Paus mengingatkan bahwa Tuhan “memohon” umat Kristen untuk bersatu

Paus Fransiskus berbicara dalam kebaktian ekumene di markas Dewan Gereja-Gereja se-Dunia/Foto Vatican News Ketika merenungkan nasihat Rasul Paulus kepada umat Kristen untuk berjalan di dalam Roh, Paus Fransiskus menekankan bahwa “bagi kita umat Kristen berjalan bersama bukanlah cara memperkuat posisi kita sendiri” serta mengingatkan bahwa Tuhan “memohon” kita untuk bersatu. Paus Fransiskus berbicara dalam kebaktian […]

Paus berkunjung ke Jenewa dalam “ziarah ekumenis”

Vatican News Paus Fransiskus sedang melakukan “ziarah ekumenis” ke Jenewa. Paus terbang ke Swiss tanggal 21 Juni 2018 di pagi hari waktu setempat. Di Jenewa Paus akan ikut merayakan ulang tahun ke-70 tahun Dewan Gereja se-Dunia (WCC) yang beranggotakan 350 kelompok yang tersebar di lebih dari 110 negara dan wilayah, sebuah kelompok payung terbesar denominasi […]

Katedral Lund Swedia akan merayakan Misa Katolik yang pertama sejak Reformasi

Keputusan Gereja Lutheran Swedia yang mengijinkan sebuah paroki Katolik merayakan Misa pertama sejak masa Reformasi di sebuah katedral abad pertengahan di kota Lund, Swedia selatan, mencerminkan semangat kunjungan Paus Fransiskus ke kota itu di tahun 2016 untuk menghadiri peringatan ekumene Reformasi Protestan.Philippa Hitchen dari Vatican News melaporkan bahwa tanggal 3 April 2018 kapelan katedral Lutheran […]

Mengolah Keheningan Batin Untuk Menghadirkan Gereja Yang Inklusif, Inovatif Dan Transformatif Bersumber Dari Kerahiman Allah

Sebuah Pengantar Menyambut Temu Kebatinan XXIX (20-21 Februari 2016)TEMU KEBATINAN (Tebat) Katolik ke-29 akan segera diselenggarakan oleh Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang (Kom HAK KAS). Tepatnya, Tebat XXIX akan diselenggarakan di aula kompleks Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA). Sebagaimana sudah diketahui banyak orang, GMKA menjadi tempat peziarahan tak hanya bagi umat Katolik, tetapi […]

Melayat Umat

4 Juli - RmA 5SEMALAM usai Misa Jumat Pertama dan Adorasi dan Prosesi Sakramen Mahakudus aku meluncur ke Tionghaiwa tempat persemayaman Jenazah – salah satu di Semarang – dan tentu saja untuk Melayat mengapa karena aku ingin Berempati dengan Keluarga yang berduka serta mendoakan Mereka agar tetap Tabah dan yang Berpulang agar Bahagia di Sorga oleh Belaskasih KerahimanNya mengapa karena kebetulan kutakbisa melayani Umatku itu di rangkaian Upacara kematian berhubung bersamaan dengan jadwal Lain yang tak bisa Ditinggalkan oleh sebabku Sendiri di Paroki – dan Itu kerap bikinku Sedih oleh sebab kutakbisa Terbelah untuk Melayani di dua tempat di Saat yang sama Sekaligus – semalam usai Misa Jumat Pertama aku meluncur ke Tionghaiwa melayat Dua sekaligus di ruang yang Berbeda yang Satu memang Umatku dari Lingkungan Plampitan dan Satunya lagi Bukan tetapi Encik salah seorang Umat yang menjadi Kabid Koinonia di Paroki Kebon Dalem maka meski yang Kedua ini bukan Umat aku tetap Melayat dan Ia bukan Kristen Katolik tetapi Kristen Protestan saatku datang kulihat Keluarga meski kami Beda menyambut Gembira dalam Duka – aku memang Berjubah maka Seketika dikenal Pastor – dan ternyata Mereka mengenalku nyaris Semua yang Hadir di situ meski Mereka bukan Jemaatku sebagai orang Katolik mengapa ternyata yang Meninggal serta Keluarganya itu tinggal di Tanah Mas Semarang dan para Pelayat itu juga warga Tanah Mas yang Segereja yang Wafat dan aku Memang pernah menjadi bagian dari Mereka saat Tinggal dan Melayani segenap Umat Katolik Tanah Mas lima tahun lamanya dan aku Sering berkeliling sekadar Menyapa dengan Cinta serta ikut acara Bersama di Perumahan dan Kelurahan : wah Mereka semua Kenal dan Tahu Romo ya begitu komentar seorang Bapak yang Duduk di sampingku dan aku pun mengenalnya nama, aktivitas dan pelayanannya sebab kami sering Bekerjasama dalam Gerakan Ekumenisme ah yang Terpenting semoga yang Wafat mendapatkan Bahagia di Sorga dan yang masih Hidup tetap Tabah dan Rukun pun Setia dalam peziarahan di dunia ini Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Program Pertukaran Mahasiswa di Manado: Mahasiswi Berjilbab di Seminari, Frater ke IAIN dan Lainnya

watuseke2INILAH dinamika program Pertukaran Mahasiswa. Program ini dilaksanakan selama sepekan, 10-16 Mei 2015. Kegiatan ini diikuti oleh para mahasiswa dari STF-SP (Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng), UKIT (Universitas Kristen Indonesia Tomohon), IAIN (Institut Agama Islam Negeri Manado) dan STAKN (Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri). Perwakilan mahasiswa dari ke-4 PT ini tinggal ditempat yang baru. Calon imam dan katekis serta calon guru agama Islam berasrama dan mengikuti pelajaran calon pendeta dan guru agama Kristen Protestan di UKIT. Calon pendeta, calon imam dan calon katekis tinggal di komunitas mahasiswa calon ustad dan guru agama islam. Para calon pendeta dan ustad bermukim, makan, tidur dan belajar bersama para calon imam. Di sana mereka bertukar tawa dan canda, memperdialogkan teologi dan pedagogi dan diakhiri tangis tatkala mengais kenangan yang hanya seminggu saat konveniat perpisahan. Untuk STF-SP, para tamu mahasiswa pertukaran (calon pendeta, calon guru agama, calon ustad) dibagi kedalam dua komunitas: Komunitas Diosean (Keuskupan Manado dan Keuskupan Amboina) dan Komunitas Skolastikat MSC. Dampak luar biasa Program Pekan Pertukaran ini sudah puluhan tahun. Diulangi dan selalu dievaluasi. Terkesan banyak tawa tapi berdampak luar biasa. Sopir angkot terheran-heran ketika melihat para mahasiswi IAIN berjilbab bisa wira-wiri di kompleks seminari. Tak sedikit OMK merasa iri, “Kami saja yang katolik tidak boleh tinggal bermalam di biara’ (kecuali alasan khusus)”. Bahkan ketika ditelisik lebih jauh, jebolan-jebolan mahasiswa pertukaran kini ada yang menjadi dosen di alma maternya, selalu mengingat masa-masa main bola, menyanyi bersama bahkan yang berbeda ritus dan berjilbab bisadengan lantang bernyanyi “Saudara Mari Semua” saat pembukaan misa/ibadat bersama. Saya ingat ketika saya mewakili STF-SP menjadi peserta mahasiswa pertukaran. Mei 2013. Saya dipilih tinggal di asrama UKIT. Belajar bersama mengenai teologi dogmatik Protestan, pedagogi, ekumenisme, bahasa Yunani dan masih banyak lagi. Para dosen pun ikut bertukar. Pada saat seminar ilmiah dengan suatu tema, maka peserta menjadi lebih banyak. Ada mahasiswa fakultas filsafat (teologi) Universitas Klabat (sekolah calon pendeta Adven), mahasiswa Sekolah Teologi Parakletos (calon pendeta aliran Karismatik/Pentakosta), mahasiswa Sekolah Tinggi Teologia Missio Dei (aneka denominasi) yang mengirim wakil-wakilnya dalam seminar tapi tidak ikut pekan pertukaran. Seru. Saya ingat ketika saya sedang berdoa malam sebelum tidur di asrama UKIT. Teman sekamar saya, sebut saja Faizal, juga sedang bersiap berdoa. Ketika dia sedang mengatur sajadah, mencari arah kiblat, lantang tapi tak menghadang, berlagu tapi tidak menggangu, ia melantun, “Allahuakbar”. Saat itu, saya ingat saya juga berujar, “Bapa kami yang disurga dimuliakanlah nama-Mu” Saya lupa apa tema pekan pertukaran tahun 2013. Apalagi yang tahun 2015 dimana saya tak terlibat didalamnya (saya tiba di skolastikat tgl. 14 Mei, pekan pertukaran memasuki hari-hari terakhir). Tahun 2016 pasti akan tetap ada program ini. Namun saya (kami) tak akan lupa bahwa kami pernah seatap bersama. Berbagi tawa dan kecemasa. Mendialogkan idealisme dan keyakinan masing-masing. Setiap peserta pasti akan menarik maknanya masing-masing. Tapi saya percaya kegiatan ini akan berbuah, bagi kami dan bagi umat/jemaat yang dipercayakan kepada kami. Saya sertakan satu foto ketika mahasiswi IAIN (berjilbab) dan mahasiswa UKIT (berjas Ungu) tengah mengikuti misa harian di skolastikat dalam rangka Pekan Pertukaran 2015.  

Sejarah Iman Umat Katolik Batuputih, Ogan Komering Ulu (OKU)

Untuk Tulisan 3aMENYUSURI setiap kelok jalan di tepi Sungai Lengkayap ke arah hulu seolah memanjakan mata dengan aliran air sungai dan hijaunya pemandangan. Tak terasa sudah 7 Km berlalu dari Kota Baturaja, ketika sebuah tangga dengan tulisan di dekatnya menyapa penglihatan: Gereja Sang Penebus Batuputih. Sebuah ikon langsung menuntun pikiran bahwa Batuputih adalah kampung yang penduduk aslinya […]

Pijar Vatikan II: Sepak Bola di Negara Katolik (26F)

Heboh supporterKEMBALI ke bola. Tayangan, tulisan, ulasan, komentar, dan pernak-pernik Piala Dunia di media cetak atau elektronik, tentu saja hampir tidak ada yang menghubungkannya dengan agama. Paling satu dua artikel dari kalangan tertentu mengekspose Shamir Nasri, dua bersaudara Yahya dan Kalou Toure, Frank Riberry dan beberapa pemain lain yang beragama Islam. Sementara itu, ulasan bola yang […]