mulai ada hiasan Natal. Hari ini kita memasuki Minggu Adven ke-3. Dalam tradisi Gereja, Minggu Adven ke-3 sering disebut sebagai Minggu “Gaudete”. Kata “gaudete”berasal dari bahasa […]

Percik Firman: Menjadi Hamba yang Dapat Dipercaya

Minggu, 19 November 2017Hari Minggu Biasa ke-33Bacaan : Matius 25:14-30“Kata tuannya itu kepadanya: ‘Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” (Mat 25:21)Saudari/a ku ytk.,HARI ini tak terasa kita sudah memasuki […]

Percik Firman: Hamba yang Baik – Kamis, 31 Agustus 2017

Bacaan : Matius 24:42-51 “Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?” (Mat 24: 45) Saudari/a ku ytk., DI beberapa pastoran, biasanya ada karyawan wanita yang mengurusi kebutuhan rumah tangga pastoran. Tugasnya memasak, membersihkan pastoran, menyiapkan makanan jika ada tamu pastoran, mencuci dan menyetrika baju. […]

Percik Firman: Menyimpan Dendam – Selasa, 29 Agustus 2017

Peringatan Wajib Wafatnya Santo Yohanes Pembaptis Bacaan : Markus 6:17-29 “Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat” (Mrk 6:19) Saudari/a ku ytk., MENURUT kesaksian seorang umat yang sering mendampingi orang yang sedang dalam sakratul maut, orang yang masih menyimpan dendam dalam hidupnya tidak bisa meninggal dengan tenang. Ia mengalami […]

Menanti-nantikan Tuhan (2)

(sambungan)

Apa saja yang bisa kita peroleh dari menanti-nantikan Tuhan? Alkitab menyebutkan begitu banyak janji Tuhan yang luar biasa bagi orang-orang yang dengan tekun menantikanNya. Mari kita lihat satu persatu dalam kaitannya dengan rincian arti menantikan Tuhan seperti yang telah saya sampaikan kemarin.

– Tuhan memberi kekuatan baru“tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yesaya 40:31). Dalam kesempatan lain dalam kitab 2 Tawarikh kita bisa menemukan ayat yang berbunyi kurang lebih sama, yaitu “Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.” (2 Taw.16: 9a).  Bersungguh hati adalah salah satu inti dari menantikan Tuhan, maka kepada mereka yang seperti ini Tuhan siap memberikan kekuatan baru yang berasal dari kekuatanNya sendiri.

– Tidak mendapat malu
Lewat Daud kita bisa membaca janji Tuhan ini. “Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu.” (Mazmur 25: 3a) juga lewat Yesaya “Maka raja-raja akan menjadi pengasuhmu dan permaisuri-permaisuri mereka menjadi inangmu. Mereka akan sujud kepadamu dengan mukanya sampai ke tanah dan akan menjilat debu kakimu. Maka engkau akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, dan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Aku tidak akan mendapat malu.” (Yesaya 49:23). Tuhan sendiri yang menjamin bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan tidak akan mendapat malu.

– Keselamatan
Dalam kitab Ibrani dikatakan: “demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.” (Ibrani 9:28). Menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi merupakan syarat untuk menerima keselamatan. Tapi dalam perjalanan apabila kita tidak bersungguh hati maka kita bisa kehilangan janji itu. Maka penting bagi kita untuk terus menantikan dengan hati teguh. Yesus siap menganugerahkan keselamatan, full salvation, buat orang-orang yang terus menantikanNya, to those who are eagerly, constantly and patiently waiting for and expecting Him.

– Dikawal oleh ketulusan dan kejujuran
Mazmur Daud berkata: “Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau.” (Mazmur 25:21). Menantikan Tuhan bisa membuat hidup kita terus dikawal oleh integritas dan kejujuran dalam menjalani hidup. Dalam dunia yang semakin saling menyesatkan dan disesatkan, orang-orang berintegritas dan jujur semakin jarang ditemukan. Kita tetap bisa berada dalam kedua hal ini jika kita tetap tekun menanti-nantikan Tuhan.

– Mewarisi ‘negeri’
Sangatlah menarik apabila kita menemukan pula janji Tuhan bahwa orang yang menanti-nantikanNya akan mewarisi negeri. “Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri.” (Mazmur 37:9). Mewarisi artinya, menduduki, menanggungjawabi dan memperbaiki. Sedang kata negeri berbicara tentang aspek-aspek kehidupan termasuk usaha, karakter dan berbagai pergumulan hidup. Jadi Tuhan menjanjikan orang seperti ini untuk bisa diberikan tanggung jawab untuk mengelola, membangun dan memperbaiki kehidupan menuju dunia yang lebih baik. Dalam Galatia dikatakan “Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.”  (Galatia 4:7). Sebagai ahli waris Kerajaan, tentu kita berhak mendapatkan segala yang terbaik dari Tuhan. Itu bukan saja berbicara mengenai keselamatan kekal tetapi juga segala kelimpahan dari kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Kita siap mewarisi itu semua jika kita menanti-nantikan Tuhan dengan sungguh-sungguh.

– Tuhan memberi pertolonganMazmur Daud berkata “Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong. Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku.” (Mazmur 40:2-3). Bukankah sangat indah ketika Tuhan mau melihat dan mendengar teriakan meminta pertolongan kita? Bukan hanya mendengar, Tuhan pun berjanji untuk mengangkat kita keluar dari kehancuran dan meletakkan kita kembali ke posisi yang kokoh dimana kita bisa kembali melangkah dengan mantap.

– Tuhan menyatakan kasihNya dan memberi kebahagiaan
“Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!” (Yesaya 30:18). Tuhan tidak sabar untuk menyatakan kasihNya secara nyata kepada kita yang selalu menatikanNya. For the Lord is a God of justice, blessed (happy, fortunate) are all those who earnestly wait for Him, who expect and look and long for him (His victory, His favor, His love, His peace, His joy and His matchless, unbroken companionship).

–  Perlindungan dari KrisisDalam kitab Wahyu ada ayat yang berkata “Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.” (Wahyu 3:10). Tuhan siap menghadiahkan orang-orang yang bertekun dengan perlindungan dari masa kesusahan yang akan menimpa seluruh dunia. Akan datang masa sulit yang jauh lebih sulit dari saat ini. Berbagai krisis akan membuat dunia goncang, seperti yang sudah mulai terjadi hari ini, tetapi orang yang taat Firman dengan tekun menantikan Kristus, Dia sendiri yang akan melindungi dari masa kesusahan itu.

(bersambung)