(sambungan)Banyak orang yang mengira bahwa semakin banyak kita memberi sumbangan, maka itu berarti kita semakin mengasihi. Padahal sebenarnya pemberian bisa didasari oleh beribu macam alasan. Lihat apa kata Yesus. “Jadi apabila engkau memberi sedekah, …

Ayat bacaan: 1 Korintus 13:1========================”Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.”Suatu kali…

Keuskupan Agung Semarang logoSURAT GEMBALA MENYONGSONG  TAHUN HIDUP BAKTI 2015 (Dibacakan pada Sabtu-Minggu, 15-16 November 2014) “Betapa Indah Panggilan-Mu, Tuhan!” Para Romo, Bruder, Suster dan saudari-saudara yang terkasih, Dalam setiap zaman ada perempuan dan laki-laki yang karena taat kepada panggilan Bapa dan dorongan Roh, memilih hidup secara khusus demi mengikuti Kristus dan mengabdikan diri kepada-Nya (bdk. 1 Kor. […]

Ayat bacaan: Mazmur 119:105====================“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Pernahkah anda tersesat di sebuah jalan gelap di […]

Ayat bacaan: Matius 24:12=====================”Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.”Selagi saya memanaskan air untuk membuat kopi, ada suara orang mengetuk pintu. Rupanya itu teman saya yang datang…

Ayat bacaan: Mazmur 119:105====================”Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”Jika anda melaju di jalan dalam kota besar yang terang benderang, lampu mobil mungkin tidak begitu besar manfaatnya. Tetapi kalau anda mengemudi p…

6.IMG_3436-eYAYASAN Sekar Mawar – Keuskupan Bandung (YSM) merayakan hari ulang tahunnya yang ke-15 dengan Misa Syukur yang diselenggarakan tanggal 12 April 2015 bertempat di Panti Rehabilitasi NAPZA Jl. Tangkuban Perahu 108 Lembang, Bandung. Misa dipersembahkan oleh Uskup Keuskupan Bandung Mgr. Antonius Subianto dan dihadiri oleh jajaran Pengawas, Pengurus, Pelaksana, serta tamu undangan lainnya. Perayaan ini sekaligus untuk memperingati Hari Raya Paskah yang jatuh pada hari Minggu sebelumnya. Mgr. Anton dalam homilinya memberikan ilustrasi mengenai seseorang yang telah mengalami perubahan menjadi manusia yang lebih baik, akan tetapi dalam perjalananan hidup selanjutnya orang tersebut jatuh lagi pada kehidupan lamanya. Kata Mgr. Anton, masuk dalam suatu pertobatan itu memang sulit, namun memelihara pertobatan itu jauh lebih sulit. Kebangkitan dan penampakan Yesus kepada para murid-Nya telah membuat mereka mengalami perubahan dari cara hidup yang lama memasuki cara hidup yang baru, meskipun Thomas pada awalnya tidak percaya namun akhirnya iapun juga mengalami pencerahan dalam hidupnya. Setelah misa acara diisi dengan Sambutan oleh Direktur Pelaksana, Ketua Pengurus Yayasan, dan pesan dari Pembina. Direktur Pelaksana YSM dalam sambutannya mengingatkan sejarah awal berdirinya YSM pada tahun 2000 yang dilatarbelakangi oleh suatu keprihatinan pada para korban adiksi narkoba. Para pendiri Yayasan bersama-sama dengan Uskup Bandung pada waktu itu alm. Mgr. Alexander Djajasiswaja Pr memberikan nama Yayasan Sekar Mawar. Tahun 2015 Pemerintah (BNN) telag mencanangkan tema “Selamatkan Indonesia dari Darurat Narkoba melalui Rehabilitasi 100.000 Penyalahguna Narkoba.” Gerakan Rehabilitasi ini merupakan langkah yang baik mengingat laju pertumbuhan penyalahguna narkoba yang meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan bahwa peran Panti Rehabilitasi di masa depan masih sangat dibutuhkan bahkan perlu diperluas daya jangkaunya. Pemulihan dari kecanduan berarti bukan hanya sekedar berhenti dari NAPZA/Narkoba, pemulihan juga berarti suatu kebangkitan dari cara hidup yang lama memasuki cara hidup baru, hidup yang benar, bebas dari NAPZA, dan menjadi manusia yang produktif dan berguna bagi sesamanya. Sambutan dari Direktur Pelaksana juga dilengkapi dengan sharing dari lima orang wakil tim Pelaksana, yaitu: Bambang Darmawan, Elisabeth, R. Sudargo, Yeremias, dan Ferry, FX. Mereka memberikan kesan dan harapan selama bertugas dalam pelayanan di Panti Rehabilitasi maupun Sekretariat YSM. Pada kesempatan itu wakil dari Koor St. Lucia juga menyerahkan hasil konser amal yang dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2015. Konser ini diselenggarakan untuk membantu pencarian dana bagi pengembangan Panti Rehabilitasi. Acara selanjutnya adalah pemotongan tumpeng oleh Mgr. Antonius Subianto dan diberikan kepada Ir. Danau Limborro selaku ketua Pengurus Yayasan disaksikan oleh dr. Adjitijo Amidjojo selaku Pengawas dan Ir. Anastasia Cakunani selaku Direktur Pelaksana. Ke depan YSM akan terus melanjutkan karya-karya pelayanannya guna membantu memulihkan para korban penyalahgunaan NAPZA serta berkontribusi dalam bidang pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat.    

krapyakSEBUAH gerakan amal untuk projek pengembangan gedung Gereja Paroki St. Ignatius Krapyak di Semarang tengah dicanangkan. Kepada Sesawi.Net, Ane dari lingkaran Keluarga Eks Kolese Loyola (KEKL) Semarang alumnus tahun 1992 menyebutkan, salah satu gerakan amal akan diwujudkan dalam bentuk gala dinner bertajuk Indahnya Berbagi Kasih. Acara ini akan digelar di The Vee Ballroom Jl. Gajah Mada 146 pukul 18.00-22.00 WIB. Progam amal ini akan diisi serangkaian acara yakni: • Makan Malam • Malam Indahnya Berbagi Kasih • Launching Album Rohani ke-4 karya Romo Gregorius Suprayitno • Penjualan dan lelang lukisan • Hiburan bersama artis penyanyi Scholastika Citra Kirana Wulan, Brian Jikustik, Hudson, Didik Nini Thowok, Romo Gregorius Suprayitno Encore Band (Yogya), Tito, Rio, Gita Mardawa, dan Keke. Partisipasi amal sebagai berikut: • Kelas VVIP Rp 2,5 juta • Kelas VIP Rp 1 juta • Kelas 1 Rp 500 ribu • Kelas 2 Rp 300 ribu sudah habis terjual. Info lebih lanjut bisa diperoleh kepada Ane, alumnus SMA Loyola tahun 1992 melalui HP 0812 301 0915 Donasi langsung melalui rekening Paroki bisa dilakukan dengan cara transfer ke: Bank Mandiri KCP Kawasan Industri Candi No. Rek. 1360007870766 A/n PGPM Paroki Santo Ignatius Krapyak Bank BCA KCP Ngaliyan No. Rek. 871-592333-1 A/n PGPM Paroki Ignatius Krapyak Berita dana amal melalui transfer silakan difowardkan atau cc-ke annesaja@gmail.com untuk kemudian dilaporkan ke bendara Gereja Paroki St. Ignatius Krapyak, Semarang. Kredit foto: Uskup Agung Semarang Mgr. Johannes Pujasumarta bersama Pastor Maryoto SJ dan Sarwanto SJ menandatangani prasasti pembangunan Pastoran Paroki Administratif Krapyak yang merupakan ‘pecahan’ Paroki Bongsari, Semarang. (Dok. Komsos Paroki Krapyak, Semarang Barat)  

paus dan presiden filipina 1Pengantar Redaksi Berikut ini teks lengkap sambutan Paus dalam pertemuan beliau dengan Presiden, Politisi, dan relasi diplomatik di Malacanang Palace, Jumat 16 Januari 2015. Walaupun, sambutan ini ditujukan kepada politisi dari Filipina tetapi dapat diterapkan juga untuk semua pemimpin politik negara kita dan dunia pada umumnya. Romo Ant. Ary Setyawan Pr dari Manila, Filipina ——————- Ladies and Gentlemen, I thank you, Mr. President, for your kind welcome and for your words of greeting in the name of the authorities and people of the Philippines, and the distinguished members of the Diplomatic Corps. I am most grateful for your invitation to visit the Philippines. My visit is above all pastoral. It comes as the Church in this country is preparing to celebrate the fifth centenary of the first proclamation of the Gospel of Jesus Christ on these shores. The Christian message has had an immense influence on Filipino culture. It is my hope that this important anniversary will point to its continuing fruitfulness and its potential to inspire a society worthy of the goodness, dignity and aspirations of the Filipino people. In a particular way, this visit is meant to express my closeness to our brothers and sisters who endured the suffering, loss and devastation caused by Typhoon Yolanda. Together with many people throughout the world, I have admired the heroic strength, faith and resilience demonstrated by so many Filipinos in the face of this natural disaster, and so many others. Those virtues, rooted not least in the hope and solidarity instilled by Christian faith, gave rise to an outpouring of goodness and generosity, especially on the part of so many of the young. In that moment of national crisis, countless people came to the aid of their neighbors in need. At great sacrifice, they gave of their time and resources, creating networks of mutual help and working for the common good. This example of solidarity in the work of rebuilding teaches us an important lesson. Like a family, every society draws on its deepest resources in order to face new challenges. Today the Philippines, together with many other countries in Asia, faces the challenge of building on solid foundations a modern society – a society respectful of authentic human values, protective of our God-given human dignity and rights, and ready to confront new and complex political and ethical questions. As many voices in your nation have pointed out, it is now, more than ever, necessary that political leaders be outstanding for honesty, integrity and commitment to the common good. In this way they will help preserve the rich human and natural resources with which God has blessed this country. Thus will they be able to marshal the moral resources needed to face the demands of the present, and to pass on to coming generations a society of authentic justice, solidarity and peace. Essential to the attainment of these national goals is the moral imperative of ensuring social justice and respect for human dignity. The great biblical tradition enjoins on all peoples the duty to hear the voice of the poor. It bids us break the bonds of injustice and oppression which give rise to glaring, and indeed scandalous, social inequalities. Reforming the social structures which perpetuate poverty and the exclusion of the poor first requires a conversion of mind and heart. The Bishops of the Philippines have asked that this year be set aside as the “Year of the Poor”. I hope that this prophetic summons will challenge everyone, at all levels of society, to reject every form of corruption which diverts resources from the poor, and to make concerted efforts to ensure the inclusion of every man and woman and child in the life of the community. A fundamental role in the renewal of society is played, of course, by the family and especially by young people. A highlight of my visit will be my meetings with families and with young people here in Manila. Families have an indispensable mission in society. It is in the family that children are trained in sound values, high ideals and genuine concern for others. But like all God’s gifts, the family can also be disfigured and destroyed. It needs our support. We know how difficult it is for our democracies today to preserve and defend such basic human values as respect for the inviolable dignity of each human person, respect for the rights of conscience and religious freedom, and respect for the inalienable right to life, beginning with that of the unborn and extending to that of the elderly and infirm. For this reason, families and local communities must be encouraged and assisted in their efforts to transmit to our young the values and the vision which can help bring about a culture of integrity – one which honors goodness, truthfulness, fidelity and solidarity as the firm foundation and the moral glue which holds society together. Mr. President, distinguished authorities, dear friends: As I begin my visit to this country, I cannot fail to mention the Philippines’ important role in fostering understanding and cooperation among the countries of Asia. I would also mention the oft-neglected yet real contribution of Filipinos of the diaspora to the life and welfare of the societies in which they live. It is precisely in the light of the rich cultural and religious heritage of which your country is proud that I leave you with a challenge and a word of prayerful encouragement. May the deepest spiritual values of the Filipino people continue to find expression in your efforts to provide your fellow citizens with an integral human development. In this way, each person will be able to fulfill his or her potential, and thus contribute wisely and well to the future of this country. I am confident that the praiseworthy efforts to promote dialogue and cooperation between the followers of the different religions will prove fruitful in the pursuit of this noble goal. In a particular way, I express my trust that the progress made in bringing peace to the south of the country will result in just solutions in accord with the nation’s founding principles and respectful of the inalienable rights of all, including the indigenous peoples and religious minorities. Upon all of you, and upon all the men, women and children of this beloved nation, I cordially invoke God’s abundant blessings. Source: http://www.gmanetwork.com/news/popefrancis/story/406413/full-text-pope-francis-speech-at-malacanang